Toleransi beberapa klon tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap penyakit busuk daun dari cendawan Phythoptora infestans

Rizkia, Putri (2011) Toleransi beberapa klon tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap penyakit busuk daun dari cendawan Phythoptora infestans. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (75kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (461kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (931kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan perkembangan beberapa klon tanaman kentang (Solanum tuberosum L) terhadap penyakit busuk daun akibat cendawan Phythoptora infestans serta mengetahui tingkat ketahanan dari beberapa klon tanaman kentang terhadap serangan penyakit busuk daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan yang berjumlah 10 klon, yaitu klon1, 3, 7, 10, 12, 14, 15, 16, 17,dan 19, dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Pengamata yang dilakukan adalah pengukuran tinggi tanaman, penghitungan jumlah umbi, penghitungan bobot umbi, dan persentase intensitas serangan penyakit busuk daun. Analisis statistic yang digunakan adalah uji analisis sidik ragam (Uji Anova) dengan kepercayaan 95 % dan apabila hasilnya berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Intensitas serangan penyakit masih dalam kapasitas rendah pada minggu ke-1 dan klon 12 yang paling rendah intensitas serangan penyakit busuk daun ini dibandingkan dengan klon yang lain. Klon yang pertumbuhannya paling baik (tinggi batang) adalah klon 3. Sedangkan klon dengan kode 10 memiliki pertumbuhan yang kurang optimal. Klon yang menghasilkan umbi terbanyak adalah klon 16 dan klon 12. Bobot umbi yang paling tinggi adalah klon dengan kode 12. Klon 12 selain memiliki bobot yang tinggi, klon ini juga memiliki tingkat intensitas serangan yang rendah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Phythoptora infestans; tanaman Kentang;
Subjects: Biology
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 27 Apr 2016 07:26
Last Modified: 13 Dec 2018 02:37
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/1303

Actions (login required)

View Item View Item