Efektivitas pelayanan pembuatan akta kelahiran dalam rangka pemenuhan identitas anak usia 0 sampai 18 tahun di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang

Abdullah, Puji Fitriani (2019) Efektivitas pelayanan pembuatan akta kelahiran dalam rangka pemenuhan identitas anak usia 0 sampai 18 tahun di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (516kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (695kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (769kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB 1.pdf

Download (917kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (918kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (660kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAKPUS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (775kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA: Penelitian ini berawal dari adanya permasalahan dalam pembuatan Akta Kelahiran Anak Usia 0 sampai 18 tahun di Kabupaten Subang. Berdasarkan data yang peneliti dapatkan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang masih banyak anak usia 0 sampai 18 tahun belum memiliki Akta Kelahiran padahal Akta Kelahiran merupakan hak pertama seorang anak untukndiakui keberadaannya oleh negara. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang tiap tahun memiliki target untuk meningkatkan kepemilikan Akta Kelahiran Anak namun pada kenyataannya target tersebut tidak sesuai dengan harapan, kemudian di tahun 2018 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang mempunyai target 85% anak di Subang Usia 0 sampai 18 tahun sudah memiliki Akta Kelahiran. Namun untuk mewujudkan target tersebut terdapat beberapa hambatan baik dari pelayanan maupun dari masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata lisan maupun tulisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati dalam hal ini adalah pegawai pelayanan pembuatan Akta Kelahiran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan demikian peneliti akan mendeskripsikan bagaimana efektivitas pelayanan pembuatan Akta Kelahiran Anak usia 0 sampai 18 tahun di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektifitas pelayanan pembuatan Akta Kelahiran dalam rangka pemenuhan identitas anak usia 0 sampai 18 tahun di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang sudah optimal dalam segi pelayanan namun terdapat kendala dari masyarakat. Adapun Kendala dalam pelayanan pembuatan Akta Kelahiran dari segi masyarakat seperti halnya kurang kesadaran untuk membuat akta kelahiran anak, banyak masyarakat yang menikah siri sehingga didalam Akta Kelahiran anak tersebut terlahir dari seorang ibu, banyak masyarakat yang mengeluhkan jarak, waktu dan ongkos untuk pergi ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, masyarakat yang menikah siri bisa muncul nama bapanya dalam Akta Kelahiran anak dengan adanya peraturan menteri dalam Negeri 09 tahun 2016 bahwa yang tidak memiliki kutipan nikah bisa membuat akta kelahiran tetapi dengan pencatatan tambahan, untuk mengatasi jarak, waktu, biaya dengan membentuk UPTD-UPTD di tujuh kecamatan. ENGLISH: This research originated from the problems in making birth certificates for children aged 0 to 18 years in Subang Regency. Based on data obtained by the researchers from the Population and Civil Registration Service of Subang Regency, there are still many children aged 0 to 18 years who do not have a Birth Certificate even though the Birth Certificate is the first right of a child to be recognized by the state. The Subang Regency Population and Civil Registration Office each year has a target to increase ownership of the Child Birth Certificate but in reality the target is not in line with expectations, then in 2018 the Department of Population and Civil Registration Subang Regency has a target of 85% of children in Subang aged 0 to 18 years already have a birth certificate. But to realize these targets there are several obstacles both from the service and from the community. The research method used is qualitative, namely research that produces data in the form of verbal and written words from people and behavior observed in this case is the service employee making birth certificates. This study uses a descriptive approach so the researcher will describe how the effectiveness of the service of making birth certificates for children aged 0 to 18 years in the Department of Population and Civil Registration Subang Regency. The data collection techniques through observation, interviews, and documentation from the research location. The results showed that the effectiveness of the service of the birth certificate in the context of fulfilling the identity of children aged 0 to 18 years in the Department of Population and Civil Registration of Subang Regency was optimal in terms of service but there were obstacles from the community. As for the constraints in the service of making birth certificates from a community perspective as well as lack of awareness to make a child birth certificate, many people are married so that in the birth certificate the child is born from a mother, many people complain about the distance, time and costs to go to the office Population and Civil Registration Subang Regency. The efforts to overcome this obstacle were to socialize to the public, the married community could appear in the birth certificate of the child with the Minister of Home Affairs Regulation 09 of 2016 that those who did not have a marriage quote could make a birth certificate but with additional records. to overcome distance, time, costs by establishing UPTDs in seven sub-districts.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Efektivitas; Pelayanan; Akta Kelahiran
Subjects: Public Administration
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik
Depositing User: Puji Fitriani Abdullah
Date Deposited: 11 Jun 2019 06:51
Last Modified: 11 Jun 2019 06:51
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/20851

Actions (login required)

View Item View Item