Pola bimbingan orang tua asuh dalam meningkatan kecerdasan emosional remaja: Penelitian di Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak Ciumbuleuit Bandung

Azahro, Iva Faridha (2018) Pola bimbingan orang tua asuh dalam meningkatan kecerdasan emosional remaja: Penelitian di Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak Ciumbuleuit Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (407kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (388kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (654kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (25kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan yang terjadi dikalangan remaja diakibatkan kurangnya stimulasi emosional. Keberhasilan seorang anak dalam mencapai tumbuh-kembangnya tidak hanya dilihat dari kecerdasan intelektualnya tetapi harus di ikuti juga oleh kecerdasan emosional. Remaja yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tentu akan berhasil mengatasi permasalahan yang terjadi pada dirinya, sebaliknya apabila remaja memiliki kecerdasan emosi yang rendah maka akan mengalami kesulitan dalam mengatasi dan mengendalikan dirinya. Begitupun pada anak-anak ataupun remaja yang tinggal di RPSAA Ciumbuleuit Bandung, pembentukan kecerdasan emosional pada diri mereka tidak akan terlepas dari bimbingan serta pengasuhan yang diberikan orang tua asuh terhadap anak asuh. Atas dasar itu tujuan dari peneliti ini yaitu untuk mengetahui 1) karakteristik kecerdasan emosional remaja di RPSAA Ciumbuleuit Bandung; 2) pola bimbingan orang tua asuh dalam menumbuhkan kecerdasan emosional remaja di RPSAA Ciumbuleuit Bandung; 3) hasil pola bimbingan orang tua asuh dalam menumbuhkan kecerdasan emosional remaja di RPSAA Ciumbuleuit Bandung. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengenali, memahami, mengelola segala bentuk emosi yang terjadi pada dirinya maupun pada orang lain. Perkembangan kecerdaan emosional ini berkaitan erat dengan pola pengasuhan sejak kecil yang diterapkan orang tua terhadap anak. Pola asuh yaitu model, cara atau dengan kata lain sebuah proses interaksi yang terjadi antara orang tua dan anak dalam mendidik, memelihara, membimbing dalam mengoptimalkan proses perkembangan anak untuk mencapai kedewasaan hingga membentuk perilaku yang sesuai dan dapat diterima di masyarakat. Jenis-jenis pola asuh diantaranya yaitu pola asuh otoriter, pola asuh otoritatif/demokratis, pola asuh memanjakan dan pola asuh mengabaikan. Setiap pola asuh memiliki aturan serta kontrol yang berbeda-beda, sehingga masing-masing pola auh yang diterapkan akan memiliki dampak tersendiri terhadap aspek perkembangannya termasuk perkembangan emosionalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, serta pemilihan subjek dan informan dengan cara acak dan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap enam orang anak asuh dan tiga orang tua asuh RPSAA Ciumbuleuit Bandung. Sedangkan dalam menganalisisnya peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dan perilaku dari subjek yang diamati. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dapat diambil kesimpulan bahwa pola pengasuhan yang ditepakan oleh orang tua asuh di RPSAA Ciumbuleuit Bandung pada umumnya adalah pola asuh otoritatif/demokrasi yang pada prinsipnya mengandung sifat pengajaran (intructing), pengganjaran (rewarding) dan pembujukan (inciting). Hasil pengasuhan dalam menumbuhkan kecerdasan emosional remaja di RPSAA Ciumbuleuit Bandung menyimpulkan bahwa anak asuh usia remaja telah memiliki kecerdasan emosional yang cukup baik, yaitu terlihat dari bagaimana cara mereka mampu mengendalikan segala perasaan yang pada dirinya, meskipun ada beberapa remaja panti yang belum sepenuhnya memenuhi aspek kecerdasan emosional. Faktor pendukung dalam pengasuhan dalam meningkatkan kecerdasan emosional remaja panti yaitu adanya kerjasama antara anak dengan pengasuh, rasa kekeluargaan yang terbentuk dari semua pihak, adanya kepercayaan dar dukungan pihak keluarga anak, masyarakat serta pemerintah, baik materil dan moril dari lembaga. Faktor penghambat meliputi sistem pengasuhan, faktor internal anak, serta faktor lingkungan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pola Bimbingan; Orang Tua Asuh; Kecerdasan Emosional
Subjects: Educational Institutions, Schools and Their Activities > Student Guidance and Counseling
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Iva Faridha Azahro
Date Deposited: 17 Sep 2018 08:04
Last Modified: 26 Feb 2019 02:08
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/13678

Actions (login required)

View Item View Item