Pola komunikasi wartawan non Sunda: Studi kasus pada wartawan non Sunda dalam peliputan berita di Kota Bandung

Andrina, Nadia Ulima (2018) Pola komunikasi wartawan non Sunda: Studi kasus pada wartawan non Sunda dalam peliputan berita di Kota Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img] Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (106kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (35kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (36kB)
[img] Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (81kB)
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (63kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (448kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (43kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (45kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA Sebagai seorang wartawan sudah menjadi tugas utama dalam menghimpun berita dan melakukan proses peliputan berita. Namun dalam prosesnya dibutuhkan keterampilan komunikasi agar memudahkan pencarian data penunjang berita. Hal ini juga berlaku bagi wartawan non-Sunda di Kota Bandung. Perbedaan lingkungan, budaya dan bahasa merupakan sebuah tantangan utama bagi wartawan non-Sunda sehingga di perlukan proses interaksi dan penyesuaian diri. Proses interaksi dan penyesuaian diri menjadi objek dalam penelitian ini. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang terbentuk dalam proses interaksi dan penyesuaian diri wartawan non-Sunda. Selain itu untuk mengetahui pandangan wartawan non-Sunda terhadap masyarakat Sunda di Kota Bandung, konsep diri wartawan non-Sunda dalam peliputan berita dan bagaimana proses interaksi dan penyesuaian diri wartawan non-Sunda di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena pendekatan kualitatif bersifat interpretif yaitu menggunakan penafsiran menggunakan berbagai metode agar memperoleh pemahaman yang komprehensif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan teori interaksi simbolik. Tujuannya untuk mengetahui sesuatu hal dari sudut pandang orang yang mengalaminya langsung. Metode ini digunakan agar dapat mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci dan fokus meneliti terkait individu yang bekerja di media Massa dan menganalisa proses interaksi dan penyesuaian diri individu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tiga kategori utama interaksi simbolik yaitu. Pertama Pandangan wartawan non-Sunda dalam peliputan berita di Kota Bandung menghasilkan lima hal yaitu, penilaian wartawan non-Sunda mengenai Kota Bandung, pendapat wartawan non-Sunda tentang masyarakat sunda di Kota Bandung, Perbedaan Cuaca di Daerah asal dan Kota Bandung, pendapat tentang pengaruh stereotip yang berkembang di Kota Bandung, dan pengaruh bahasa dan budaya dalam kualitas kerja wartawan non-Sunda. Kedua, konsep diri yang dimiliki wartawan non Sunda dalam peliputan berita menghasilkan empat hal utama yaitu pendapat mengenai harapan wartawan non-Sunda dalam peliputan berita, pengaruh keluarga dan kelompok rujukan dalam proses pengambilan keputusan bekerja di Bandung, kepercayaan diri bekerja di Kota Bandung, dan proses berinteraksi dengan lingkungan. Ketiga, proses interaksi dan penyesuaian diri wartawan non-Sunda menghasilkan enam hal yaitu tahapan difusi, tahapan adaptasi, hambatan proses adaptasi, tahapan akulturasi, tahapan asimilasi dan tahapan akomodasi ENGLISH As a journalist, it has become the main task of collecting news and conducting news coverage, but in the process, communication skills are needed to facilitate the search for news supporting data, this also applies to non-Sundanese journalists in the city of Bandung. The difference in environment, culture and language is a major challenge for non-Sundanese journalists so that it requires a process of interaction and adjustment. The process of interaction and self-adjustment becomes an object in this study, the aim is to find out how the communication patterns are formed in the process of interaction and self-adjustment of non-Sundanese journalists. In addition to knowing the views of non-Sundanese journalists towards Sundanese society in Bandung, the self-concept of non-Sundanese journalists in news coverage and how the interaction process and self-adjustment of non-Sundanese journalists in the city of Bandung. This study uses a qualitative approach because the qualitative approach is interpretive namely using interpretation using various methods in order to obtain a comprehensive understanding. The data collection process is carried out by in-depth interview technique. The method used in this study is a case study with a symbolic interaction theory. The goal is to know something from t point of view of the person who experienced it directly. This method is used in order to explore a problem with detailed boundaries and focus on researching individuals who work in mass media and analyze individual interaction and adjustment processes. The results of this study indicate three main categories of symbolic interaction, namely, the first view of non-Sundanese journalists in the coverage of the city of Bandung produced five things, namely the assessment of non-Sundanese journalists about the city of Bandung, the opinion of non-Sundanese journalists about Sundanese society in Bandung, the difference in weather in The area of origin and Bandung, opinions about the stereotypical influence that developed in the city of Bandung, and the influence of language and culture on the quality of work of non-Sundanese journalists. Second, the self-concept of non-Sundanese journalists in news coverage produced four main things, namely opinions about the expectations of non-Sundanese journalists in news coverage, family and reference group influences in the decision-making process of working in Bandung, self-confidence working in Bandung, and the process interact with the environment. Third, the process of interaction and self-adjustment of non-Sundanese journalists produces six things, namely the stages of Diffusion, Adaptation stages, barriers to the adaptation process, acculturation stages, assimilation stages and stages of accommodation

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: pola; komunikasi; pola komunikasi; wartawan; non sunda;
Subjects: Journalism and Newspapers in Indonesia
Conscious Mental Process and Intelligence > Communication Psychology
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Jurnalistik
Depositing User: nadia ulima andrina
Date Deposited: 07 Feb 2019 07:07
Last Modified: 07 Feb 2019 07:07
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/18616

Actions (login required)

View Item View Item