Pengaruh penggunaan starter feses sapi yang dicampur dengan air pada fermentasi anaerob sampah sayuran terhadap produksi dan kadar gas methan

Fatimah, Deuis Siti (2011) Pengaruh penggunaan starter feses sapi yang dicampur dengan air pada fermentasi anaerob sampah sayuran terhadap produksi dan kadar gas methan. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (148kB) | Preview
[img] Text (BAB I SD IV)
4_bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (483kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (188kB)

Abstract

Menipisnya sumber cadangan minyak dari bahan bakar fosil dan semakin meningkatnya permintaan sumber energi menyebabkan diperlukannya energi alternatif. Biogas adalah suatu energi alternatif berupa campuran dari beberapa gas yang didominasi oleh gas methan (CH4). Bahan baku biogas mudah didapatkan, karena pada umumnya biogas dapat diproduksi dari semua jenis bahan organik. Sampah sayuran termasuk sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk proses fermentasi anaerob dalam memproduksi biogas. Akan tetapi, untuk memulai proses fermentasi anaerob diperlukan starter. Bahan baku starter yang banyak mengandung bakteri methan adalah feses sapi. Agar fermentasi berjalan cepat, dibutuhkan lingkungan dengan kandungan air yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan starter dengan air yang digunakan pada fermentasi sampah sayuran untuk memperoleh gas dengan baik dan untuk mengetahui jenis gas dan kadar (methan) CH4 yang dihasilkan dari produksi biogas dari sampah sayuran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap / RAL, terdiri atas 5 (lima) macam perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan sidik ragam dan uji Duncan. Parameter pengamatannya adalah volume gas dan kualitas methan. Berdasarkan uji statistika dan analisis, pada penelitian ini diperoleh perbandingan starter feses sapi yang diencerkan dengan air yang menunjukan volume gas yang paling tinggi yaitu pada T2 (500 g sampah + 200 g feses sapi + 300 ml air) dengan rataan sebesar 2356 ml. Berdasarkan analisis gas methan (CH4) yang terdapat pada perbandingan T2 (500 g sampah + 200 g feses sapi + 300 ml air) diperoleh gas methan (CH4) dengan rataan sebesar 0,196 %, sedangkan pada kontrol dengan perbandingan T0 (500 g sampah + 0 + 500 ml air) tidak menunjukan adanya gas methan

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: methan CH4; feses sapi; sampah organik sayuran; Biogas;
Subjects: Biology
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 30 Mar 2016 08:58
Last Modified: 23 Nov 2018 02:38
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/1049

Actions (login required)

View Item View Item