Pemanfaatan pupuk hayati dan takaran bahan organik berbeda untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang kultivar granola

Nugraha, Ahmad Chandra (2012) Pemanfaatan pupuk hayati dan takaran bahan organik berbeda untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang kultivar granola. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (115kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DaftrarIsi.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_Bab1.pdf

Download (193kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_Bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (249kB)
[img] Text (BAB III)
6_Bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (385kB)
[img] Text (BAB IV)
7_Bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (366kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_DaftarPustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati (Glomus sp. dan P. diminuta) dengan pemberian takaran bahan organik berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang telah dilakukan di screen house penangkaran kentang Kayu Ambon Lembang dari bulan Januari 2012 sampai dengan April 2012, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan tiga kali ulangan yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk hayati yang terdiri atas : (1) tanpa inokulasi pupuk hayati (2) Glomus sp. (3) P. diminuta (4) Glomus sp. + P. diminuta. Faktor kedua adalah takaran bahan organik yang terdiri atas : (1) 0 ton/ha (2) 10 ton/ha (3) 20 ton/ha (4) 30 ton/ha, dengan parameter pengamatan meliputi persentase infeksi akar, serapan N dan P, tinggi tanaman, nisbah pupus akar dan bobot umbi kentang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi antara pupuk hayati (Glomus sp. dan P. diminuta) dengan pemberian takaran bahan organik berbeda terhadap persentase infeksi akar dan serapan P. Inokulasi Glomus sp. dan pemberian bahan organik 10 ton/ ha menghasilkan infeksi akar tertinggi. Inokulasi P. diminuta menghasilkan nilai serapan P tertinggi. Secara mandiri pemberian dosis bahan organik 10 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap nisbah pupus akar. Inokulasi Glomus sp. dan pemberian bahan organik 30 ton/ha menghasilkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 90 cm. Inokulasi P. diminuta dan pemberian bahan organik 30 ton/ha menghasilkan bobot umbi tertinggi sebesar 468,17 gram (22,3 ton/ha).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: pupuk hayati; takaran bahan organik; kentang kultivar granola;
Subjects: Data Processing, Computer Science
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Pertanian/Agroteknologi
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 01 Jul 2016 03:17
Last Modified: 08 Feb 2019 03:09
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/1960

Actions (login required)

View Item View Item