Kebijakan Otonomi Daerah dan implikasinya pada peningkatan mutu pendidikan Islam: Penelitian atas Peraturan Daerah bidang Pendidikan Islam di Kota Banjar Provinsi Jawa Barat

Lesmana, Ogi (2018) Kebijakan Otonomi Daerah dan implikasinya pada peningkatan mutu pendidikan Islam: Penelitian atas Peraturan Daerah bidang Pendidikan Islam di Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK ENGLISH INDONESIA.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (285kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (188kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (577kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (190kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB)

Abstract

INDONESIA Awalnya, Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 merupakan angin segar bagi madrasah untuk berkembang, karena garis pemisah sekolah-madrasah sudah tidak tampak lagi. Namun di daerah, pemahaman terhadap Undang-undang Otonomi Daerah justru kembali menggoreskan garis tebal pemisah tersebut. Oleh sebab itu, perjuangan untuk mengubah pemahaman Pemerintahan daerah atas Undang-undang Otonomi Daerah tersebut harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi : (1) Sasaran kebijakan Peraturan Daerah pada peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Kota Banjar, (2) Implementasi Peraturan Daerah pada peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Kota Banjar, (3) Sumber daya manusia pada peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Kota Banjar, (4) Sejauh mana tingkat efektifitas kebijakan Peraturan Daerah pada peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Kota Banjar. Kerangka penelitian ini di didasarkan pada Teori Kebijakan George Edward III. Kebijakan pemerintah memiliki enam kriteria yang harus dimiliki, yaitu : memiliki kompetensi dalam membuat kebijakan, keterbukaan dalam pembuatan kebijakan, dapat dipertanggungjawabkan, melibatkan seluruh perwakilan komponen masyarakat, sesuai dengan hukum yang berlaku dan memiliki tingkat keadilan. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu Studi kebijakan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriftif analisis yakni mendeskripsikan Peraturan Daerah yang ada di Kota Banjar mengenai peningkatan mutu pendidikan Islam dan analisis terhadap implikasinya dilapangan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Sasaran Kebijakan Peraturan Daerah Kota Banjar melalui Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an dan Diniyah Takmiliyah yaitu setiap siswa di wajibkan mendapatkan sertifikat/Ijazah Madrasah Diniyah sebagai syarat wajib masuk sekolah lanjutan tingkat pertama dan menengah. Meningkatkan baca tulis al-qur’an serta hafalan al-quran. 2) Implementasi Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an dan Diniyah Takmiliyah sudah sesuai dengan harapan peserta didik madrasah diniyah dan orang tua siswa di Kota Banjar. 3) Sumber Daya Manusia pada pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Banjar dan Surat Keputusan Walikota Banjar Tentang penambahan jam pelajaran PAI di sekolah umum belum optimal pada aspek kompetensi tenaga pendidik di Madrasah Diniyah dan Sekolah umum yaitu SMP dan SMA/SMK. 4) Tingkat efektifitas Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an dan Diniyah Takmiliyah tingkat keefektifaannya sangat efektif dalam membangun partisipasi masyarakat Kota Banjar dan pengembangan Pendidikan Islam, dengan bertambahnya jumlah Madrasah Diniyah yang signifikan, namun masih memerlukan Payung Hukum berupa Peraturan Walikota Banjar untuk kepastian peningkatan mutu Madrasah Diniyah, tenaga pendidik dan sarana prasarana. ENGLISH Initially, the National Education Law No. 20 of 2003 was a fresh breeze for madrassas to flourish, as the school-madrasah line of separation was no longer visible. But in the regions, the understanding of the Law on Regional Autonomy actually re-scratched the thick dividing line. Therefore, the struggle to change the understanding of the Regional Government over the Law on Regional Autonomy should be done. This research aims to identify: (1) Target of policy of Regional Regulation on improving Quality of Islamic Education in Banjar City, (2) Implementation of Regional Regulation on improving Quality of Islamic Education in Banjar City, (3) Human resources on improving Quality of Islamic Education in Kota Banjar, (4) The extent to which the effectiveness of the policy of the Regional Regulation on the improvement of the Quality of Islamic Education in Banjar City. The framework of this research is based on George Edward III's Policy Theory. Government policy has six