Perkembangan Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang 1989-2006

Nurdiany Putri Utami, Nurdiany (2011) Perkembangan Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang 1989-2006. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_daftarisi.pdf

Download (54kB) | Preview
[img] Text
4_bab1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[img] Text
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (171kB)
[img] Text
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (157kB)
[img] Text
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15kB)
[img] Text
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12kB)

Abstract

Persatuan Islam (Persis) sebagai salah satu ormas Islam yang didirikan secara resmi pada tanggal 1 Syafar 1342 H/12 September 1923 di Bandung telah turut mengukir sejarah Indonesia setidaknya dalam gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. Pemikiran dan gerakan itu bersifat dinamis karena nash Al-Quran dan As Sunnah sudah selesai final dengan diutusnya Rasul yang terakhir. Sedangkan zaman mempunyai karakter berubah bahkan perubahan itu sangat dinamis dan sekaligus mengandung tantangan. Proses berdirinya Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang berdiri pada tahun 1989 didirikan oleh pimpinan Cabang Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang Selatan. Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan umat Islam di masa yang akan datang. Berdasarkan hal tersebut maka pada tahun 1989, Pimpinan cabang Persatuan Islam 37 Sumedang Selatan memprakarasai berdirinya Madrasah Tsanawiyah dengan fasilitas yang sederhana. Madrasah tersebut berlokasi di Jalan Prabu Geusan Ulun Gang Al-Furqon No. 72 Sumedang. Setiap tahun dari sejak berdiri berbagai perubahan dan pembenahan dilakukan dalam bentuk perubahan kurikulum, sarana dan prasarana dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat Desa/Kelurahan Regol Wetan Sumedang, dan perkembangan Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang dari 1989 sampai 2006. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian sejarah dengan tahapan- tahapan antara lain : Heuristik (pengumpulan data/sumber-sumber sejarah), Kritik (seleksi sumber yang sudah terkumpul baik yang berupa lisan ataupun tulisan ), Interpretasi (penafsiran sumber-sumber yang telah terkumpul), Historiografi (penulisan Sejarah). Proses pertumbuhan dan perkembangan Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang banyak dipengaruhi oleh situasi, masa, tempat dan waktu. Setelah mengalami fase demi fase, Pesantren Persis 37 Sumedang sistem pengajaranya menggunakan sistem metode berjenjang (klasikal). Perkembangan Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang mengalami kemajuan dari awal berdiri sampai sekarang. Pada tahun 1989 bersamaan dengan pemberian nomor bagi Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang kepada Pimpinan pusat Pesantren Persis dan diresmikan pula untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Selain bertambahnya jumlah santri setiap tahunya serta sarana dan prasarana yang memadai, Perkembangan Pesantren Persatuan Islam 37 Sumedang tak lepas dari peran seorang pemimpinnya sendiri dan dari dukungan yang lainnya. Namun selain itu juga perekembangan pesantren itu sebagai pusat pendidikan agama Islam, juga mempunyai peran sosial keagamaan, dan dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Islam > Islamic Religious Education
History of Southeast Asia > History of Indonesia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Mr. Andi Ruswandi, S.Pd.I
Date Deposited: 01 Feb 2016 01:49
Last Modified: 25 Feb 2016 05:34
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/105

Actions (login required)

View Item View Item