Pengaruh kepadatan populasi larva terhadap kelulus hidupan Hermetia illucens

Bahari, Siska Sparima (2018) Pengaruh kepadatan populasi larva terhadap kelulus hidupan Hermetia illucens. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (151kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (181kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (135kB)

Abstract

INDONESIA Populasi H.illucens tetap tersedia, akan tetapi apabila populasi H.illucens banyak akan adanya kompetisi pada H.illucens tersebut untuk bertahan hidup, sehingga dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu, artinya kepadatannya dapat menjadi lebih besar atau lebih kecil, perubahannya dapat dalam skala besar ataupun dalam skala kecil, dan dapat bertambah atau berkurang dalam waktu yang lama ataupun singkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Untuk mengetahui pengaruh kepadatan populasi larva terhadap kelulushidupan H.illucens dan untuk mengetahui kepadatn populasi dapat mempengaruhi sukses reproduksi Hermetia illucens. Penelitian dilakukan di Kebun Saintek dan Labolatorium Biologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada bulan Januari sampai April 2018. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan mempengaruhi panjang, lebar dan berat H.illucens. kepadatan mempenharuhi prefensi seksual pada H.illucens. Nilai kelulusan hidup fase larva yang tertinggi pada perlakuan 50 larva dengan nilai 76.5 % sedangkan yang terendah perlakuan 500 larva yaitu 72,9 %. Perlakuan 1000 menghasilkan lebih banyak H.illucens yang kawin dan juga menghasilkan durasi kawin yang paling lama yaitu (20,96 menit). Kepadatan mempengaruhi sukses reproduksi pada H. illucens. Berat, jumlah dan fertilitas telur tertinggi yang dihasilkan yaitu pada perlakuan 200 dengan berat 0.0928 gram, jumlah telur 5001.67 butir, 4110.71 untuk fertilitas telur. Waktu perkembangan tercepat terdapat pada perlakuan 500 (± 50 hari) dari fase telur sampai dewasa. Nilai mortalitas tertinggi yaitu pada perlakuan 200 larva dengan moertalitas telur sebesar 24 %, larva sebesar 18 %, prepupa sebesar 20 %, dan pupa sebesar 5 %. ENGLISH H.illucens population is still available, but if there are many H.illucens populations there will be competition in H.illucens to survive, so that it can change from time to time, meaning that the density can be larger or smaller, the changes can be on a scale large or small scale, and can increase or decrease for a long or short time. The purpose of this study is to find out the effect of larval population density on H.illucens life and to know the population can influence the successful reproduction of H.illucens. The study was conducted at Saintek Garden and Biology Laboratory, UIN Sunan Gunung Djati Bandung from January to April 2018. The research method used a completely randomized design with five treatments and 3 replications. The results showed that density affected the length, width and weight of H.illucens. density affects sexual preference in H.illucens. The highest graduation value of the larval life in the treatment of 50 larvae with a value of 76.5% while the lowest treatment of 500 larvae was 72.9%. The treatment of 1000 resulted in more H.illucens mating and also produced the longest duration of mating (20.96 minutes). Density affects reproductive success in H. illucens. The highest weight, number and fertility of the eggs produced were in treatment 200 with a weight of 0.0928 grams, the number of eggs 5001.67 grains, 4110.71 for egg fertility. The fastest development time is in treatment 500 (± 50 days) from the egg phase to adulthood. The highest mortality value is in the treatment of 200 larvae with egg moatness at 24%, larvae at 18%, prepupa at 20%, and pupa at 5%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kepadatan; Hermetia illucens; Sampah organik;
Subjects: Biology > Data Processing and Analysis of Biology
Biology > Education, Research, Related Topics of Biology
Ecology > Population Biology
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Rasyida Rofiatun Nisa
Date Deposited: 13 Feb 2019 05:28
Last Modified: 13 Feb 2019 05:28
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/18761

Actions (login required)

View Item View Item