Agama dan negara: Studi teologis-filosofis kekuasaan negara dalam Yahudi dan Islam

Mulyana, Mulyana (2018) Agama dan negara: Studi teologis-filosofis kekuasaan negara dalam Yahudi dan Islam. doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
abstrak revisi.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (393kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II AGAMA DAN TEORI KEKUASAAN NEGARA(4).pdf
Restricted to Registered users only

Download (731kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (919kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (750kB)
[img] Text (BAB VI)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (229kB)

Abstract

Studi ini menganalisis kekuasaan negara berbasis agama; Yahudi dan Islam. Yahudi mengklaim sebagai manusia pilihan Tuhan, ternyata Yahudi awal dihadapkan kepada; masalah spritual, politik, ekonomi dan masalah kekuatan militer. Masalah ini, mengarah kepada penderitaan Yahudi bertubi-tubi; penderitaan fisik, psikologis, teologis dan politis. Akibatnya, Yahudi awal memikul problema; ketidakpastian dan ketidakberdayaan, berujung menjadi manusia pengelana tidak memiliki negara. Sedangkan Islam, landasan teologis filosofis pijakan politik cukup jelas asal usulnya, pengalaman Muhammad saw di Mekkah dan Madinah cukup bukti nyata. Menjadi masalah adalah, Islam berikutnya tidak mampu menghadirkan kekuaasaan negara secara utuh satu padu. Berbarengan dengan tersebarnya Islam ke berbagai belahan dunia, agama dan kekuasaan negara menjadi unik. Terdapat ruang kosong yang dianggap sebagai peluang dan tantangan bagi Islam untuk menegakan kembali agama dan negara yang satu padu dan utuh. Pijakan teologis-filosofis kekuasaan negara dalam Agama Yahudi dan Islam menjadi rumusan masalah yang perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara teoritis landasan teks kekuasaan negara dalam Agama Yahudi dan Islam. Penelitian ini berguna untuk sumbangan pemikiran bagi para peneliti filsafat tatanegara yang berbasis agama Abrahamik. Pendekatan keilmuan yang digunakan untuk menjelaskan, adalah teologi dan filsafat agama. Teori Teokrasi dipilih untuk menganalisa kekuaasaan negara. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif, terhadap isi informasi tertulis atau teks dan beberapa teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Terdapat temuan yang dianalisis dalam penelitian ini. pertama, secara teologis dalam Yahudi, agama dan negara suatu iman tak terpisahkan. Membangun negara adalah panggilan Tuhan, warisan Perjanjian Lama. Atas dasar landasar teologis, Yahudi membangun sebuah negara yang didasarkan pada pijakan interpretasi agama. Sedangkan dalam Islam, landasan teologis filosofis pijakan politik cukup jelas asal-usulnya. Temuan peneliti, Islam membangun kembali kekuasaan negara berdasarkan interpretasi wahyu Tuhan, adalah sangat cukup alasan teologis asal-usulnya. Kedua, secara rasional dalam Yahudi berdirinya negara; semangat zionisme, kesamaan identitas kelompok, bencana holocause dan bangsa yang terdiasporakan. Sedangkan dalam Islam, terdapat argumen, Islam mendorong untuk memelihra; agama, akal, jiwa, harta dan memelihara keturunan. Hal- hal ini, yang di dambakan masyarakat muslim. Tidak bisa terlindungi secara utuh dan selamat masyarakat muslim, jika tidak ada negara dan pemimpin yang melindungi. Ketiga, implikasinya dalam Yahudi, kekuasaan di muka bumi suatu kemestian yang dipertahankan. Karena atas dasar interpretasi agama dan kesamaan identitas kelompok. Sedangkan dalam Islam, agama dan kekuasaan negara diperjuangkan sampai akhir hayat sebagai jihad. Semangat agama yang disebut –jihad- membakar jiwa kelompok masyarakat muslim yang beriman, sehingga membangun teologi tersendir, mengkristal menjadi idiologi dan rasa patriotisme. Karena itu, cinta tanah air bagian dari iman. Kesimpulan penelitian ini adalah, kekuasaan negara Yahudi atas dasar klaim yang dinyatakan berasal dari Janji Tuhan, ini adalah interpretasi klaim restu Kitab Suci yang telah gagal. Karena Yahudi kuno tidak berhasil mematuhi perintah Tuhan. Sebab itu sudah kehilangan janji Tuhan. Sedangkan dalam Islam, sebagai rahmatan lilalamin, merupakan agama Abrahamik terakhir yang berlaku sampai akhir zaman, seluruh perintahnya berlaku bersamaan dengan berakhirnya zaman.

Item Type: Thesis (doktoral)
Uncontrolled Keywords: Agama dan negara; teologis-filosofis; Yahudi dan Islam;
Subjects: Islam > Philosophy and Theory of Islam
Islam > Islam and Philosophy
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Filsafat Agama
Depositing User: Rasyida Rofiatun Nisa
Date Deposited: 20 Jun 2019 04:07
Last Modified: 20 Jun 2019 04:07
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/20994

Actions (login required)

View Item View Item