"Induksi Tunas Honje Hijau (Etlingera elatior Jack) Asal Sukabumi dengan Penambahan Sukrosa dan BAP (Benzyl Amino Purine) Secara In Vitro"

Jasmine, Syantiara (2017) "Induksi Tunas Honje Hijau (Etlingera elatior Jack) Asal Sukabumi dengan Penambahan Sukrosa dan BAP (Benzyl Amino Purine) Secara In Vitro". Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (169kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (386kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (454kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (466kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (758kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (161kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB) | Request a copy

Abstract

Tanaman honje merupakan salah satu tanaman rempah yang sudah lama dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Pemanfaatan tanaman bahan obat terus meningkat, sebagian besar bahan baku masih dipanen dari hutan belantara tanpa melalui proses budidaya. Honje diperbanyak melalui rimpang dengan tingkat proliferasi rendah, risiko penyebaran infeksi tinggi. Pada rimpang tanaman sering mengalami busuk yang disebabkan spesies Phytium dan pada daun disebabkan spesies Coleotrichum. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu menghasilkan bibit yang bebas penyakit dengan multiplikasi cepat menggunakan teknik kultur jaringan sebagai upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan eksplan dan media manakah yang memberikan respon terbaik induksi tunas tanaman honje (Etlingera elatior Jack) secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Jurusan Agroteknologi UIN Sunan Gununng Djati Bandung pada bulan Maret sampai November 2017. Media yang digunakan terdiri dari dua jenis media, yaitu media sukrosa 5% dan media sukrosa 5% dengan BAP (1 dan 5 mg/l) yang ditambahkan Plant Preservative Mixture (PPM) 1 ml/l. Eksplan yang digunakan yaitu tunas dan pangkal tunas. Perlakuan pada tahap induksi tunas yang diberikan terdiri dari media kontrol (sukrosa 5%) diulang sebanyak lima kali dan dua media perlakuan yaitu a2b1 = sukrosa 5% dan BAP 1 mg/l dan a2b3 = sukrosa 5% dan BAP 5 mg/l yang masing-masing diulang sebanyak 20 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan eksplan terbaik untuk induksi tunas honje hijau yaitu dari pangkal tunas dengan waktu awal tunas muncul pada 3 HSI dengan persentase eksplan tumbuh sebesar 60%. Konsentrasi sukrosa 5% dan BAP 1 mg/l merupakan konsentrasi media terbaik untuk induksi tunas dari eksplan tunas honje. Sedangkan konsentrasi sukrosa 5% dan BAP 5 mg/l merupakan media terbaik untuk induksi tunas dari eksplan pangkal tunas honje. ABSTRAK Syantiara Jasmine. 2017. Induction of Tunes Honje Hijau (Etlingera elatior Jack) Origin of Sukabumi with the addition of Sucrose and BAP (Benzyl Amino Purine) In Vitro. Supervised by Liberty Chaidir and Selvy Isnaeni. Honje plant is one of the herbs that has long been used as medicine. Utilization of medicinal plants continues to increase, most of the raw materials are still harvested from the wilderness without going through the cultivation process. Honje is propagated through rhizomes with a low proliferation rate, the risk of high infection spread. In rhizome plants often experience rot caused by Phytium species and on leaves caused Coleotrichum species. To overcome these problems, need to produce disease free seeds with rapid multiplication using tissue culture techniques as conservation efforts. This study aims to determine the material eksplan and which media to provide the best response to the induction buds of honje plants (Etlingera elatior Jack) in vitro. This research was conducted at Plant Crop Culture Laboratory of Agroteknologi UIN Sunan Gununng Djati Bandung in March to November 2017. The media used consisted of two types of media, namely 5% sucrose medium and 5% sucrose medium with BAP (1 and 5 mg/l ) added Plant Preservative Mixture (PPM) 1 ml/l. Eksplan used the buds and base buds. The treatment at the stage of shoot induction given consisted of control medium (5% sucrose) was repeated five times and two treatment mediums were a2b1 = 5% sucrose and BAP 1 mg / l and a2b3 = 5% sucrose and BAP 5 mg/l respectively repeated as many as 20 times. The results showed that the best eksplan material for green shoot honje induction of shoot base with the initial time of buds appeared at 3 HSI with explant percentage grew by 60%. The concentration of 5% sucrose and BAP 1 mg/l is the best media concentration for shoot induction of honje bud implant. While the concentration of 5% sucrose and BAP 5 mg/l is the best medium for shoot induction of herbe bud base eksplant.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: BAP; honje hijau; PPM; sterilisasi; sukrosa.
Subjects: Physiology > Tissue Culture
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Pertanian/Agroteknologi
Depositing User: Syantiara Jasmine
Date Deposited: 08 Aug 2018 03:28
Last Modified: 08 Aug 2018 03:28
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/12357

Actions (login required)

View Item View Item