Proses komunikasi konseling terhadap anak asuh yang memiliki kepribadian introvert: penelitian di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumur Bandung jl.A.H Nasution No. 140 Sukamiskin Kota Bandung

Wahyuni, Sri (2018) Proses komunikasi konseling terhadap anak asuh yang memiliki kepribadian introvert: penelitian di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumur Bandung jl.A.H Nasution No. 140 Sukamiskin Kota Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (368kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (305kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (587kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (102kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR ISI)
8_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (94kB) | Request a copy

Abstract

Anak asuh adalah anak yang awalnya terlantar dan dalam hal ini membutuhkan pengasuhan, perawatan dan pendidikan untuk dirinya. Anak asuh dengan latar belakang yang berbeda dan kepribadian yang berbeda disatukan dalam sebuah wadah panti sosial memberikan warna dan tantangan bagi pembimbing dalam mendidik anak-anak asuh tersebut, demikian pula terhadap anak yang memiliki kepribadian introvert pembimbing berusaha memposisikan dirinya sebagai orangtua pengganti bagi anak-anak asuhnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1) Kondisi anak asuh yang berkepribadian introvert di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumur Bandung; 2) Proses Komunikasi Konseling di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumur Bandung; 3) Kondisi kepribadian introvert anak asuh setelah melakukan komunikasi konseling di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumur Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data berupa observasi, analisis, dan wawancara langsung dengan beberapa anak asuh, kepala panti, pembimbing asrama. Penelitian ini didasar pada asumsi ciri-ciri kepribadian introvert seperti kekhawatiran, rasa malu, canggung, sukar menyesuaikan diri dan lain-lain. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa 1) Kondisi anak asuh yang memiliki kepribadian introvert masih kurang baik jika dilihat dari aspek rasa malu, menyendiri, sensitif jika ada kritik, diliputi kekhawatiran, canggung dan lebih senang menulis. 2) Proses komunikasi konseling di PSAA Muhammadiyah Sumur Bandung meliputi pertama, membangun hubungan interpersonal antara pembimbing dnegan anak asuh, kedua, metode komunikasi tidak langsung, dan ketiga metode komunikasi langsung yang meliputi individu dan kelompok. 3) Hasil dari proses komunikasi konseling terhadap anak asuh yang memiliki kepribadian introvert. Dalam aspek rasa malu anak asuh dapat bersosialisasi dengan orang lain, berani berkomunikasi dengan pembimbing serta berani berbicara didepan teman-temanya. Dalam aspek menyendiri anak asuh mulai terbuka dengan pembimbing sehingga tidak menghabiskan waktu untuk menyendiri. Dalam aspek sensitif jika ada kritikan anak asuh merasa diperhatikan ketika dinasehati oleh pembimbing dan dapat menerima dengan lapang nasihat dari pembimbing. Dalam aspek lebih lancar menulis dari pada berbicara anak asuh mulai berani berkomunikasi secara langsung dengan orang lain. Dalam aspek kekhawatiran anak asuh tidak cemas ketika menghadapi permasalahan. Dalam aspek canggung anak asuh sudah dapat berkomunikasi langsung baik dengan pembimbing, teman, maupun orang lain. Foster children are children who are initially neglected and in this case need care, care and education for themselves. Foster children with different backgrounds and different personalities are united in a social care institution providing colors and challenges for mentors in educating these foster children, as well as for children who have introverted personality counselors trying to position themselves as substitute parents for children foster. The purpose of this study is to find out 1) the condition of introverted foster children at Muhammadiyah Orphanage Sumur Bandung; 2) Counseling Communication Process at Muhammadiyah Orphanage, Sumur Bandung; 3) Condition of introverted personality of foster children after counseling communication at Muhammadiyah Orphanage Sumur Bandung. The research method used in this study is using descriptive qualitative methods, with data collection in the form of observation, analysis, and direct interviews with a number of foster children, orphanages, boarding counselors. This research is based on the assumption of introverted personality traits such as anxiety, shame, awkwardness, difficulty adjusting and others. From the results of research that has been done can be concluded that 1) the condition of foster children who have an introverted personality is still not good when viewed from the aspect of shame, aloofness, sensitivity if there is criticism, filled with worries, awkward and more happy to write. 2) The process of counseling communication in the Muhammadiyah Sumur Bandung PSAA includes first, building interpersonal relationships between counselors and foster children, second, indirect communication methods, and the three methods of direct communication which include individuals and groups. 3) Results from the communication process of counseling to foster children who have an introverted personality. In the aspect of shame the foster child can socialize with others, dare to communicate with the mentor and dare to speak in front of his friends. In the aspect of being alone, foster children begin to open up with counselors so they don't spend time alone. In the sensitive aspect if there is criticism the foster child feels cared for when advised by the mentor and can receive broadly the advice of the mentor. In the more fluent aspect of writing than talking foster children begin to dare to communicate directly with others. In the aspect of concern foster children are not anxious when facing problems. In the awkward aspect, foster children can communicate directly with counselors, friends, and others.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Konseling; Anak Asuh; Kepribadian Introvet
Subjects: Educational Institutions, Schools and Their Activities > Student Guidance and Counseling
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Sri Wahyuni
Date Deposited: 06 Sep 2018 01:47
Last Modified: 06 Sep 2018 01:47
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/12697

Actions (login required)

View Item View Item