Paradigma Hukum Islam tentang Kawin Hamil dalam KHI dan Implikasinya terhadap Masyarakat di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung

Ilham Mujahid, Ilham (2014) Paradigma Hukum Islam tentang Kawin Hamil dalam KHI dan Implikasinya terhadap Masyarakat di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_Cover.pdf

Download (29kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_Abstrak.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_DaftarIsi.pdf

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_Bab1.pdf

Download (361kB) | Preview
[img] Text
5_Bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (727kB)
[img] Text
6_Bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (250kB)
[img] Text
7_Bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (894kB)
[img] Text
8_Bab5&DaftarPustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (331kB)

Abstract

Kawin hamil adalah perkawinan yang dilakukan sedang wanita dalam keadaan hamil. Terdapat keragaman pendapat tentang kawin hamil diantara para imam madzhab dan dalam Kompilasi Hukum Islam. Kawin hamil sendiri menjadi fenomena di masyarakat secara umum. Seperti yang terjadi di kecamatan Cileunyi Bandung tahun 2014, kurang dari 5% pasangan yang melakukan kawin hamil dari akumulasi pasangan yang melakukan perkawinan. Keragaman paradigma tentang kawin hamil tersebut disebabkan perbedaan penafsiran terhadap nash Al-Qur’an. Kehadiran pasal 53 Kompilasi Hukum Islam tentang kawin hamil adalah sebagai bentuk perlindungan serta kemaslahatan atas hasil kesimpulan kompromistis normatif, antara hukum islam dengan hukum adat, apalagi dihubungkan dengan faktor psikologis dan sosiologis sehingga ditetapkanlah rumusan pasal 53 KHI mengenai kebolehan kawin hamil. Namun muncul anggapan bahwa pasal 53 KHI ini diasumsikan sebagai fathuddzari’ah dalam hubungan bebas antara seorang perempuan dan seorang laki-laki di luar nikah. Padahal banyak hal yang menimbulkan terjadinya kawin hamil, baik itu lemahnya kesadaran hukum dari masyarakat, pendidikan yang rendah, lemahnya pengawasan keluarga dan lingkungan. Keberhasilan pasal 53 KHI menjadi bagian dari batang tubuh KHI, ternyata tidak seluruh elemen masyarakat mengikuti ketentuan ini secara utuh, hal itu ditandai dengan adanya akad nikah kembali setelah melahirkan. Permasalahan yang diangkat dalam tesis ini: (1) Bagaimana ketentuan kawin hamil dalam kitab-kitab Fiqih menjadi Kompilasi Hukum Islam? (2) Apa yang melatarbelakangi terjadinya kawin hamil di Kecamatan Cileunyi. (3) Bagaimana Implikasi legalitas Kawin Hamil dalam KHI terhadap masyarakat di Kecamatan Cileunyi. Kompleksitasnya paradigma kawin hamil dalam hukum islam hingga menjadi ketentuan dalam pasal 53 KHI perlu dipahami sesuai dengan tim perumus maksud. Maka dalam penelitian ini, digunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan sumber penelitian library research, dan data lapangan (case study). Teori yang digunakan adalah teori legislasi , teori ijtihad, dan menggunakan teori maqashid syari’ah sebagai pisau analisis dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa ketentuan kawin hamil dalam kitab-kitab fiqih yang dijadikan sumber penyusunan KHI diadopsi oleh para perumus KHI dalam merumuskan ketentuan kawin hamil guna menjawab kondisi yang ada untuk memberikan perlindungan hukum yang pasti kepada anak yang dikandung serta memberikan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan keluarga selanjutnya. Kemudian dapat diketahui faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya kawin hamil di Kecamatan Cileunyi, baik faktor psikologi seperti perubahan hormonal dari dalam diri mereka, keunikan puberitas para remaja dalam mencari teman lawan jenis, maupun faktor lingkungan seperti lemahnya peranan keluarga dalam memperhatikan anak-anaknya. dan menemukan Implikasi legalitas Kawin Hamil dalam KHI terhadap masyarakat di Kecamatan Cileunyi. Hal itu ditandai dengan adanya akad nikah ulang ketika yang bersangkutan dalam kawin hamil melahirkan anaknya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: kawin hamil, nikah
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Nikah
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah
Depositing User: Mr. Jajang Burhanudin
Date Deposited: 27 Jun 2016 05:06
Last Modified: 27 Jun 2016 05:06
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/1935

Actions (login required)

View Item View Item