Pergeseran nilai-nilai sakral dalam perkawinan: studi kasus pada perceraian di Desa Curug Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu

Umam, Khaerul (2018) Pergeseran nilai-nilai sakral dalam perkawinan: studi kasus pada perceraian di Desa Curug Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (293kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (334kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (496kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (583kB) | Request a copy
[img] Text (BAB VI)
9_bab6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (121kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA Sebagian besar masyarakat Indonesia masih memandang perkawinan sebagai sebuah perjanjian bathin yang sakral (mitsaaqan ghaliidzan), hal tersebut ditunjukkan dari berbagai upacara dan tradisi yang melingkupinya. Namun, nilai kesakralan perkawinan mendapatkan “gugatan” dari tingginya kasus perceraian yang terjadi. Tahun 2015-2017, Indramayu merupakan Kabupaten yang memiliki tingkat perceraian tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kesakralan dari institusi perkawinan patut dipertanyakan keberadaannya saat ini. Disertasi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perkawinan yang selama ini dianggap sakral oleh masyarakat, mengalami pergeseran nilai sehingga menyebabkan tingkat perceraian yang tinggi. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang diuraikan secara deskriptif-analitis, disertasi ini berusaha mengungkap fenomena perkawinan dan perceraian yang terjadi di masyarakat dan bagaimana proses terjadinya pergeseran nilai tersebut. Dengan melakukan penelitian langsung di lapangan, peneliti menggali data yang terkait dengan permasalahan penelitian dan mewawancarai 13 orang informan yang terlibat dalam masalah perceraian dengar rata-rata usia perkawinan selama 10 tahun. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perkawinan masih dianggap sebagai peristiwa yang memuat nilai-nilai sakral, namun motivasi dan tradisi dalam pesta perkawinan tidak menunjukan kesakralan nilai tersebut. 2) Tingkat perkawinan dan perceraian di Indramayu cukup tinggi dan didominasi oleh tuntutan istri atau gugat cerai sebanyak lebih dari 70%. 3) Para pelaku perceraian memandang bahwa hubungan seksual di luar perkawinan sebagai hal yang tercela, namun menganggap wajar perilaku tersebut saat pasangan suami istri dipisahkan karena pekerjaan dalam waktu yang cukup lama. 4) Pergeseran nilai sakral dalam perkawinan terjadi karena dorongan beberapa faktor yaitu, perselisihan ekonomi, campur tangan pihak keluarga, serta perselingkuhan yang tidak dikehendaki. Dari temuan di atas penelitian ini merumuskan bahwa pergeseran nilai sakral dalam perkawinan terjadi melalui mekanisme kompromistik, di mana nilai sakral yang selama ini dipahami, mendapatkan tekanan dari budaya dan nilai-nilai modern.Nilai-nilai tersebut merubah tatanan di masyarakat seperti sistem kekerabatan, sistem sosial, dan relasi dalam keluarga.Pergeseran nilai tersebut mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan untuk bercerai ketika terjadi konflik di dalam rumah tangga. ENGLISH Most of Indonesian people still consider marriage as a sacred inner agreement (mitsaaqan ghaliidzan). It is evidenced by the various ceremonies and traditions that encompass it. However, the sanctity value of marriage gets a "lawsuit" from the high divorce cases that occur in the society. In 2013-2015, Indramayu claimed asa regency with the highest divorce rate compared to other regions in Indonesia. It shows that the existance of the sanctityvalue of marriage institution is