Pemberian mahar pada masyarakat Patani Thailand Selatan dalam perspektif hukum Islam dari tahun 2016-2017 : studi terhadap pemberian mahar desa Tanyong Chuengnga Kabupaten Yaring provinsi Pattani

Bendareh, Miss Hamidah (2017) Pemberian mahar pada masyarakat Patani Thailand Selatan dalam perspektif hukum Islam dari tahun 2016-2017 : studi terhadap pemberian mahar desa Tanyong Chuengnga Kabupaten Yaring provinsi Pattani. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (344kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab 1.pdf

Download (699kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (796kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (634kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (952kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (397kB)

Abstract

INDONESIA : Pemberian mahar atau maskawin pada waktu pernikahan merupakan salah satu Syari’at Islam. Di dalam Islam mahar atau maskawin merupakan syarat sahnya pernikahan. Namun nash tidak menentukan jumlah mahar yang harus dibayarkan seorang suami terhadap istrinya. Sebab manusia itu berbeda-beda tingkatan kekayaan dan kemiskinannya. Akan tetapi, Ulama sepakat untuk menyatakan bahwa dianjurkan agar mahar itu disederhanakan, agar tidak mempersulit orang yang mengiginkan kawin. Di dalam kesempatan ini, penulis ingin mengemukakan tentang kajian terhadap pemberian mahar pada masyarakat patani Thailand Selatan dari Tahun 2016-2017 (Studi terhadap pemberian Mahar Desa Tanyong Chuengnga Kabupaten Yaring Provinsi Patani), yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Adapun Tujuan permasalahan yang ingin penulis kaji secara mendalam kaitannya dengan ketentuan mahar dalam islam, pemberian mahar yang berlaku dalam perkawinan pada masyarakat patani Thailand selatan, Menjelaskan dan Menganalisis pendapat masyarakat Patani (Thailand Selatan) tentang pemberian mahar pada masyarakat Patani Thailand Selatan, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 orang pasangan suami istri di Desa Tanyong Cheunguga. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa setempat sebagai sumber data utama dan bahan pustaka serta dokumen sebagai sumber data pelengkap. Adapun metode penelitian, penulis menggunakan Metode Yuridis Normatif yaitu sebuah metode penelitian ilmiah yang didasarkan pada alur berpikir induktif dalam mendekati kebenaran secara ilmiah, dan teknik pengumpulan data menggunakan interview, yaitu wawancara langsung dengan responden, sehingga penulis menyimpulkan apa yang dinyatakan oleh responden, yaitu informasi yang digunakan sebagai gambaran yang jelas, lengkap, dan sistematis mengenai fakta yang ada dilapangan. Selain tingkat pemahaman terhadap faktor yang mendukung terjadinya pemberian mahar yang cenderung tinggi adalah karena budaya mengadakan walimah secara besar-besaran, yang cenderung menjauhi sunah Rasulullah. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunujukkan bahwa pemberian mahar yang tinggi pada masyarakat Patani di desa Tanyong Cheunguga Kabupaten Yaring menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat terutama kepada para pemudanya. Meskipun kesimpulan ini sifatnya sementara, namun penulis menggap bahwa hal ini penting untuk diperhatikan dan akhirnya penulis menyarankan dipandang perlu bagi masyarakat khususnya bagi orang yang mau melaksanakan perkawinan untuk mempelajari lebih mendalam tentang mahar yang dicontohkan Rasulullah saw. ENGLISH : Giving dowry or dowry at the time of marriage is one of the Shari'ah. In Islam the mahar or dowry is a condition of validity of marriage. However nash not determine the amount of dowry to be paid a husband against his wife. For men it berbeda-beda levels of wealth and poverty. However, scholars agreed to state that it is recommended that the dowry was simplified, so as not to complicate the person who mengiginkan mating. In this occasion, the author would like to express about the study on the provision of a dowry in South Thailand Patani society of the Year 2016-2017 (Studies of Mahar village of Tanyong Chuengnga pemeberian Yaring District Pattani Province), which is predominantly Muslim. The Purpose problems that the author wants to examine in depth the relation to the provision of a dowry in Islam, giving dowry prevailing in marriage to the people of Patani in southern Thailand, Explaining and Analyzing public opinion Patani (Southern Thailand) about giving dowry to the community Pattani southern Thailand, the sample used in this study were 10 couples in the village of Tanyong Chuengnga. The data used in the study is the Community Leader and the local village chief as the primary data source and library materials and documents as complementary data sources. The method of research, the author uses the method of normative juridical namely a scientific research methods based on the groove berpikir inductive approach to truth in scientific and engineering data collection using interviews, the interviews with the respondents, so the authors conclude what is stated by the respondents, namely information which is used as a picture clear, complete, and systematic about the facts on the ground. In addition to the level of understanding of the factors that support the provision of dowry which tend to be high is because the culture walimah hold massive amounts of capital, which tends to stay away from the sunnah of the Prophet. Thus, these results indicate that the administration of the high dowry in Patani community in the village of Tanyong Chuengnga Yaring District negative impact on the community, especially to the youth. Although this conclusion is temporary, but the authors deem that it is important to note and finally the authors suggest it is necessary for people, especially for people who want to carry out marriage to learn more about the dowry that exemplified Rasulullah saw.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Maskawin; Masyarakat Patani; Hukum Islam
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Perbandingan Hukum Pengadilan Islam dengan Hukum Lain
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah
Depositing User: Zulfa Sofyani Putri
Date Deposited: 09 Jan 2019 04:46
Last Modified: 09 Jan 2019 04:46
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/17931

Actions (login required)

View Item View Item