Fenomena kawin kontrak dan implikasinya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat desa Tugu Selatan Cisarua Bogor

Arifin, Muhamad Ramdan (2015) Fenomena kawin kontrak dan implikasinya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat desa Tugu Selatan Cisarua Bogor. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (115kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (111kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab 1.pdf

Download (466kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (614kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (514kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (429kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)

Abstract

INDONESIA : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kawin kontrak yang marak terjadi di kawasan Desa Tugu Selatan Cisarua Bogor, Keabsahan suatu perkawinan didasarkan pada pemenuhan rukun dan syarat perkawinan. Rukun perkawinan dibahas Kompilasi Hukum Islam,sedangkan syarat perkawinan dimuat dalam Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam Hukum Islam dikenal nikah mut’ah, Keabsahan nikah mut’ah tersebut merupakan masalah khilafiyah antara Sunni dan Syiah sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan fenomena kawin kontrak serta faktor-faktor yang melatar belakanginya, dan juga menganalisis peranan tokoh masyarakat serta aparatur pemerintah dalam menanggulangi fenomena tersebut serta tinjauan hukum Islam terhadap implikasi fenomena kawin kontrak dalam kehidupan masyarakat baik secara sosial dan ekonomi yang dapat menimbulkan akibat hukum. Metode Pengumpulan data yang digunakan melalui pengumpulan dokumen, observasi dan wawancara. Melalui penelitian ini deskripsi pelaksanaan kawin kontrak ditelusuri langsung kepada pelaku kawin kontrak dan aparat pemerintah serta tokoh masyarakat melalui observasi dan wawancara kemudian diolah secara kualtitatif. Teori yang digunakan adalah teori rukun dan syarat nikah mut’ah, teori faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku seseorang, teori fungsionalisme struktural berupa (a) kultur; (b) struktur; (c) anomi. Kemudian teori maqasid as-Syariah. Akhirnya penelitian ini menemukan bahwa praktek kawin kontrak yang berlangsung tidak sesuai dengan ketentuan nikah mut’ah juga undang-undang perkawinan. Adapun faktor penyebab terjadinya kawin kontrak dibagi dua, pertama faktor internal: (a) kebutuhan biologis, (b) faktor ekonomi, (c) pemahaman ajaran agama, (d) perasaan kecewa, (e) prosedur yang rumit. Kedua, faktor eksternal: (a) faktor lingkungan, (b) faktor kelonggaran hukum, (c) sikap saling melindungi, (d) pandangan masyarakat setempat, (e) peran pejabat dusun. Peranan tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah belum maksimal, dikarenakan kondisi masyarakat terjadi anomi. Pelaku kawin kontrak tidak mampu mencapai nilai-nilai kultural yang berlaku. Implikasi sosial dari perkawinan kontrak adalah (a) tidak ada pengakuan dari Negara juga Agama, (b) merusak martabat dan moral wanita, (c) rusaknya tujuan pernikahan, (d) nasab anak terabaikan, (e) dapat menimbulkan penyakit. Sedangkan dampak ekonomi: (a) terpenuhi taraf kebutuhan hidup, (b) meningkatkan pemasukan daerah, (c) meningkatkan pemasukan pedagang/ tukang villa. Dari implikasi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kemadharatan yang timbul lebih banyak dibanding dengan manfaatnya. ENGLISH : This research is based on the Phenomena of temporary marriage which is so crowded in society of South Tugu Cisarua Bogor. The validity of marriage based on complete pillar and requirement marriage. The pillar of marriage discussed on compilation of Islamic law. While requirement of marriage discussed on the compilation of Islamic law and constitution number 1 in 1974 about the marriage. In Islamic law known temporary marriage. The validity of temporary marriage was controversy problem between Sunny and Syi’ah until today. The purpose of this research is to analyze practice of phenomena temporary marriage and reasons to doing this phenomena. And also this research analyze the rule of public figure and government official in reducing this phenomenon and its implication to community life both socially and economically which could legal consequences. The method in collecting data used collecting document, observation and interview. Trough this research description of practice temporary marriage immediately to an offender of temporary marriage and government official and public figure trough observation and interview then processed in qualitative. The used theory are theory of pillar and requirement temporary marriage, the theory of factors affecting unmannerly someone, the theory of functionalism structural are (a) culture, (b) structure, (c) anomy. And then the theory of maqasid. Finally, this research found that practice of temporary marriage are not suitable with the provision marriage of mut’ah and also the constitution of marriage. And the reason of temporary marriage split in two are: internal reasons (a) biological needs, (b) economic factors, (c) understanding to the religion, (d) feeling disappointed, (e) the complicated procedures. External reasons are (a) environmental factors, (b) factor of looseness law, (c) attitude to protect between other, (d) the view of local society, (e) the role of official hamlet. The role of public figure and government official are not successful, because the condition of community happened anomy. Agent of temporary marriage are not able to achieve cultural values. Social implication of temporary marriage is (a) not recognized with countries and religion, (b) break the dignity and morality of woman, (c) damaged the purpose of marriage, (d) posterity are neglected, (e) could cause disease. While economic implication are (a) met the economic situation of living needs, (b) to improve income of regional, (c) to improve income of traders / guard of villa. Done this implications can be taken conclusion that temporary marriage are dangerous more than the benefits

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: kawin kontrak; kehidupan sosial dan ekonomi
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Social Interaction, Interpersonal Relations > Research of Social Interaction
Socialism and Related Systems
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah
Depositing User: Zulfa Sofyani Putri
Date Deposited: 31 Dec 2018 04:02
Last Modified: 31 Dec 2018 04:02
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/17736

Actions (login required)

View Item View Item