Analisis tes kemampuan berpikir Kritis Matematis siswa dengan menggunakan Generalized Partial Credit Model (GPCM): Penelitian deskriptif kuantitatif di SMP negeri 56 Bandung

Ulpiyanti, Ulpiyanti (2019) Analisis tes kemampuan berpikir Kritis Matematis siswa dengan menggunakan Generalized Partial Credit Model (GPCM): Penelitian deskriptif kuantitatif di SMP negeri 56 Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (729kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (613kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (867kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (128kB) | Request a copy

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis penting bagi siswa dalam membantu memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, sehingga perlu dilakukan asesmen kemampuan berpikir kritis matematis guna untuk mengukur kemampuan tersebut. Kemampuan berpikir kritis matematis dapat diukur dengan menggunakan tes uraian karena siswa dapat mengungkapkan gagasannya secara meluas dalam menjawab tes tersebut. Estimasi kemampuan peserta tes didasarkan atas hasil analisis terhadap respon siswa terkait tes yang diberikan. Secara garis besar, ada dua macam teori yang digunakan dalam analisis hasil tes yaitu teori tes klasik (Classical Test Theory, CTT) dan teori respon butir (Item Response Theory, IRT). CTT dianggap banyak kelemahan, salah satunya karena skor siswa yang diperoleh dari suatu tes sangat terbatas pada tes yang digunakan bukan pada kemampuan peserta tes tersebut. Sementara, IRT diketahui lebih mendukung dalam proses analisis dan hasilnya lebih akurat. IRT juga memiliki banyak model diantaranya yaitu Generalized Partial Credit Model (GPCM). Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menggunakan IRT dengan pendekatan GPCM. GPCM dipilih karena sesuai dengan karakteristik dari respon tes, yaitu berupa politomus ordinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil estimasi parameter butir tes kemampuan berpikir kritis matematika siswa dengan menggunakan GPCM yang terdiri dari daya pembeda dan tingkat kesukaran, dan untuk mengetahui hasil estimasi parameter kemampuan berpikir kritis matematika siswa dengan menggunakan GPCM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 56 kota Bandung, sampel penelitian dipilih dengan menggunakan Simple random sampling dan sampel yang diambil adalah sebanyak 69 siswa yang berasal dari kelas VIII B dan D. Hasil estimasi parameter kemampuan berpikir kritis matematis siswa menunjukkan bahwa 2% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang sangat tinggi, 20% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematika tinggi, 61% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematika rata-rata, 16% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematika rendah, 1% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematika sangat rendah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Berpikir Kritis Matematika; Teori Respon Butir; Generalized Partial Credit Model;
Subjects: Mathematics
Analysis, Theory of Functions
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Matematika
Depositing User: Ulpiyanti Ulpiyanti
Date Deposited: 22 Jul 2019 03:36
Last Modified: 22 Jul 2019 03:36
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/22038

Actions (login required)

View Item View Item