Studi hadits wasiat nabi tentang perempuan : telaah otentisitas, kehujjahan dan implikasi hadis dengan metode takhrij

Noviansyah, Irwan (2014) Studi hadits wasiat nabi tentang perempuan : telaah otentisitas, kehujjahan dan implikasi hadis dengan metode takhrij. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (407kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab 1.pdf

Download (729kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (910kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (778kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (451kB)

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui otentisitas dan validitas Hadis “Wasiat Nabi tentang Perempuan” Sekaligus membantah bahwa banyak Hadis merendahkan perempuan. Hal ini sangat penting karena kedudukan Hadis erat sekali kaitannya dengan dapat atau tidaknya dijadikan sebagai hujjah agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Takhrij yang meliputi tiga langkah kegiatan yaitu : (a) al-Tautsîq atau al-Naql atau al-Akhdzu, (b) Tashhîh dan I’tibâr, serta (c) Syarah dan Kritik (al-Syarh wa al-Naqd) dengan kitab Mashâdir Asliyah sebagai data utama. Hasil penelitian terhadap Hadis ”Wasiat Nabi tentang Perempuan” adalah; Hadis tersebut sumbernya dari Nabi SAW, termasuk jenis Hadis ahad bersumber dari shahabat Amr bin al-Ahwash dan ’Ammu Abi Hurrah Al-Riqasyiy dengan kualitas Maqbûl Hasan Lighairihi, karena ada perawi yang dhaîf, namun mempunyai muttabi’ dan syahid dari sahabat Jabir bin ’Abdillah dengan kualitas maqbul shahîh, Dimuat di dalam empat belas mashâdir ashliyyah, yaitu : (1) Mushannaf Ibnu Abî Syaybah; (2) Sunan al-Dârimi; (3) Shahîh Muslim; (4) Sunan Ibnu Mâjah; (5) Sunan Abu Dâwûd; (6) Sunan al-Tirmidzî; (7) Musnad al-Bajjâr; (8) Sunan al-Nasâi; (9) Muntaqâ Ibnu al-Jârûd; (10) Shahîh Ibn Khuzaymah; (11) Mustakhraj Abî ‘Awânah; (12) shahîh Ibnu Hibbân dan (13) Sunan al-Baihaqiy. Dengan demikian Hadis tersebut dapat dijadikan sebagai hujjah Agama. Tema pokoknya adalah pentingnya institusi perkawinan, sebagai dasar terciptanya keluarga, serta tanggung jawab yang harus dipahami oleh masing-masing anggota lembaga perkawinan dalam hal ini suami dan istri. Karena Hadis merupakan sumber ajaran kedua setelah al-Quran, maka Hadis tersebut berimplikasi terhadap kehidupan perempuan, baik secara yuridis maupun sosial untuk menikmati kemerdekaanya serta menikmati hak-haknya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Studi hadits; wasiat nabi; perempuan; otentisitas; kehujjahan ; implikasi hadis; metode takhrij
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Social Welfare, Problems and Services > Problems and Services to Women
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Zulfa Sofyani Putri
Date Deposited: 20 Mar 2019 03:05
Last Modified: 20 Mar 2019 03:05
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/19426

Actions (login required)

View Item View Item