Konsep distribusi islami Menurut M. Baqir As-Sadr Dan M.Abdul Mannan serta kontribusinya terhadap pembangunan negara

Sulistiani, Siska Lis (2014) Konsep distribusi islami Menurut M. Baqir As-Sadr Dan M.Abdul Mannan serta kontribusinya terhadap pembangunan negara. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (439kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (276kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab 1.pdf

Download (506kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (663kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (675kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (631kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (282kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (391kB)

Abstract

INDONESIA : Distribusi merupakan aspek yang sangat penting dalam perekonomian, khususnya dalam pembangunan sebuah negara. Di dalamnya ada aspek kepemilikan, keadilan dan sumber daya yang menjadi aspek penting berjalannya proses ekonomi sebuah negara. Kedua ahli ekonomi Islam M Abdul Mannan dan M Baqir Ash-Shadr berbeda pandangan, dalam memandang keterbatasan sumber daya alam, statatus kepemilikan pribadi dan kepemilikan negara, dan hakikat keadilan dalam distribusi pendapatan. Dari hal tersebut, hakikat distribusi tersebut ditinjau relevansinya dengan kondisi perekonomian Indonesia saat kini. Rumusan masalah terangkum dalam tujuan penelitiannya yaitu: Untuk mengetahui konsep distribusi menurut Muhammad Baqir As-Sadr dan M.Abdul Mannan.Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan konsep distribusi menurut Muhammad Baqir As-Sadr dan M.Abdul Mannan.Untuk mengetahui relevansi konsep distribusi ini berkontribusi dalam pembangunan negara. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan tingkat penelitian mengarah pada deskriptif dan eksploratif, serta pendekatan penelitian kualitatif dan historis suatu studi terhadap pemikiran tokoh dalam suatu kurun waktu tertentu. Jenis data yang digunakan data kualitatif dari sumber data primer dan sekunder, yaitu berbagai tulisan jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan studi kepustakaan serta teknik wacana dan interpretasi dalam menganalisan data. Adapun kerangka pemikirannya yaitu permasalahan ekonomi mennurut Mannan disebabkan keterbatasan SDA sedangkan menurut Baqir karena keserakahan manusia. Adapun kepemilikan menurut Baqir hanya sebagai hak pakai bukan kepemilikan mutlak berbeda dengan versi Mannan. Hasil penelitian tesis ini, yaitu bahwa hakikat distribusi menurut M Baqir Ash-Shadr dan M Abdul Mannan dalam hal keadilan dengan kondisi sektor ekonomi Indonesia masih menjadi ‘PR’, karena masih besarnya tingkat kemiskinan di Indonesia. Walaupun Mannan mentolerir adanya ketimpangan, karena adanya kepemilikan yang berbeda awalnya. Karena itu, perintah Islam tentang harta yang memiliki fungsi sosial agar tidak beredar di satu pihak saja, lalu melahirkan kewajiban zakat, dll.Adapun dari sisi kepemilikan sumber daya alam di Indonesia yang dieksploitasi kaum pemodal, dikarenakan salah tafsir UU No.33 yang menjadikan SDA Indonesia diberikan kepada pihak asing. Sedangkan dalam konsep M Baqir Ash-Shadr dan M Abdul Mannan, sama-sama memperbolehkan intervensi negara dalam pengelolaan sumber daya alam selama hal tersebut demi kemaslahatan bersama bukan karena kepentingan kekuasaan. selain itu, dalam pemberdayaan SDA masyarakat diikut sertakan dan negara mengawasi untuk menghindari eksploitasi berlebihan. ENGLISH : Distribution is a very important aspect in the economy, especially in the development of a country. In it there are aspects of ownership, equity and resources becomes an important aspect of the passage of the economy of a country. Both Islamic economists M Abdul Mannan and M Baqir al-Sadr Ash differing views, in view of limited natural resources, statatus private property and state ownership, and the nature of justice in the distribution of income. From this, the nature of the distribution of terms relevant to the present condition of the Indonesian economy. Formulation of the problem is summarized in the research objectives are: To know the concept of distribution by Muhammad Baqir al-Sadr and M.Abdul Mannan.Untuk find out the similarities and differences in the concept of distribution by Muhammad Baqir al-Sadr and M.Abdul Mannan.Untuk determine the relevance of the concept of this distribution contribute in the development of the country. The research methodology used is qualitative method, the level of research led to the descriptive and exploratory, and qualitative research approach and a historical study of the thought leaders in a time series. The type of data used qualitative data from primary and secondary data sources, namely the writings journals and books related to this research. The data collection techniques used literature studies and techniques in menganalisan discourse and interpretation of the data. The framework of thinking that the economic problems caused by the limitations mennurut Mannan SDA while according Baqir because of human greed. The ownership by Baqir just as absolute ownership rights to use not different from the version Mannan. The results of this thesis, namely that the nature of the distribution according to Ash M Baqir al-Sadr and M Abdul Mannan in terms of fairness to the condition of the Indonesian economy is still a ‘home work’, since there is poverty in Indonesia. Although Mannan tolerate the existence of inequality, because of the different ownership initially. Therefore, the Islamic order of the property has a social function that does not circulate in a single party, and gave birth to the obligation of zakat, etc. As for the ownership of natural resources in Indonesia, which exploited the investors, due to a misinterpretation of the Act 33 which makes the SDA Indonesia given to foreigners. While the concept of Ash M Baqir al-Sadr and M Abdul Mannan, equally allow state intervention in the management of natural resources for the sake of common good things not because the interests of power. in addition, the SDA community empowerment participation and oversee state to avoid overexploitation.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Konsep distribusi islami terhadap pembangunan negara
Subjects: Islam > Islam and Economics
Accounting > Constructive Accounting
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Zulfa Sofyani Putri
Date Deposited: 24 Jan 2019 03:35
Last Modified: 24 Jan 2019 03:35
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/18275

Actions (login required)

View Item View Item