Pemberdayaan perempuan melalui program peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS): studi deskriptif di Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar

Septiani, Intan (2018) Pemberdayaan perempuan melalui program peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS): studi deskriptif di Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (46kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB 1.pdf

Download (253kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (316kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (209kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (176kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (229kB) | Request a copy

Abstract

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di zaman yang semakin modern, mengharuskan masyarakat untuk berpartisipasi dan menjaga lingkunganya melalui program pemerintah (P2WKSS) yang mana program tersebut memberdayakan para perempuan di Desa Binangun dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pendapatan untuk menciptakan keluarga yang sehat sejahtera. Tujuan penelitian untuk mengetahui, 1) Bagaimana peran kader (P2WKSS) dalam pemberdayaan perempuan dalam bidang pendidikan bagi masyarakat desa Binangun, 2) Bagaimana peran kader (P2WKSS) dalam bidang kesehatan dan pendapatan bagi masyarakat desa Binangun, 3) Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat berjalanya program pemberdayaan (P2WKSS) di Desa Binangun. Teori Strukturasi memusatkan perhatian pada praktik sosial yang berulang, yang pada dasarnya adalah sebuah teori yang menghubungkan antara agen dan struktur yang mana dalam penelitian ini Kader P2WKSS sebagai Agen dan warga binaan sebagai struktur. Agen dan struktur merupakan dwirangkap tindakan sosial yang memerlukan struktur, dan seluruh struktur memerlukan tindakan sosial. Agen dan struktur saling terjalin tanpa terpisahkan dalam praktik sosial dan aktivitas manusia.Sebagai teori pendukungnya penulis menggunakan teori Pemberdayaan Prijono dan Pranarka. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan, atau masalah yang bersifat aktual, menggambarkan fakta diiringi dengan interpretasi rasional yang tepat. Sumber data primer nya adalah kader (P2WKSS) dan perempuan waarga binaan di Desa Binangun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan Studi kepustakaan, teknik analis datanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertempat di Desa Binangun Kota Banjar. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan dapat diketahui bahwa, 1) Peran kader P2WKSS dalam bidang pendidikan mendirikanya taman baca untuk masyarakat dan program keaksaraan fungsional untuk para orang tua yang buta aksara. 2) Peran kader dalam bidang kesehatan mengadakan program PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), berupa rehab rumah tidak layak huni kategori rehab ringan dan rehab berat, pengadaan tempat sampah dan sapu lidi di rt 09, 10, 11, pembuatan MCK baru untuk warga binaan. Peran kader dalam bidang pendapatan memberikan program pelatihan-pelatihan pada warga binaan,pelatihan KWT (pemanfaatan lahan pekarangan) dengan menanam sayuran cabe, kangkung, pokcoy, bayam, dan strawberi. Pelatihan keterampilan dan pelatihan olahan makanan berupa Gula semut, dodol pepaya, manisan pepaya. 3) Faktor yang mendukung program tersebut yaitu peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan peran pemerintah sebagai birokrasi yang harus memahami aspirasi, membangun partisipasi, membangun dialog dengan masyarakat serta mempersiapkan masyarakat dengan sebaik-baiknya agar pemberdayaan masyarakat berjalan dengan efektif. Faktor penghambat program P2WKSS dari masyarakat yaitu dalam bidang pemasaran olahan makanan yang dirasa masyarakat kurang maksimal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pemberdayaan; Perempuan; P2WKSS;
Subjects: Social Process > Social Change
Social Welfare, Problems and Services > Historical, Geographic, Person Treatment of Social Welfare
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Intan Septiani
Date Deposited: 02 Nov 2018 07:47
Last Modified: 02 Nov 2018 07:47
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/16348

Actions (login required)

View Item View Item