Agama dan gerakan sosial ekonomi muslim perdesaan: Penelitian terhadap jamaah Majelis Taklim dan Baitul Mâl wat Tamwil di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung

Nugraha, Firman (2018) Agama dan gerakan sosial ekonomi muslim perdesaan: Penelitian terhadap jamaah Majelis Taklim dan Baitul Mâl wat Tamwil di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (263kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (449kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (527kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (698kB)
[img] Text (BAB VI)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)

Abstract

INDONESIA Penelitian ini berangkat dari menguatnya sentimen keagamaan umat Islam untuk mengimplementasikan doktrin agama, termasuk dalam aktifitas ekonomi. Arjasari sebagai perdesaan di Bandung, Jawa Barat, identik dengan muslim tradisionalis dan secara ekonomi bergerak pada sektor pertanian. Hadirnya gerakan ekonomi berupa Baitul Mal Wat Tamwil Dana Akhirat menjadi fenomena yang luar biasa dalam konteks ekonomi pertanian muslim perdesaan. Wacana gerakan sosial ekonomi yang dianggap menjadi milik masyarakat perkotaan dengan faktor kemodernannya perlu ditinjau ulang. Gerakan sosial ekonomi oleh muslim perdesaan dapat dibaca dengan memperhatikan faktor-faktor yang menjadi pendorong lahirnya sebuah gerakan sosial seperti dukungan struktural, ketegangan struktural yang terjadi, tumbuh kembangnya keyakinan umum, mobilisasi sumberdaya, faktor pemercepat dan peran kontrol sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data dan informasi sesuai dengan tujuan penelitian diperoleh melalui pemantauan pada lingkungan penelitian. Pemantauan diperkuat dengan wawancara kepada beberapa narasumber dan partisipan dalam penelitian yang dikombinasikan dengan membaca data-data dokumentatif. Semua informasi yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Analisis teoritik terhadap temuan data di lapangan menggunakan teori Max Weber yang menyatakan adanya relasi antara pemahaman keagamaan modern dengan perilaku ekonomi pemeluknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan sosial ekonomi keagamaan di perdesaan terbentuk ketika simbol agama bertemu dengan faktor kesempatan, antara lain: pertama, dukungan struktural yaitu menguatnya semangat formalisasi doktrin Islam dan dukungan politis. Kedua, adanya ketegangan struktural akibat terbentuknya kemiskinan baru sebagai dampak perubahan ekologi. Ketiga, formalisasi substansi agama menjadi simbol sekaligus framing gerakan. Keempat, watak kegotongroyongan di perdesaan dan perilaku kolektif alamiah dalam majelis taklim telah menjadi modal dasar untuk menjadi kelompok terorganisir dalam gerakan ekonomi. Kelima, adanya aktor gerakan yang hadir dari fragmentasi kewibawaan desa baru akibat modernisasi perdesaan. Keenam, gerakan ini bekerja dengan prinsip-prinsip koperasi, sebagai pola yang telah lama akrab dengan kehidupan masyarakat, selain kesempatan regulasi. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini, agama pada muslim perdesaan bukan menjadi faktor utama yang mendorong terwujudnya gerakan sosial ekonomi. Kesimpulan penelitian ini berbeda dengan Max Weber dan Geertz yang menyatakan perilaku ekonomi lebih diperlihatkan oleh pemeluk agama yang modernis. Berdasarkan penelitian ini, muslim perdesaan yang tradisionalispun memiliki dorongan perilaku ekonomi ketika bertemu dengan enam faktor kesempatan tersebut. ENGLISH This research inspired by the strengthening of the religious spirit of Muslims in everyday life including economics activities. Arjasari as a rural in Bandung, West Java, is synonymous with traditionalist Muslims that economically engaged in the agricultural sector. The presence of Baitul Mal Wa Tamwil Dana Akhirat in Arjasari becomes a remarkable phenomenon in the context of agricultural economics in rural communities. The discourse of economic social movement, that is considered to belong to an urban society with its modern factor, needs to be reviewed. The economic social movement by rural Muslims can also be read by considering structural conducive, structural strain, and generalized beliefs system, mobilization of participants, precipitating factor and operating social control. This research used an analysis descriptive method. All data and information according to the research objectives were obtained through observation and strengthened by interviews with several resources of participants, and also combined with reading documentary data. All information obtained was analyzed by qualitative approach. Theoretical analysis of the findings of the studies is using the Max Weber theory who found religious relation with the economic behavior. The results of this study indicate that the religious economic social movement in rural areas is formed when religious symbols meet with opportunity factors, among others: first, structural supports are the strengthening of the spirit of formalization of Islamic doctrine and political support. Secondly, the structural strain resulting from the formation of new poverty as a result of ecological changes. Third, the formalization of religious substance into symbols as well as framing the movement. Fourth, the character of mutual cooperation in rural was the basic capital to become an organized group in the economic movement. Fifth, the movement actor present from the fragmentation of the village authority due to rural modernization. Sixth, the movement works with cooperative principles, as a pattern that has long been familiar with community rural life, in addition to regulatory opportunities. Thus, the conclusion of this study, the religion in Muslims of rural life is not a major factor that encourages the realization of the economic social movement. The conclusions of this study differed from Max Weber and Geertz who stated that economic behavior shown by modernist followers. Based on this research, traditionalist Muslims of rural life have an impetus for economic behavior when they meet the six factors of opportunity.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Uncontrolled Keywords: Ekonomi Islam; Koperasi; Majelis Taklim; Modernitas perdesaan;
Subjects: Islam > Islam and Economics
Islam > Islamic Religious Education
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Pendidikan Islam
Depositing User: Rasyida Rofiatun Nisa
Date Deposited: 20 Feb 2019 08:38
Last Modified: 20 Feb 2019 08:38
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/18989

Actions (login required)

View Item View Item