criteria that must be owned, that is: having competence in making policy, openness in making policy, can be accounted for, involving all representatives of society component, in accordance with applicable law and have level of justice. The research methodology used is Policy study. The research approach used in this research is descriptive analysis approach that describes the existing Regional Regulation in Banjar City about improving the quality of Islamic education and the analysis of the implication in the field. The results of this study indicate that: (1) Banjar City Regulation Policy through Local Regulation No. 18 of 2013 on the Implementation of Education of Al-Qur'an and Diniyah Takmiliyah ie every student is required to get certificate / Dadayah Madrasah diploma as a mandatory requirement to enter high school level first and medium. Requirements in the obligation to enter Madrasah Diniyah as an alternative to the addition of Islamic Religious Education. (2) Implementation of Banjar Regional Regulation No. 18 of 2013 on the Implementation of Education of Al-Qur'an and Diniyah Takmiliyah is in accordance with the expectations of the people of Banjar City. (3) Human Resources on the implementation of Banjar City Regulation and the Decree of the Mayor of Banjar About the addition of PAI lessons in public schools is not yet optimal on the competency aspects of educators in Madrasah Diniyah and Public Schools ie junior high and high school / vocational school. (4) The Effectiveness Level of Banjar City Regulation Number 18 of 2013 on the Implementation of Education of Al-Qur'an and Diniyah Takmiliyah its effectiveness level is very effective in building Banjar community participation and development of Islamic Education, with increasing number of significant Madrasah Diniyah, but still need Law Umbrella in the form of Banjar Mayor Regulation for the assurance of quality improvement of Madrasah Diniyah, educators and infrastructure facilities. ARABIC فِي البِدَايَة، كان قانونُ نظامِ التعليم الوَطِنيّ رقم 20 سنة 2003 بشارةً للمدارس الإسلامية لتحسين أوضاعها، لأن الحد الفاصل للمدارس الإسلامية قد اختفى واضمحلّ. لكن العكس من ذلك، فإن الفهم في الأقاليم على قانون الحكم الذاتي المحلّيّ عزّز ذاك الحدّ الفاصل. لهذا، مِن اللازِم تغيير فهم الحكومة المحلية الإقليمية على القانون للحكم الذاتي المحليّ. انطلاقًا من تلك المشكلة، فإن هذا البحث يهدف إلى تشخيص ما يلي : (1) أهداف سياسة نظام الحكم الذاتي المحلي في تحسين جودة التربية الإسلامية في مدينة بنجار، (2) تطبيق نظام الحكم الذاتي المحلي في تحسين جودة التربية الإسلامية في مدينة بنجار، (3) المواد البشرية في تحسين جودة التربية الإسلامية في مدينة بنجار، (4) ما مدى مستوى فعّاليّة سياسة نظام الحكم الذاتي المحلّي في تحسين جودة التربية الإسلامية في مدينة بنجار. إن هيكل هذا البحث يُبْنَى عَلَى نظريةِ سياسةِ جور إدوارد الثالث. ولسياسة الحكومة ستة معايير يلزم الامتلاك بها، وهي : وجود الكفاءة في صنع السياسة، والانفتاح، والمسؤولية، إشمال جميع نواب عناصر الإجتماع، موافقًا للقانون المعمول به، ومستوى العدالة. أما طريقة البحث، فقد استخدم الباحث دراسة سياسة. والمدخل الذي استخدمه الباحث هو المدخل الوصفي التحليلي، وهو الوصف عن نظام الحكم الذاتي المحلّيّ الموجود في مدينة بنجار، خاصة عن تحسين جودة التربية الإسلامية وتحليل أثره الميدانية. بعد العرض والتحليل، دلت نتيجة البحث على ما يلي : (1) أن سياسة نظام الحكم الذاتي المحلي في مدينة بنجار من خلال النظام رقم 18 سنة 2013 عن إدارة تعليم القرآن والدينية التكميلية يقرر على أنه يلزم على كل طالب أن يحصل على شاهدة المدرسة الدينية كشرطٍ للاتحاق بمرحلة المدرسة المتوسطة الأولى والمدسة العالية. وإلزام التعليم للمدرسة الدينية كبديلٍ لزيادة حصة تعلم التربية الإسلامية. (2) أن نظام الحكم الذاتي المحلي في مدينة بنجار رقم 18 سنة 2013 عن إدارة تعليم القرآن والدينية التكميلية هو على ما تمناه المجتمع، (3) أن المواد البشرية في تطبيق نظام الحكم المحلي في مدينة بنجار وقرار وليّ مدينة بنجار عن زيادة حصص التعليم في المدارس الدينية والعامة، (4) أن مستوى فعّاليّة سياسة نظام الحكم الذاتي المحلّي في مدينة بنجار رقم 18 سنة 2013 عن إنشاء تعليم القرآن والدينية التكميلية كان فعّالاً في إتباع مشاركة المجتمع في مدينة بنجار وتحسين التربية الإسلامية، وذلك بزيادة عدد المدارس الدينية الظاهرة، ولكنه يحتاج إلى قانونٍ ثابتٍ، إصدار وليّ مدينة بنجار لإثبات مستوى جودة المدارس الدينية، والمعلمين والبنية التحتية.

Item Type: Thesis (doktoral)
Uncontrolled Keywords: Otonomi Daerah; peningkatan mutu pendidikan Islam;
Subjects: Islam > Islamic Religious Education
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Pendidikan Islam
Depositing User: ogi lesmana
Date Deposited: 30 Apr 2019 06:14
Last Modified: 30 Apr 2019 06:14
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/20029

Actions (login required)

View Item View Item