Konstruksi Sosial dalam Sistem Hukum Kewarisan Adat Sunda: Studi Kewarisan pada Tujuh Kampung Adat di Jawa Barat

Adha, Ahmad Faizal (2017) Konstruksi Sosial dalam Sistem Hukum Kewarisan Adat Sunda: Studi Kewarisan pada Tujuh Kampung Adat di Jawa Barat. doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (821kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (821kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (821kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (620kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (475kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (285kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (999kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA: Disertasi ini ditulis berdasarkan konstruksi sistem kewarisan Adat Sunda yang dinilai berbeda sistem kewarisan Islam. Masalah utamanya adalah mayoritas masyarakat Adat Sunda beragamakan Islam, bahkan dalam beberapa tulisan, adat istiadat Sunda diidentikan dengan Islam hingga muncul adagium “Islam teh Sunda, Sunda teh Islam”. Namun pada prakteknya, hukum kewarisannya jauh berbeda dengan Islam, contohnya adalah masalah pembagian waris kepada cucu. Diduga kuat penyerapan hukum Islam belum sampai pada tahap sempurna, maka perlu penelitian untuk membuktikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) Menjelaskan konsep kewarisan Islam dan berbagai madzhabnya. (2) Menjelaskan konstruksi sosial sistem hukum kewarisan adat Sunda pada tujuh kampung adat di Jawa Barat. (3) Menjelaskan relevansi sistem hukum kewarisan adat Sunda dengan sistem hukum kewarisan Islam. (4) Meneliti dan mengkaji faktor yang mendorong masyarakat muslim Sunda memiliki variasi resepsi terhadap hukum kewarisan. Penelitian ini menggunakan metode Emprical Legal Study, mengidentifikasi adat-istiadat dan sistem hukum kewarisan yang ada pada komunitas adat Naga, Dukuh,Cikondang, Kuta, Mahmud, Urug, dan Sirnaresmi dari aspek pemahaman masyarakat tentang kewarisan, pelaksanaan dan faktor yang mempengaruhinya. Kemudian hal tersebut ditinjau dengan teori Shaha>dah sebagai grand theory, teori perubahan hukum sebagai middle theory, dan teori penyerapan hukum Islam di applicative theory-nya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung. Sumber data primernya adalah para ketua adat di tujuh kampung tersebut, adapun sumber data sekundernya berupa Disertasi, Jurnal, Buku, dan artikel terkait dengan pembahasan. Adapun analisisnya adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian ini memunculkan jawaban sebagai berikut: (1) Konsep kewarisan Islam bersifat qoth’i. (2) Konstruksi sosial masyarakat Adat Sunda di Jawa Barat terhadap hukum kewarisan bersifat variatif. Tiga Kampung masih didominasi oleh Hukum Kewarisan adat, yaitu Kampung Naga, Kampung Kuta dan Kampung Urug. Tiga Kampung didominasi oleh Hukum Kewarisan Islam, yaitu Kampung Dukuh, Kampung Cikondang, dan Kampung Sirnaresmi. Dan satu Kampung memberlakukan Hukum Kewarisan Islam secara utuh yaitu Kampung Mahmud. (3) Perbedaan sistem hukum kewarisan adat dengan sistem hukum kewarisan Islam terletak dalam pengertian harta yang diwariskan, besaran jumlah bagian warisan bagi anak laki-laki dan perempuan, bagian waris anak angkat dan kedudukan pengganti ahli waris. (4) Faktor kewarisan adat Sunda lebih dominan adalah adanya pengaruh sosiologis, antropologis dan penyerapan hukum Islam yang belum sempurna. Penelitian ini menemukan bahwa (1) Rendahnya pemahaman masyarakat akan hukum kewarisan Islam, karena proses akulturasi yang belum sempurna juga dikarenakan metode penyebaran dakwah Islam yang berbeda di tiap tempatnya. Namun penulis mencoba mengagas dan mengususng teori hilah, sebagai penengah daripada kebakuan hukum yang ada di dalam hukum Islam dengan fenomena yang terjadi di masyarakat adat yang sifatnya dinamis dengan teori Hilah. (2) penyelesaian kewarisan dilakukan menuruti petuah dari ketua adat dan kebiasaan yang ada. (3) Dalam perkara Tirkah, di beberapa kampung menganut adannya harta bersama yang dinamakan guna kaya. (4) dalam perkara anak angkat di beberapa kampung mendapat harta peninggalan yang lebih banyak dari anak kandung, karena dianggap berjasa untuk menjadi “pamancing”. (5) adanya pergeseran nilai, dari yang asalnya anak laki-laki mendapat dua bagian, terindikasi di Kampung Urug bahwa perempuan mendapatkan harta peninggalan yang lebih banyak karena aktifitas mereka yang lebih rajin dalam segala sesuatu. ENGLISH: