Proses Pengambilan Keputusan Remaja Akhir untuk Melakukan Tindakan Aborsi (Studi atas Dampak Perilaku Sex Pra Nikah pada Dua Orang Remaja di Bandung)

Vutri Dwi Saesaria DK, Vutri (2012) Proses Pengambilan Keputusan Remaja Akhir untuk Melakukan Tindakan Aborsi (Studi atas Dampak Perilaku Sex Pra Nikah pada Dua Orang Remaja di Bandung). Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (166kB) | Preview
[img] Text (BAB I SD V)
4_bab1sdbab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (624kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (139kB)

Abstract

Fenomena yang pernah terjadi ketika peneliti melakukan studi pendahuluan di Bandung pada bulan September – Januari 2012 terhadap dua orang remaja akhir yang melakukan tindakan aborsi tidak aman. Sebut saja seperti MG, alternatif melakukan dengan meminum obat-obatan pelancar haid, sedangkan RN ia tidak melakukan alternatif untuk meminum obat-obatan. Selanjutnya dari semua tahapan proses pengambilan keputusan dilakukan oleh subjek hanya pada perbedaan dalam mencari alternatif. Semua tahapan yang lain mereka lakukan sama. Pada hakekatnya keputusan untuk melakukan tindakan aborsi ini yang dilakukan kedua subjek di latarbelakangi kurangnya pemberitahuan tentang pendidikan reproduksi. Faktor orang tua yang berpisah broken home dan ketidaknyamanan seorang anak menjadi pemicu mereka untuk melakukan hubungan seksual dan mengakibatkan melakukan tindakan aborsi. Metode yang digunakan adalah metode fenomenologi. Karena metode ini di gunakan untuk memahami isi dari pengalaman sebuah fenomena. Adapun teknik yang digunakan wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yang menggunakan teknik purposive sampling, dimana menggunakan 2 wanita berusia 20-23 tahun. Dari analisis terhadap hasil wawancara, di simpulkan bahwa proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh subjek berbeda-beda. Tidak semua subjek melalui setiap tahapan proses pengambilan keputusan untuk subjek kedua RN ia tidak mengambil tahap mencari alternatif. Dalam proses pengambilan keputusan ini sangat bervariasi tergantung dari kendala dan masalah yang mereka hadapi pada tahapan sebelumnya dari proses tersebut. Faktor utama untuk subjek yang mempengaruhi dalam mengambil keputusan melakukan tindakan aborsi adalah faktor eksternal yaitu circumstances, khususnya subjek broken home dan faktor action, mencakup pencarian informasi, bertukar pikiran, dan perencanaan. Khususnya RN yang memiliki faktor internal yaitu belief adanya pengalaman dalam melakukan tindakan aborsi. Berdasarkan teori subjective expected utility theory, kedua subjek tersebut memiliki aspek yang sama yaitu subjective probability dan utility. Di mana untuk subjek MG dan RN, dalam subjective probabilitynya memilih untuk melakukan tindakan aborsi, dikarenakan untuk menghentikan kehamilan yang tidak dikehendaki dan memiliki perasaan ketakutan dalam kegagalan aborsi tersebut. Khususnya buat subjek RN, ia memiliki rasa takut dalam kegagalan aborsi kedua kalinya

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: prilaku remaja, Aborsi
Subjects: Differential and Developmental Psychology > Psychology of Young People Twelve to Twenty
Divisions: Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi
Depositing User: guriang akbar guriangakbar
Date Deposited: 30 Mar 2016 04:15
Last Modified: 01 Jun 2016 11:26
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/1044

Actions (login required)

View Item View Item