questionable to this time. This dissertation aims to analyze how marriage that has been valued as a sacred thing by the society, now its value shifts that causes a high divorce rate. By employingcase study approach that is elaborated with descriptive-analytical process, this study tries to reveal the phenomenon of marriage and divorce that occur in the society and how the process of shifting value takes place.By conducting direct research in the field, the researcher delved the data related to the research problem and interviewed 13 informants that involved in divorce cases with an average marriage rate of 10 years. The findings of this study indicate that: 1) Marriage is still regarded as an event that contains sacred values, but the motivation and tradition in the marriage party does not show the sanctity of the value. 2) The marriage and divorce rate in Indramayu is quite high and is dominated by the demands of wife or divorce of more than 70%. 3) The perpetrators of divorce view that sexual intercourse outside marriage as a blameworthy thing, but assume reasonable behavior when couples are separated because of work in a long time. 4) The shift in sacred values in marriage occurs due to the encouragement of several factors namely, economic disputes, family interference, and undesirable affairs. From the findings above this study formulated that the shift in sacred values in marriage takes place through compromistic mechanisms, in which sacred values are already understood, gaining pressure from modern cultures and values. These values change the order in society such as kinship system, social system, and family relations. The shift in value affects a person in making a decision to divorce during a conflict within the household. ARABIC إن معظم المجتمعات الإندونيسية لا يزالون ينظرون أن النكاح عروة باطنية قدسية (ميثاق غليظ). وهذه الحالات تظهر من خلال العادات والثقافات التي تدور حوله، ولكن اليوم كان النكاح يواجه القضية نظرا لارتفاع معدلات الطلاق التي تحدث في المجتمع. حولي سنة 2015-2017 تواجه إندرامايو ظاهرة الطلاق أكثر من الدائرات الإندونيسية الأخرى. وهذه الظواهر الخطيرة تشير إلى احتياج تساؤلات إلى عروة قدسية في النكاح. يهدف هذا البحث إلى أن يحلل الباحث كيف كان النكاح الذي هو عروة قدسية عند المجتمع تتحول قيمه شيئا فشيئاحتى يرتفع منه الطلاق ارتفاعا. يستخدم هذا البحث دراسة حالة يشرح بها وصفية تحليلية ويحاول أن يكشف ظاهرة النكاح والطلاق التي تحدث في المجتمع وحتى أن يكشف كيف حدث ذلك التحول. تشيرنتائجهذهالدراسةإلىمايلي: 1) لايزاليعتبرالزواجحدثايحتوىعلىقيممقدسة،لكنالحافزوالتقاليدفيحفلةالزواجلاتظهرقدسيةالقيمة. 2) معدلالزواجوالطلاقفيإندرامايومرتفعللغايةوتهيمنعليهطلباتالزوجةأوالطلاقبأكثرمن 70٪. 3) يرىمرتكبوالطلاقأنالجماعالجنسيخارجالزواجهوشيءمذموم،لكنهميفترضونسلوكًامعقولًاعندفصلالأزواجبسببالعمللفترةطويلة. 4) يحدثالتحولفيالقيمالمقدسةفيالزواجنتيجةلتشجيعالعديدمنالعواملوهيالنزاعاتالاقتصاديةوالتدخلالأسريوالشؤونغيرالمرغوبفيها. منالنتائجالمذكورةأعلاه،أوضحتهذهالدراسةأنالتحولفيالقيمالمقدسةفيالزواجيحدثمنخلالآلياتتوفيقية،حيثتكونالقيمالمقدسةمفهومةبالفعل،وتكتسبضغوطًامنالثقافاتوالقيمالحديثة. هذهالقيمتغيرالنظامفيالمجتمعمثلنظامالقرابة،والنظامالاجتماعي،والعلاقاتالأسرية. يؤثرالتحولفيالقيمةعلىالشخصفياتخاذقرارالطلاقأثناءالنزاعداخلالأسرة.

Item Type: Thesis (doktoral)
Uncontrolled Keywords: Perkawinan; Perceraian; Pergeseran Nilai
Subjects: Religious Experiences
Religious Ethics
Islam > Religious Ceremonial Laws and Decisions
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Perbandingan Agama
Depositing User: khaerul umam
Date Deposited: 27 Dec 2018 02:17
Last Modified: 27 Dec 2018 02:17
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/17691

Actions (login required)

View Item View Item