Labelisasi halal illegal pada praktik jual beli produk pangan di lingkungan kampus UIN Bandung serta relevansi pandangan Hukum Ekonomi Syariah

Sari, Cunia Wulan (2019) Labelisasi halal illegal pada praktik jual beli produk pangan di lingkungan kampus UIN Bandung serta relevansi pandangan Hukum Ekonomi Syariah. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftar isi.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (553kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (910kB)
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (595kB)
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (305kB)

Abstract

INDONESIA: Pelabelisasian halal sangatlah mempengaruhi minat pembeli dalam membeli produk karena konsumen percaya akan produk tersebut, dalam islam pun sudah dijelaskan bahwa dalam produk jual beli itu harus memenuhi syarat seperti barangnya harus suci, bermanfaat, haruslah milik penjual, dan barangnya harus diketahui keadaannya. Berkaitan dengan jaminan produk halal salah satunya UU No. 33 Tahun 2014. dimana konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan dalam mengonsumsi barang atau jasa. Dalam hal ini penulis menemukan kasus dimana pedagang atau penjual produk pangan tidak memiliki sertifikat halal dan mencantumkan halal ilegal terhadap produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang penggunan label halal ilegal di sekitar kampus UIN (2) bagaimana pandangan hukum ekonomi syariah terhadap labelisasi halal, dan kaitannya dengan UU No 33 Tahun 2014 dengan produk pangan berlabel halal ilegal di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Berdasarkan dalam kerangka pemikiran tentang teori jual beli, terdapat rukun, syarat salah satunya, barang yang akan diperjual beikan harus suci atau tidak najis sebebagaimana dijelaskan dalam syariat islam. Dalam hal ini penjual produk pangan yang penulis temui mereka menggunakan label halal ilegal dan mengklaim bahwa produk pangan mereka seratus persen halal. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, yang diharapkan dapat menjelaskan dan mengungkapkan berbagai persoalan yang menyangkut permasalahan dalam skripsi ini, data yang dikumpulkan oleh penulis adalah dari pelaku usaha atau pedagang yang menjalankan usaha dengan produk pangan berlabel halal ilegal. Dari penilitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) latar belakang dari penjualan produk berlabel halal ilegal ini adalah untuk menarik minat pembeli, karena dengan labelisasi halal tersebut pembeli akan percaya bahwa produk tersebut halal (2) dalam pandangan hukum islam terhadap pelabelisasian halal ilegal ini jelas sangat tidak sejalan, karena si penjual hanya menjual atau memproduksi produk pangan tanpa melihat kehalalan yang tercantum dalam komposisi (3) dalam kaitan UU No. 33 tahun 2014 yaitu salah satunya pada pasal 1 ayat 3 yaitu menjelaskan tentang proses produk halal yang meliputi penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan dan penyajian produk, adapula pada pasal 3 ayat a yang menjelaskan bahwa pelabelisasian halal untuk memberikan keamanan, kenyamanan, keselamatan dan kepastian pada produk halal, hal ini pun tak sejalan dengan adanya produk yang berhalal ilegal, karena dalam UU No. 33 Tahun 2104 pun disebutkan bahwa produk yang beredar dipasaran belum tentu terjamin kehalalannya. ENGLISH: Halal labeling is very influencing consumers' interest in buying products because consumers believe in these products, in Islam it has also been explained that in the sale and purchase product must fulfill the requirements as the goods must be pure, useful, must belong to the seller, and the goods must be known. Regarding the guarantee of halal products, one of them is from the Law No. 33 of 2014. Where consumers have the right for the comfort, the secure in consuming goods or services. In this circumstance, the author found a case where the merchant or seller of the food products did not have a halal certificate and included the illegal-halal on their products. This study aims to determine (1) background of using illegal-halal labels around UIN campus (2) how is the view of sharia economic law on halal labeling, and the relevance with the Law No. 33 of 2014 with illegal-halal labeled food products on the campus of Sunan Gunung Djati State Islamic University in Bandung. Based on the theoretical framework of buy and sell, there is a principle, one of the condition about the goods to be traded must be pure or not profane as explained in Islamic law. In this case, the seller of the food products that the authors have met they used illegal-halal labels and claimed that their food products were a hundred percent halal. This research This study uses a case-study method, which is expected to explain and reveal various problems related to the problems in this thesis, the data collected by the author is from the people or traders who run the businesses with illegal-halal labeled food products. From this research, it can be concluded that (1) the background for selling illegal-halal label products is to attract buyers, because with halal labeling the buyer will believe that the product is halal (2) in the view of Islamic law this illegal-halal labeling is clearly very inconsistent, because the seller only sells or produces food products regardless of the halal listed in the composition (3) in connection with the Law No. 33 of 2014 which is one of them in Article 1 paragraph 3, namely explaining the process of halal products which includes the provision of materials, processing, storing, packaging, distributing, selling and presenting products, there is also in article 3 paragraph a which explains that halal labeling to provide security, comfort, safety and certainty in halal products, this is not in line with the existence of products that are illegal, because in Law No. 33 of 2104 also mentioned that the products circulating in the market are not necessarily guaranteed.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Halal Illegal; Produk Pangan; Relevansi Hukum Ekonomi Syariah
Subjects: Occupational Ethics > Business Ethics
Business > Education, Research, Related Topics of Business
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah
Depositing User: cunia wulan sari
Date Deposited: 24 May 2019 07:44
Last Modified: 24 May 2019 07:44
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/20626

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item