This dissertation is written based on the construction of Sundanese Traditional Inheritance law system which is considered different with Islamic inheritance law system. The main problem is most of Indigenous Sundanese people was Muslim, some writings about Sundanese customs are identify that Sundanese tradition is near to Islamic Tradition, even one of adagium wrote "Islam teh Sunda, Sunda teh Islam & quot;. But in practice, the law of inheritance is much different from Islam, for example is the issue of distributing inheritance to grandchildren. Allegedly absorption of Islamic law has not reached the perfect stage, it is necessary research to prove it. This research aims to explain (1) the understanding of Sundanese Traditional Community in West Java about the law of inheritance (2) The inheritance living law in the Sundanese Tradtional villages in West Java (3) The implementation of inheritance law in indigenous villagers viewed from Islamic Inheritance Law (4) The relation between Sundanese Tradition inheritance law with Islamic inheritance law. This research is appliying the Emprical Legal Study method, identifying customs and legal system of inheritance that exist in indigenous communities of Naga, Dukuh, Cikondang, Kuta, Mahmud, Urug, and Sirnaresmi from the aspect of community understanding about inheritance, implementation and factors that influence it. Then it is reviewed with the theory of Shaha>dah as a grand theory, the theory of absorption of Islamic law as the middle theory, and the theory maslah}ah in its applicative theory. All of Data was collected with an observations and direct interviews. Primary data sources are the traditional leaders in seven villages, while the secondary data sources include Dissertation, Journals, Books, and articles related to the discussion. The analysis is a qualitative analysis. The results of this study raise the following answers: 1. Most of the Sundanese Traditional Villages in West Java impose a mixed inheritance law between the Islamic Inheritance Law and the Law of Traditional Inheritance. 2. The understanding of the Sundanese customary community in West Java against the inheritance law is varied. The three villages are still dominated by customary inheritance law, namely Kampung Naga, Kampung Kuta and Kampung Urug. The three villages are dominated by Islamic Inheritance Law, namely Kampung Dukuh, Kampung Cikondang, and Kampung Sirnaresmi. And one Kampung enforce the Law of Inheritance of Islam as a whole that is Kampung Mahmud. 3. Implementation of the inheritance law done by the Sundanese customary community in West Java seen from the science of Mawa> rith except that implemented in Kampung Adat Mahmud is not exactly the same as the science of Mawa> rith. 4. The legal relationship inheritance of Sundanese customs with Islamic inheritance law is asymmetrical. This research found that (1) The society understanding about Islamic inheritance law is low, because the process of acculturation is incomplete also due to the method of dissemination of different Islamic da'wah in each place. However, the writer tries to agitate and pursue the theory of h}i>lah, as a mediator of the legal rigidities that exist in Islamic law with the phenomena occurring in indigenous peoples that are dynamic. (2) the inheritance settlement was solved with the advice of the adat leaders and customs. (3) At Tirkah case, in some villages they share a common property called by “guna kaya”. (4) in the case of adopted children in some villages, they are getting more treasures than the natural children, because they are considered meritorious to be "pamancing". (5) a shift in values, from which boys got two portions in inheritance, indicated in Kampung Urug that women got more treasures because of their more diligent activities in everything.

Item Type: Thesis (doktoral)
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Waris; Mawarits; Waris Adat; Sunda; Adat Sunda; Jawa Barat
Subjects: Islam > Islam and Religions of Indic Origin
Islam > Islamic History
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Waris Islam, Faraid
Private Law > Inheritance
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Hukum Islam
Depositing User: Dr Ahmad Faizal Adha
Date Deposited: 16 Aug 2019 08:25
Last Modified: 16 Aug 2019 08:25
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/22903

Actions (login required)

View Item View Item