Model pembelajaran tahfidz Al-Qur’an: studi komparatif model desain sistem pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Madrasah Aliyah Al-Ma’tuq Cisaat Sukabumi dan Madrasah Aliyah Sunanul Huda Cisaat Sukabumi

Palah, Palah (2018) Model pembelajaran tahfidz Al-Qur’an: studi komparatif model desain sistem pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Madrasah Aliyah Al-Ma’tuq Cisaat Sukabumi dan Madrasah Aliyah Sunanul Huda Cisaat Sukabumi. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (486kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (846kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (915kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (157kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)

Abstract

Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah bahwa madrasah saat ini telah dianggap sebagai model institusi pendidikan yang mempunyai keunggulan, baik dari sisi budaya keilmuannya maupun dari sisi internalisasi nilai-nilai moralitasnya. Salah satu aspek keunggulan madrasah saat ini adalah dalam hal keberhasilnnya menyelenggarakan pembelajaran tahfidz al-Qur’an yang saat ini sedang booming di masyarakat. Masyarakat menaruh harapan besar terhadap lembaga pendidikan yang menyelenggarakan kurikulum nasional terintegrasi dengan pondok pesantren agar anak-anaknya memiliki akhlak yang baik dan pengetahuan yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: (1) Program Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an; (2) Tujuan Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an; (3) Proses Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an; (4) Evaluasi Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an; (5) Faktor Pendukung Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an; (6) Faktor Penghambat Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an; dan (7) Hasil Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an. Kerangka penelitian ini adalah model pembelajaran yang diadaptasi dari Basic Teaching Model yang dikembangkan oleh Robert Glaser pada tahun 1962. Model ini disebut basic karena menggambarkan model pembelajaran hanya dalam empat komponen, yaitu program, tujuan, proses dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (naturalistic) dengan metode deskriptif-analitis. Lokasi penelitian yang dipilih adalah MA Al-Ma’tuq dan MA Sunanul Huda Cisaat Sukabumi Jawa Barat yang bersifat kasuistik, dengan maksud untuk menggambarkan realitas empiris dari latar alamiah berdasarkan teori supaya lebih mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan prosedur unitisasi data, kategorisasi data, dan penafsiran data. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Program pembelajaran tahfidz al-Qur’an MA Al-Ma’tuq adalah menghafal al-Qur’an minimal 10 juz dalam waktu 3 tahun, dan MA Sunanul Huda menargetkan hafalan minimal 1 juz. (2) Tujuan Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an di kedua madrasah ini adalah memfasilitasi minat dan bakat peserta didik yang memiliki keinginan kuat untuk membaca, memahami, dan menghafal al-Qur’an dengan baik dan benar. (3) Proses Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an dengan menggunakan metode setoran dengan dibimbing ustadz/ustadzah profesional. (4) Evaluasi Pembelajaran Tahfidz al-Qur’an dilakukan dengan test lisan baik mingguan, bulanan, semesteran dan evaluasi akhir tahun. (5) Faktor pendukungnya adalah mendapatkan dukungan penuh dari yayasan dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai serta tersedianya pembimbing yang profesional. Sedangkan faktor penghambatnya adalah padatnya beban belajar yang dihadapi peserta didik membuat waktu untuk menghafal dan muroja’ah menjadi sangat terbatas. (6) Hasil yang dicapai adalah peserta didik MA Al-Ma’tuq dapat menyelesaikan target hafalan minimal 10 juz dan MA Sunanul Huda minimal 1 juz Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian di atas, direkomendasikan agar: (1) Pihak Madrasah disarankan mempertahankan dan mengoptimalkan program pembelajaran tahfidz al-Qur’an serta memberikan tambahan waktu kusus lebih luas bagi peserta didik dalam menghafal dan muroja’ah. (2) Pihak musyrif/musyrifah (pembimbing) diharapkan lebih meningkatkan intensitas bimbingan serta memberikan motivasi kepada peserta didik guna mengurangi rasa malas dan jenuh atau bosan dalam muroja’ah, menghafal dan mengikuti kegiatan tahfidz al-Qur’an. (3) Bagi peserta didik bahwa rasa malas yang terkadang datang, agar senantiasa istiqomah dalam menjaga dan mengulang hafalan dengan terus menerus. Selain itu juga peserta didik diharapkan dapat mengatur waktu dengan baik antara mengulang dan menghafal al-Qur’an dengan kegiatan madrasah maupun pesantren.n.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran Tahfidz Al-Quran; Model Desain Sistem;
Subjects: Islam > Islamic Religious Education
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi PAI
Depositing User: Rasyida Rofiatun Nisa
Date Deposited: 26 Nov 2018 08:28
Last Modified: 26 Nov 2018 08:28
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/16970

Actions (login required)

View Item View Item