Sintesis nanokomposit Al2o3-Fe2o3 untuk penjerapan logam berat kromium (Vi)

Rahmawati, Rika (2012) Sintesis nanokomposit Al2o3-Fe2o3 untuk penjerapan logam berat kromium (Vi). Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (197kB) | Preview
[img] Text (BAB I - BAB IV)
4_bab1sd4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (808kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
5_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (259kB)

Abstract

Limbah logam berat dari industri yang langsung dibuang ke lingkungan dapat membahayakan kesehatan. Logam berat, misalnya kromium, dapat menjadi masalah besar bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik. Salah satu cara mengurangi kadar kromium di perairan adalah dengan cara penjerapan. Oleh karena itu diperlukan bahan penjerap yang efektif dan efisien untuk mengurangi konsentrasi kromium. Alumina merupakan bahan yang biasa digunakan sebagai penjerap. γ-alumina merupakan bahan keramik yang memiliki pori-pori di permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis γ-alumina yang digabungkan dengan besi(III) oksida dan dibuat dalam ukuran nanometer. Partikel berdimensi nanometer memiliki luas permukaan yang besar sehingga dapat mempercepat reaksi yang dilakukan. Sukrosa ditambahkan sebagai template untuk mempermudah terbentuknya kristalit berukuran nanometer. Prekursor komposit dipanaskan pada 200 ¬¬¬¬°C untuk mendegradasi sukrosa dan dilanjutkan dengan kalsinasi pada 800 °C selama 4 jam. Komposit hasil sintesis diuji kemampuannya untuk menjerap logam kromium(VI) menggunakan K2Cr2O7 sebagai model. Banyaknya K2Cr2O7 yang terjerap ditentukan secara tidak langsung, yakni dari pengukuran kadar K2Cr2O7 yang tidak terjerap dengan menggunakan spektroskopi serapan atom. Pengaruh waktu kontak penjerapan dilakukan pada enam variasi yaitu pada 1, 5, 10, 15, 20, dan 24 jam. Kondisi perlakuan ditetapkan pada pH 2, konsentrasi Cr(VI) (sebagai larutan K2Cr2O7) 30 ppm, dan berat nanokomposit 0,2 gram. Hasil sintesis berupa serbuk yang sangat halus berwarna abu tua yang kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Difraction). Hasil karakterisasi menunjukkan terbentuknya kristal γ-Al2O3 (ukuran kristalit 3 nm) sementara Fe2O3 terbentuk dalam fasa amorfnya. Efisiensi dan kapasitas jerapan pada enam variasi waktu kontak berada dalam rentang 80-85% dan 5,55-6,03 mg/gram nanokomposit. Hasil ini menunjukkan bahwa nanokomposit Al2O3-Fe2O3 efektif untuk menurunkan konsentrasi logam kromium(VI).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: nanokomposit; besi(III) oksida; γ-alumina;
Subjects: Analytical Chemistry
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Kimia
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 19 May 2016 01:49
Last Modified: 14 Mar 2019 04:55
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/1587

Actions (login required)

View Item View Item