Dampak perkawinan wanita hamil terhadap keberlangsungan hubungan rumah tangga dalam perspektif hukum Islam : studi kasus perkawinan wanita hamil di desa Mandalaherang kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang

Aziz, Agreizka Dwi (2017) Dampak perkawinan wanita hamil terhadap keberlangsungan hubungan rumah tangga dalam perspektif hukum Islam : studi kasus perkawinan wanita hamil di desa Mandalaherang kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab 1.pdf

Download (417kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (661kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (301kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (406kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)

Abstract

INDONESIA : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kawin hamil yang marak terjadi di Desa Mandalaherang Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Kebolehan melakukan perkawinan wanita hamil ini diatur dalam KHI Pasal 53. Kehadiran Pasal 53 KHI tentang kawin hamil adalah sebagai bentuk perlindungan hukum, mempersempit kemudhorotan serta memberikan kemaslahatan bagi pelaku hamil di luar nikah yang merupakan hasil kompromistis antara hukum Islam dengan hukum adat. Sehingga ditetapkanlah rumusan Pasal 53 KHI mengenai kebolehan kawin hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan alasan berlangsungnya perkawinan wanita hamil terhadap kedua mempelai di Desa Mandalaherang Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang, untuk menguraikan faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan yang didahului oleh kehamilan, untuk mengkaji pemahaman tokoh masyarakat terhadap Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 53 yang mengatur tentang kawin hamil yang berkaitan dengan fenomena perkawinan wanita hamil di Desa Mandalaherang, serta untuk menggambarkan dampak diberlakukannya KHI Pasal 53 terhadap keberlangsungan rumah tangga dalam perkawinan wanita hamil. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tujuan hukum, penegakan hukum, pemberlakuan hukum, pelaksanaan hukum, dan penerapan hukum. Dimana teori tersebut dikaitkan dengan KHI Pasal 53, serta tujuan dari teori tersebut yang dikaitkan dengan KHI ialah untuk memberikan perlindungan hukum, menghilangkan kesulitan atau kesempitan, menciptakan keadilan, ketertiban, ketentraman dan kemaslahatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dan dokumentasi. Melalui penelitian ini pelaksanaan kawin hamil ditelusuri langsung kepada pelaku kawin hamil, keluarga dekat, masyarakat, dan tokoh masyarakat melalui wawancara kemudian diolah secara kualitatif. Dalam mengolah data ini digunakan metode pendekatan yuridis formal, psikologi, dan metode pendekatan maqashid syariah. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa dasar yang paling utama dalam pelaksanaan perkawinan wanita hamil di Desa Mandalaherang adalah untuk menutupi aib. Adapun faktor utama penyebab terjadinya hubungan seksual sebelum melaksanakan perkawinan di Desa Mandalaherang antara lain adalah: (a) kurangnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di dalam maupun di luar rumah, (b) penyalahgunaan remaja dalam memanfaatkan teknologi ke dalam hal-hal negatif, (c) masyarakat atau lingkungan yang kurang mengawasi serta kurang peduli terhadap pergaulan remaja sekitarnya, sedangkan faktor pendukungnya adalah: (a) adanya dorongan seksual dimana pada fase ini remaja sedang mengalami peningkatan hormon, (b) tidak adanya pengarahan atau pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi dari orang tuanya, (c) ketidakmampuan dalam mengendalikan hawa nafsu, (d) adanya kesempatan untuk berkhalwat dan melakukan perilaku seksual yang berujung pada hubungan badan, (e) pergaulan yang terlalu bebas, (f) kurangnya pendidikan agama. Dampak dari legalitas kawin hamil yang diatur dalam Pasal 53 KHI ini lebih banyak menimbulkan kemaslahatan dibanding kemudhorotannya terhadap keberlangsungan rumah tangga dalam perkawinan wanita hamil di Desa Mandalaherang diantaranya adalah: (a) adanya perubahan pola pikir dan perilaku, (b) adanya usaha untuk memperbaiki diri dalam pasangan pelaku zina, (c) suami lebih bertanggung jawab terhadap istri dan anaknya, (d) istri lebih bersyukur, menghormati, menghargai kerja keras suaminya, dan berusaha mendidik anaknya dengan baik, (e) suami istri saling menurunkan ego, mengalah, memahami, memaafkan untuk mempertahankan rumah tangganya. ENGLISH : The research was distributed by the lively pregnant mate phenomenon happened in the village of Mandalaherang subdistrict of Cimalaka Sumedang. The capacity to perform the marriage of pregnant women is set in KHI Article 53. The presence of Article 53 of the pregnant mate is KHI as a form of legal protection, narrowing the damage as well as provide benefit for the offender is pregnant outside of marriage which is a result of compromise between Islamic law with customary law. So the formulation of Article 53 KHI about the permissibility of pregnant marriage. The purpose of this research is to explain the reason for the marriage of pregnant women against both families in the village Mandalaherang subdistrict of Cimalaka Sumedang Regency, to describe the factors that led to the marriage preceded by the pregnancy, to assess understanding of community leaders against Islamic Law Compilation (KHI) Article 53 who set about marrying pregnant marriage phenomenon related to pregnant women in the village of Mandalaherang, as well as to illustrate the impact the passage of KHI Article 53 against the sustainability of households in marriage of pregnant women. The theory used in this research is the theory of the purpose of the law, law enforcement, implementation of law, and the application of the law. Where is the theory associated with KHI Article 53, as well as the purpose of the theory is attributed to KHI is to provide legal protection, eliminating the difficulty or narrowness, justice, order, peace and the benefit of the community. The methods used in this research is descriptive qualitative methods. And data collection techniques used through interviews and documentation. Through this research implementation of mating pregnant be traced directly to the offender marries pregnant, close family, society, and community leaders through qualitative interviews is then processed. In the process data is used the method of formal juridical approach, psychology, and the method of approach to the Islamic trends. In this study it was found that most major foundations in the implementation of the marriage of pregnant women in the village of Mandalaherang is to cover the disgrace. As for the main factors cause the occurrence of sexual intercourse before implementing the marriage in the village of Mandalaherang among others are: (a) the lack of supervision of parents towards the child activities inside and outside the home, (b) the abuse of young people in utilizing technology into negative things, (c) the community or environment that is less and less concerned about supervising against surrounding adolescent association, while supporting factors are: (a) the existence of sexual drive which at this phase of adolescence is experiencing an increase in hormones, (b) the absence of any direction or knowledge about sexuality and reproductive health of the parents, (c) the inability in controlling the passions, (d) the existence of the opportunity to together and do sexual behavior which leads to intercourse, (e) the association is too free, (f) the lack of religious education. Effect of legality marries pregnant which is set out in Article 53 of this KHI benefit raises more than damage against the sustainability of households in marriage the pregnant woman in the village of Mandalaherang which are: (a) the existence of a change of mindset and behavior, (b) the existence of an effort to improve themselves in the perpetrator of adultery, (c) the husband is more responsible for his wife and son, (d) the wife more grateful, honor, appreciate the hard work of her husband, and seeks to educate his son well, (e) the husband and wife mutually lower selfish, budge, understanding, forgiving to maintain his household.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perkawinan wanita hamil di luar nikah; hubungan rumah tangga
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah
Depositing User: Zulfa Sofyani Putri
Date Deposited: 07 Jan 2019 04:45
Last Modified: 07 Jan 2019 04:45
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/17877

Actions (login required)

View Item View Item