Efektivitas ekstrak rimpang temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) terhadap pertumbuhan fungi pityrosporum ovale pada ketombe

Rahayu, Hesti Gustini (2011) Efektivitas ekstrak rimpang temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) terhadap pertumbuhan fungi pityrosporum ovale pada ketombe. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (112kB) | Preview
[img] Text (BAB I SD V)
4_bab1sd5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (725kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)

Abstract

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) mengandung kurkumin dan minyak atsiri dapat digunakan sebagai antifungi. Ketombe adalah keadaan dimana terjadi pengelupasan sel stratum korneum pada kulit kepala secara berlebihan berupa sisik-sisik tipis, berwarna putih dan mengumpul pada permukaan kulit kepala. Pityrosporum ovale merupakan fungi penyebab timbulnya ketombe. Penelitian tentang efektifitas ekstrak rimpang temulawak sebagai antifungi pada P. ovale belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak rimpang temulawak dalam menghambat pertumbuhan P. ovale pada ketombe. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ekstrak rimpang temulawak sebagai senyawa alamiah terdiri dari empat taraf yaitu konsentrasi 35%, 30%, 25% dan 20%, serta akuades sebagai kontrol. Hasil tersebut dibandingkan dengan ketokonazol 1% dalam shampo sebagai senyawa artifisial. Pada penelitian ini rimpang temulawak di maserasi dengan pelarut etanol 96%, sehingga diperoleh ekstrak kental yang selanjutnya dilakukan uji hayati dengan metode difusi agar. Parameter yang diamati adalah diameter pertumbuhan dan persentase penghambatan fungi P. ovale pada media Sabouraud Dextrose Agar+minyak kelapa yang telah diberi tambahan ekstrak rimpang temulawak pada masing-masing konsentrasi. Hasil analisis data dengan Anava pada taraf nyata (α) 0,05 menunjukkan ekstrak rimpang temulawak berbeda nyata, artinya ekstrak rimpang temulawak efektif menghambat pertumbuhan P. ovale pada ketombe. Perlakuan efektif adalah konsentrasi 35% dengan diameter pertumbuhan P. ovale terkecil yaitu 3,52 mm.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Fungi Pityrosporum Ovale; temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.); Rimpang;
Subjects: Biology
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 27 Apr 2016 03:38
Last Modified: 28 Nov 2018 06:05
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/1296

Actions (login required)

View Item View Item