Kritik terhadap pemikiran Ignaz Goldziher: studi kasus hadis anjuran Nabi Saw rihlah ke tiga masjid suci

Zamri, Muhammad (2015) Kritik terhadap pemikiran Ignaz Goldziher: studi kasus hadis anjuran Nabi Saw rihlah ke tiga masjid suci. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_caver.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (595kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (378kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (458kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB)

Abstract

Kritik terhadap pandangan orientalis tentang hadis, sangat penting untuk mengungkap kekeliruan-kekeliruan pemikirannya. Ignaz Goldziher, adalah seorang tokoh orientalis yang gencar mengkritik hadis. Dia berpendapat bahwa hadis tentang Anjuran Nabi Muhammad SAW Rihlah ketiga Masjid Suci (Masjid al-Haram, Masjid Nabawi, Dan Masjid al-Aqhsha) yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari, merupakan kategori hadis palsu. Penelitian ini bertujuan: Pertama, untuk mengetahui pemikiran Ignaz Goldziher tentang hadis Anjuran Nabi Muhammad SAW Rihlah ketiga Masjid Suci. Kedua, untuk mengetahui kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan oleh Ignaz Goldziher terhadap hadis Anjuran Nabi Muhammad SAW Rihlah ketiga Masjid Suci. Penelitian ini menggunakan data Kualitatif. Dan termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (Liberary Reaserch). Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode dokumentasi, yaitu dengan cara mencari dan mengumpulkan beberapa literatur yang berkaitan dengan tema yang akan diteliti. Mengelompokkan data mengenai hadis rihlah ke tiga masjid suci dari berbagai kitab hadis. Kemudian melakukan analisis dengan cara menelaah dan menginventarisasi data berdasarkan sumber data yang primer atau sekunder. Penelitian ini menemukan beberapa pemikran Ignaz Goldziher mengenai hadis ini. Pertama,‘Abd al-Malik bin Marwan merasa khawatir apabila orang-orang Syam yang pergi haji ke Makkah melakukan bai’at kepada ‘Abdullah bin al-Zubair. Karena itu ia berusaha agar orang-orang dapat melakukan haji di Qubbah al-Shakhra, di Qudus (Jerusalem) sebagai ganti dari pergi haji ke Makkah. Kedua, Ia mengeluarkan keputusan bahwa tawaf (berkeliling) di sekitar al-Shakhra sama nilainya dengan tawaf disekitar Ka’bah. Untuk tujuan politik ini, ia mempercayakan ahli hadis al-Zuhri untuk membuat hadis yang sanadnya besambung sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Ketiga, Abd Malik meniadakan ibadah haji, atau setidak-tidaknya berusaha meniadakan ibadah haji. Kemudian terdapat banyak kekeliruan-kekeliruan Ignaz Goldziher berkenaan dengan hadis ini. Pertama, tuduhan Goldziher terhadap al-Zuhri yang dianggapnya memalsukan hadis, adalah tuduhan yang tidak berdasar sama sekali. Al-Zuhri adalah orang yang tsiqah (terpercaya), seorang faqih, Imam, Hafidz, dan Hujjah. Kedua, beliau mengatakan bahwa al-Zuhri memalsukan hadis ini atas perintah dari khalifah ‘Abd al-Malik bin Marwan, ahli-ahli sejarah berpendapat tentang tahun kelahiran al-Zuhri antara tahun 50 H. ia juga tidak pernah bertemu dengan ‘Abd al-Malik bin Marwan sebelum tahun 81 H. Ketiga, usia al-Zuhri sa’at itu adalah 10 sampai 18 tahun. Tidak logis apabila sorang anak semuda itu sudah popular dikalangan ilmuan diluar lingkunganya sendiri. Ke-empat, adapun tentang kebobrokan khalifah-khalifah Umaiyyah tidaklah tepat. khalifah ‘Abd al- Malik adalah orang yang takwa, sehingga orang menyebutnya sebagai “merpati masjid”. Juga al-Walid ‘Abd al-Malik yang di zamanya banyak dibangun masjid, sehingga disebut sebagai masa pembangunan. Kelima, berdasarkan analisis dengan menggunakan ilmu Takhrij, tida k hanya al-Zuhri yang meriwayatkan hadis tersebut, akan tetapi ada pula perawi lainya yang dapat dipercaya. Ke-enam, berdasarkan Syarah makna rihlah dalam hadis tersebut bukanlah haji melainkan hanya suatu perjalanan ataupun ziarah saja.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Rasyida Rofiatun Nisa
Date Deposited: 07 Sep 2018 09:12
Last Modified: 07 Sep 2018 09:12
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/13322

Actions (login required)

View Item View Item