Hukum memperingati maulid Nabi SAW perspektif Abu Umar Basyier dan H.M.H Al-Hamid Al-Husaini

Novianti, Linda (2019) Hukum memperingati maulid Nabi SAW perspektif Abu Umar Basyier dan H.M.H Al-Hamid Al-Husaini. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (33kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (268kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (36kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (38kB) | Request a copy

Abstract

Dari sekian banyaknya polemik yang tumbuh di kalangan umat Islam, konsep mengenai hukum peringatan Maulid Nabi saw menjadi isu tersendiri yang melahirkan pro kontra di kalangan masyarakat. Sebagaimana pendapat Abu Umar Basyier yang mengkategorikan bahwa hukum memperingati Maulid Nabi saw adalah bid’ah dhalalah yang status hukumnya haram, sementara menurut H.M.H Al-Hamid Al-Husaini dikategorikan sebagai bid’ah hasanah yang status hukumnya adalah sunnah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dalil yang digunakan Abu Umar Basyier dan H.M.H Al-Hamid Al-Husaini dalam menetapkan hukum memperingati Maulid Nabi saw, metode istinbath hukum serta analisa perbandingan antara pemikiran Abu Umar Basyier dan H.M.H Al-Hamid Al-Husaini tentang peringatan Maulid Nabi saw. Penelitian ini bertolak dari pemikiran kedua tokoh yang kontra mengenai konsep bid’ah, sehingga menggunakan teori ikhtilaf. Melalui rujukan masing-masing, secara khusus keduanya menggunakan analisa kacamata yang berbeda dalam mengaplikasikan makna suatu dalil yang menjadi budaya di tengah-tengah kehidupan masyarakat muslim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis-komparatif, yakni menjelaskan konsep hukum mengenai peringatan Maulid Nabis saw kemudian membandingkan lalu menganalisis berdasarkan data-data yang telah diperoleh. Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat diperoleh hasil penelitian bahwa oleh Abu Umar Basyier menggunakan metode bayani dengan dalil al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 7 dan Al-Imran ayat 31. Sementara itu, Al-Hamid Al-Husaini menggunakan metode istislahi dengan dalil al-Qur’an yang digunakan, yakni surat Al-Ahzab ayat 56 dan surat Hud ayat 120. Adapun mengenai analsisis, dapat diketahui bahwa keduanya sama-sama menggunakan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai rujukan utama. Namun yang berbeda, dalam hal ini H.M.H Al-Hamid Al-Husaini menambahkan maslahah mursalah setelah al-Quran dan as-Sunnah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Maulid; bid'ah.
Subjects: Law > Comparative Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum
Depositing User: Linda Novianti
Date Deposited: 08 Jul 2019 03:32
Last Modified: 08 Jul 2019 03:32
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/21517

Actions (login required)

View Item View Item