Peningkatan aktivitas ekonomi berbasis budaya petani dan nelayan ke arah ekonomi syariah berprinsip bagi hasil di Kabupaten Serang

Syihabudin, Syihabudin (2016) Peningkatan aktivitas ekonomi berbasis budaya petani dan nelayan ke arah ekonomi syariah berprinsip bagi hasil di Kabupaten Serang. doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (953kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (337kB)

Abstract

INDONESIA Masyarakat Tani dan Nelayan Kabupaten Serang telah melaksanakan kegiatan ekonomi yang berbasis budaya maron dan mertelu (bagi hasil) dalam berbagai bentuknya. Kegiatan budaya ekonomi maron dan mertelu dapat menjadi sarana peningkatan pendapatan. Akan tetapi, kegiatan budaya ekonomi tersebut belum sepenuhnya berharmonisasi dengan peraturan perundang-undangan ekonomi Islam. Oleh karena itu perlu langkah (usaha) untuk bisa berharmonisasi dengan hukum Islam sesuai dengan peraturan yang berlaku terutama dalam hal bagi hasil. Untuk kepentingan penelitian ini penulis memfokuskan penelitian para petani dan nelayan di wilayah Kabupaten Serang. Penelitian ini mempertanyakan hal-hal sebagai berikut : 1. Bagaimana aktivitas perekonomian masyarakat tani dan nelayan Kabupaten Serang yang berbasis Budaya“maron, dan mertelu”ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah ; 2. Bagaimana aktivitas dapat meningkatkan taraf hidup keluarga sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan ; 3. Bagaimana langkah-langkah peningkatan aktivitas ekonomi berbasis budaya tani dan nelayan ke arah ekonomi syariah berbasis bagi hasil. Pendekatan penelitian menggunakan Yuridis Normatif Empirik. Pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan berupa bahan primer, sekunder dan tersier, yang ditunjang dengan data empirik kemudian dianalisis menggunakan yuridis yang berbobot ekonomis. Penelitian ini menyimpulkan : pertama, Sistem dan mekanisme bagi hasil yang diterapkan oleh masyarakat di Serang adalah "maron" identik dengan (al-muzaraah) bagi para petani dan para nelayan menerapkan "mertelu" (al-Mudharabah) dalam Hukum Ekonomi Syariah. Kedua, terbukti sistem "maron" dan "mertelu", mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan masyarakat serta memberikan semangat untuk bekerja dalam meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih baik guna mencapai kesejahteraan dan keadilan. ketiga, langkah-langkah untuk berharmonisasi adalah melalui pendampingan dan pembinaan dengan membentuk kelompok tani dan nelayan, struktur kepengurusan dan koperasi petani dan nelayan agar harkat dan martabat petani dan nelayan menuju kehidupan yang lebih baik guna mencapai kesejahteraan dunia dan akherat. ENGLISH The profit sharing system maron and mertelu as cultural based economy activities carried out by community of farmers and fishermen Serang Regency. It can be used to increasing their revenue. However this economy based on cultural system still unsynchronise with Islam economic legislation. Therefore it is necessary step (enterprises) in order to harmonise with the Islamic law in accordance with the regulations, especially in profit sharing. This study focus on the research farmers and fishermen in Serang regency. The main problems this study are : 1 ) . How economic activity of farmers and fishermen community Serang District based on Maron Mertelu Culture in terms of the Law of Islamic Economics .2 ) . How economic activity of farmers and fishermen community in improving the living standards. 3 ) . How do measures of economic activity development model based on culture farmers and fishermen toward Syariah. The study using empirical juridical approach, and for data collection using study literature based on the primary, secondary and tertiary data with supported empirical data and anlyzed in economic juridical. The results of this study show: first the systems and mechanisms for the results that communities in Serang of "maroon" identical as al-muzaraah for the farmers and the fishermen used “mertelu” as al-Mudharabah economic law sharia. Second, this “maroon” and mertelu sysytem are capable of increasing family incomes, because the system for these results could forge the performance to work harder into increase incomes. Third, steps of the economic development of farmers and fishermen can be used by the mentoring or coaching by forming group, governance structures and cooperative farmers and fishermen as alternative solution to raise the dignity of farmers and fishermen towards a better life to achieve the welfare of the world and the hereafter.

Item Type: Thesis (doktoral)
Uncontrolled Keywords: Maron, Mertelu; al-muzaraah; al-mudharabah
Subjects: Islam > Islam and Economics
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Hukum Islam
Depositing User: Users 11 not found.
Date Deposited: 11 Dec 2018 08:16
Last Modified: 11 Dec 2018 08:16
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/17335

Actions (login required)

View Item View Item