Analisis belanja daerah dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung Tahun 2013-2017

Fatimah, Wilda (2019) Analisis belanja daerah dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung Tahun 2013-2017. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (120kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (384kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (694kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (394kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (111kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (218kB)

Abstract

INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja belanja daerah pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung tahun 2013-2017. Analisis kinerja belanja yang digunakan meliputi: analisis varians belanja, analisis pertumbuhan belanja, analisis keserasian belanja dan rasio efisiensi belanja. Analisis ini digunakan karena dapat mengukur penggunaan realisasi anggaran secara ekonomis, efektif dan efisien seperti teori yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teori dari Mahmudi (2016). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah laporan realisasi anggaran (LRA) yang diperoleh langsung dari DPMPTSP Kota Bandung dan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, dokumentasi, wawancara dan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa hasil analisis menunjukkan kinerja belanja daerah berdasarkan analisis (1) varians belanja tahun 2013-2017 menunjukkan adanya penghematan belanja dan dapat dikategorikan kinerja belanja baik. Pada tahun 2013 varians belanja sebesar -11,63%, naik pada tahun 2014 menjadi -34,21% dengan daya serap anggaran sebesar 65,79% yang menunjukkan angka rendah, disebabkan adanya program sarana dan prasarana aparatur yang tidak terlaksana. Pada tahun 2015 persentase varians turun menjadi -15,11% dan menurun kembali pada tahun 2016 sebesar -8,83% sedangkan pada tahun 2017 persentase naik menjadi -19,87%, (2) pertumbuhan belanja tahun 2013-2017 dapat dikatakan cukup fluktuatif. Pertumbuhan belanja tahun 2013 ke 2014 sebesar 10,75% meningkat pesat tahun 2014 ke 2015 menjadi 51,99% hal ini dikarenakan adanya inflasi yang tinggi pada tahun tersebut dan turun pada tahun 2016 ke 2017 mengalami persentase pertumbuhan yang negatif sebesar -13,09% yang disebabkan tingkat inflasi, realisasi anggaran yang lebih dari tahun sebelumnya dan penggunaan anggaran pada belanja langsung, (3) keserasian belanja tahun 2013-2017 dapat dikatakan belum melakukan harmonisasi belanja. Hal ini dapat dibuktikan dengan proporsi belanja langsung lebih kecil dari belanja tidak langsung pada tahun 2013, 2014 dan 2017, (4) rasio efisiensi belanja tahun 2013-2017 sudah melakukan efisiensi dengan cukup efisien. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat rasio efisiensi yang kurang dari 100% namun realisasi belanja belum mencapai 95% terjadi karena adanya kegiatan dan program yang belum dilakukan. ENGLISH This study aims to analyze the performance of regional spending on the Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung (DPMPTSP) in 2013-2017. The expenditure performance analysis used includes: expenditure variance analysis, analysis of expenditure growth, expenditure compatibility analysis and expenditure efficiency ratio. This analysis is used because it can measure the use of budget realization economically, effectively and efficiently as the theory used by researchers in this study is the theory of Mahmudi (2016). The method used is descriptive qualitative method. The data used is the budget realization report (LRA) obtained directly from the Bandung City DPMPTSP and the results of interviews conducted by researchers. Data collection techniques were carried out namely observation, documentation, interviews and triangulation. The data analysis technique used in this study is the analysis of Miles and Huberman models which consists of three stages, namely: (1) data reduction, (2) data presentation and (3) conclusion drawing/verification. Based on the results of the research that has been conducted, it can be seen that the results of the analysis show the performance of regional expenditures based on analysis (1) the expenditure variance in 2013-2017 shows that there is expenditure savings and can be categorized as good expenditure performance. In 2013 the expenditure variance was 11.63%, up in 2014 to 34.21% with a budget absorption capacity of 65.79% which showed a low number, due to the absence of implemented apparatus facilities and infrastructure programs. In 2015 the percentage of variance dropped to 15.11% and declined again in 2016 by 8.83% while in 2017 the percentage rose to 19.87%, (2) the growth of spending in 2013-2017 can be said to be quite volatile. The 2013 to 2014 expenditure growth of 10.75% increased rapidly in 2014 to 2015 to 51.99% this was due to high inflation in that year and decreased in 2016 to 2017 experiencing a negative growth percentage of -13.09% due to the level of inflation, the realization of the budget more than the previous year and the use of the budget in direct expenditure, (3) the harmonization of expenditure in 2013-2017 can be said to have not made expenditure harmonization. This can be proven by the proportion of direct expenditure smaller than indirect expenditure in 2013, 2014 and 2017, (4) the ratio of expenditure efficiency in 2013-2017 has done efficiency quite efficiently. This is evidenced by the level of efficiency ratio that is less than 100% but the realization of expenditure has not reached 95% due to activities and programs that have not been carried out.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kinerja Belanja; Varians Belanja; Pertumbuhan Belanja; Keserasian Belanja; Rasio Efisiensi Belanja;
Subjects: Accounting > Financial Reporting
Accounting > Public Accounting
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Negara
Depositing User: Wilda Fatimah
Date Deposited: 15 Jul 2019 02:08
Last Modified: 15 Jul 2019 02:08
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/21767

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item