Relokasi Hiposenter gempabumi tahun 2015-2016 di daerah Zona Tumbukan Laut Maluku dan sekitarnya Menggunakan Metode Double - Difference

Amelia, Eneng Winda (2017) Relokasi Hiposenter gempabumi tahun 2015-2016 di daerah Zona Tumbukan Laut Maluku dan sekitarnya Menggunakan Metode Double - Difference. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_COVER.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf

Download (211kB) | Preview
[img] Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (307kB)
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf

Download (98kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)
[img] Text (BAB III)
6-BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (594kB)
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (939kB)
[img] Text (BAB IV)
8_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (138kB)

Abstract

Zona Tumbukan Laut Maluku merupakan Zona Tumbukan antara busur kepulauan Sangihe di sebelah barat dan busur Halmahera di sebelah timur. Sehubungan dengan terjadinya gempabumi akibat aktivitas tektonik tersebut, maka daerah ini harus di waspadai karena pada dasarnya di daerah inilah gempabumi dapat berulang kembali di tempat yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui posisi hiposenter gempabumi yang lebih akurat sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengkajian perkembangan tektonik di wilayah setempat seperti sesar aktif dan batas lempeng. Lokasi objek penelitian ini meliputi Laut Maluku dan sekitarnya pada kedalaman dari 1-1000 km dan magnitude dari 1- 9,5 SR. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa katalog arrival-time gempabumi Zona Tumbukan Laut Maluku yang diperoleh dari (BMKG) tahun 2015-2016 sebanyak 2995 event. Validasi dilakukan dengan cara mencari selisih antara travel time kalkulasi dengan observasi. Hal ini dapat diketahui bahwa hasil setelah relokasi terjadi peningkatan keakuratan atau pendekatan terhadap data observasi yang ditandai dengan peningkatan jumlah frekuensi selisih tobs-tcal yang bernilai mendekati nol. Berdasarkan cross – section penyebaran kejadian gempabumi sebelum direlokasi cenderung mengumpul di wilayah tertentu disebabkan oleh masih banyaknya kedalaman gempabumi yang spesifik sebagai kedalaman fixed depth sedangkan hasil cross – section setelah relokasi menunjukkan perbaikkan gempabumi – gempabumi yang fixed depth sehingga posisi hiposenter sesuai dengan arah trench. Sepanjang tahun 1963-2014 daerah Zona Tumbukan Laut Maluku telah terjadi gempabumi sebanyak 256 event, 37 event diantaranya merupakan gempabumi merusak pada magnitude ≥6 dan 11 event pada magnitude ≥7 yang ditandai dengan pola sesar naik di Laut Maluku.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Relokasi; Hiposenter; HypoDD;
Subjects: Physics > Data Processing and Analysis of Physics
Earth Sciences
Divisions: Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi
Depositing User: rofita fita robi'in
Date Deposited: 13 Aug 2019 02:39
Last Modified: 13 Aug 2019 02:39
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/22820

Actions (login required)

View Item View Item