Derivational affixes in English and Sundanese: A contrastive Analysis

Wulandari, Asti (2018) Derivational affixes in English and Sundanese: A contrastive Analysis. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (174kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRACT.pdf

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_CONTENTS.pdf

Download (287kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (367kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (555kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_BAB3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (324kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_BAB4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (852kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_BAB5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR ISI)
9_REFERENCE.pdf
Restricted to Registered users only

Download (289kB) | Request a copy

Abstract

Derivational affixes is the word formation process that found to creates a new word by attaching affixes to the root which creates a new lexeme, alter the meaning and may also the part of speech. In this research, the researcher discusses the contrast between English and Sundanese derivational affixes. This research focuses on three issues: (1) what types of derivational affixes in English and Sundanese are found in The Black Cat (183) and Ucing Hideung (2006)? (2) How are the morphological process of derivational affixes in English and Sundanese found in The Black Cat (183) and Ucing Hideung (2006)? (3) What are the similarities and the differences of derivational affixes in English and Sundanese found in The Black Cat (183) and Ucing Hideung (2006)?. The researcher uses the theory of Geert Booij (2007) for types of derivational affixes, the theory of O’Grady & Guzman (1996) for analyzing the morphological process and the theory of Jack Fisiak (1981) for analyzing the similarities and the differences of derivational affixes in English and Sundanese. The English data were taken from the short story “The Black Cat (1843)” by Edgar Allan Poe and the Sundanese data taken from the same story but has been translated into Sundanese by Yuliana Mustofa entitled “Ucing Hideung (2006)” that was published in Cupumanik Magazine no 36. The method applied in this research was the descriptive qualitative method. The result of this research shows that there were found four types of derivational affixes namely, nominalization, verbalization, adjectivalization, and adverbialization. Meanwhile, in Sundanese not found the type of adverbialization. The morphological process of the derivational affixes in English and Sundanese created a new lexeme, altered the meaning of the word and some also change the part of speech. The similarities of English and Sundanese derivational affixes are there were found same types of affixes found in English and Sundanese, there are prefix, suffix and multifix in English or confix in Sundanese. Both English and Sundanese were found the same types of derivational affixes such as nominalization, verbalization, and adjectivalization. The differences are, nominalization has the greater number than other types in English, but in Sundanese verbalization which has the greater number. In the context of meaning, English derivational affixes have the prefixes that have negative meaning, but Sundanese derivational affixes don’t have the prefixes that denote negative meaning. In Sundanese, there were found the verbalization formed by nasalization process and partial reduplication, while not found in English. The suggestion is through learning the affixation especially derivational affixes, it can enrich vocabulary skill by categorizing one word into various word with different structures and meanings. Derivasional afiks merupakan proses pembentukan kata yang banyak ditemukan untuk membuat sebuah kata baru dengan membubuhkan afiks pada kata dasar yang membentuk leksem baru, mengubah makna dan kemungkinan mengubah kelas kata juga. Dalam penelitian ini, peneliti membahas tentang perbandingan antara derivasional afiks dalam bahasa Inggris dan bahasa Sunda. Penelitian ini fokus pada tiga persolan pokok yaitu (1) Apa jenis derivasional Afiks bahasa Inggris dan bahasa Sunda yang ditemukan dalam The Black Cat (1843) dan Ucing Hideung (2006)? (2) Bagaimana proses morfologi derivasional affiks dalam bahasa Inggris dan bahasa Sunda yang ditemukan dalam The Black Cat (1843) dan Ucing Hideung (2006)? Apa perbedaan dan persamaan derivasional Affiks dalam bahasa Inggris dan bahasa Sunda yang ditemukan dalam The Black Cat (1843) dan Ucing Hideung (2006)?. Peneliti memakai teori dari Geert Booij (2007) untuk macam-macam derivasional afiks, teori dari O’Grady & Guzman (1996) untuk menganalisis proses morfologis, dan teori dari Jack Fisiak (1981) untuk menganalisis persamaan dan perbedaan derivasional afiks dalam bahasa Inggris dan bahasa Sunda. Data bahasa Inggris diambil dari cerita pendek “The Black Cat (1843)” karya Edgar Allan Poe dan data bahasa Sunda diambil dari cerita yang sama, tetapi telah diterjemahkan kedalam bahasa Sunda oleh Yuliana Mustofa dengan judul “Ucing Hideung (2006)” yang diterbitkan di majalah Cupumanik nomor 36 tahun 2006.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa jenis derivasional afiks yang ditemukan adalah nominalisasi, verbalisasi, adjektivalisasi dan adverbialisasi. Sedangkan dalam bahasa Sunda tidak ditemukan jenis derivasional afiks adverbialiasi. Proses morfologi derivasi bahasa Inggris dan bahasa Sunda adalah dengan membentuk leksem baru, mengubah makna dan juga beberapa ada yang mengubah kelas kata. Persamaan antara keduanya adalah ditemukannya jenis afiks yang sana yaitu, prefiks, suffiks, dan multifix dalam bahasa Inggris atau confiks dalam bahasa Sunda. Ditemukannya jenis derivasional affiks yang sama yaitu nominalisasi, verbalisasi dan adjektivalisasi pada bahasa Sunda dan bahasa Inggris. Perbedaan antara keduanya adalah banyak ditemukannya jenis nominalisasi dalam bahasa Inggris, sedangkan dalam bahasa Sunda yang banyak ditemukan adalah jenis verbalisasi. Dalam konteks makna, derivational affiks bahasa Inggris memiliki prefiks yang mempunyai makna negatif, sedangkan dalam bahasa Sunda tidak ditemukan. Dalam bahasa Sunda, ditemukan verbalisasi yang terbentuk karena proses nasalisasi dan reduplikasi sebagian, sedangkan dalam bahasa Inggris tidak ditemukan. Sarannya adalah dengan mempelajari afiksasi khususnya derivasional affiks dapat memperkaya kemampuan kosa kata dengan mengelompokan kata kedalam variasi kata-kata dengan perbedaan struktur dan arti.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Affixes; derivational affixes; English and Sundanese
Subjects: Linguistics
Grammar, Sentences, Syntax, Word Order > Morphology
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Asti Wulandari Setiadi
Date Deposited: 08 Jul 2019 04:38
Last Modified: 08 Jul 2019 04:38
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/14067

Actions (login required)

View Item View Item