Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tahun 2004: Studi kasus Provinsi Jawa Barat

Ali Rasyid, Fauzan (2007) Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tahun 2004: Studi kasus Provinsi Jawa Barat. doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Badung.

[img]
Preview
Text (DISERTASI)
digilib_disertasi.pdf - Presentation

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pemilihan umum secara langsung anggota DPD merupakan fenomena politik baru pasca runtuhnya rezim Orde Baru sebagai produk amandemen UUD 1945 tahun 2002. Penelitian ini mengambil kasus Jawa Barat. Fokus permalahan penelitian adalah faktor-faktor penyebab kemenangan yang diraih oleh keempat anggota DPD Jawa Barat pada pemilihan umum tahun 2004. Penelitian ini bertujuan (1) Menggambarkan dan menganalisis proses pembentukan tim sukses oleh keempat calon anggota DPD Jawa Barat dan apa yang dilakukan tim sukses, sehingga tim sukses tersebut dapat menyentuh masyarakat sampai kepada lapisan masyarakat paling bawah atau di pelosok kota. (2) Menganalisis upaya keempat calon anggota DPD Jawa Barat menjadikan organisasi-organisasi masyarakat sebagai basis dukungan politik. (3) Menggambarkan dan menganalisis langkahlangkah keempat calon anggota DPD Jawa Barat melakukan kampanye sehingga dapat menarik simpatik dan kepercayaan masyarakat Jawa Barat untuk memilihnya. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif, yang mengandalkan konstruksi logika dan penggalian interpretatif berdasarkan data-data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi atau bahan-bahan literatur yang relevan dengan topik dan masalah studi ini. Dalam kaitan itu digunakan juga studi kasus sebagai research strategy. Analisis data yang akan digunakan adalah analisis kualitatif yang dilakukan melalui multi level analisis (multi level analysis) dan analisis historis-holistik. Dalam menganalisis faktor-faktor kemenangan tersebut digunakan beberapa teori politik antara lain: Teori Demokrasi dan demokratisasi, Teori Komunikasi Politik, Teori Pengaruh Personalitas, Teori Sosial Kapital, Teori Aristokrat Lokal dan Teori Politik Etnis. Temuan-temuan dalam studi ini dikemukakan sebagai berikut: Temuan studi ini dapat terbagi kepada dua aspek. Pertama aspek kelembagaan DPD ditemukan bahwa, pertama, sistem parlemen Indonesia lebih menggunakan sistem bikameralisme lunak (weak bicameralisme or soft bicameralisme) bahkan sangat lunak dibandingkan dengan negara kesatuan yang menganut sistem bikameral. Kedua, pemisahan kelembagaan, baru pada tingkat institusi belum mencapai tingkat kewenangan, sehingga muncul ketidakseimbangan antar lembaga legislatif. Ketiga, lembaga legislatf Indonesia terdiri dari 3 kamar (treecameralisme) yakni DPR, DPD dan MPR, karena MPR memiliki tugas dan kewenangan sendiri.. Oleh karena itu untuk mewujudkan harapan reformasi adanya sistem cek and balences antar lembaga diperlukan kembali penyempurnaan. vi Aspek kedua adalah dari segi faktor-faktor dominan yang mengantarkan kemenangan anggota DPD Jawa Barat adalah pertama, faktor-faktor yang mendukung kemenangan pemilihan anggota DPD di Jawa Barat, lebih dikarenakan faktor popularitas ketokohan, dukungan organisasi, primordialisme kedaerahan dan faktor isu politik. Kedua, faktor yang lebih dominan pada pemenangan pemilu ádalah popularitas ketokohan, dukungan organisasi, primordialisme kedaerahan sedangkan isu kampanye belum menjadi daya tarik bagi pemilih. Ketiga, penggalangan politik yang dilakukan oleh para anggota DPD tidaklah terbatas pada satu pola, namun menggabungkan beberapa pola mobilisasi antara lain mobilisasi dengan variabel ketokohan/elit, variable kegiatan keagamaan, variabel solidaritas organisasi, variabel primordialisme kedaerahan dan kekerabatan serta pola komunikasi langsung dengan konstituen. Tetapi yang lebih dominan adalah faktor kedaerahan kemudian faktor ketokohan dan jaringan organisasi. Secara teoritis, studi ini menunjukkan relevansi terhadap beberapa teori yang digunakan yaitu teori Maswadi Rauf dan Dan Nimmo tentang artikulasi kepentingan politik dan pendekatan persuasif dalam komunikasi politik. Teori Miriam Budiardjo dan Suzanne Keller tentang sumber-sumber kekuasaan, elit strategis dan the rulling class. Teori Burhan Magenda tentang networkig politik, kapital sosial dan aristokrat lokal. Teori Maurice Duverger dan Dahrendorf tentang solidaritas proximitas dan kuasi-kelompok sebagai kelompok strategis dan pressure group. Teori Clifford Gerrtz tentang nilai-nilai primordialisme. Studi ini juga merevisi teori Kart D. Jacson dan Hiroko Horikoshi tentang kewibawaan tradisional.

Item Type: Thesis (doktoral)
Subjects: Culture and Institutions > Political Institutions
Political Process
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Siyasah
Depositing User: Mr. Andi Ruswandi, S.Pd.I
Date Deposited: 26 Feb 2019 03:57
Last Modified: 26 Feb 2019 03:57
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/19088

Actions (login required)

View Item View Item