Perkembangan Pemahaman Keagamaan pada Masyarakat (Studi Kasus: Majelis Taklim Al-Kaafuur sebagai Sebuah Gerakan Fundamentalisme di Desa Pamulihan Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang)

Eva Nurlatifah, Eva (2.209.9.0164) (2011) Perkembangan Pemahaman Keagamaan pada Masyarakat (Studi Kasus: Majelis Taklim Al-Kaafuur sebagai Sebuah Gerakan Fundamentalisme di Desa Pamulihan Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang). Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (363kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (552kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (733kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (260kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (891kB)

Abstract

Hadirnya Majelis Taklim Al-Kaafuur dengan proyek otentifikasi ajaran (Islam), yakni mengembalikan ajaran yang sesuai dengan kitab suci Al-Qur’an dan As-sunnah merupakan sebuah representasi dari gerakan fundamentalisme model wahabiah, hal ini memicu sebagian masyarakat untuk bereaksi melalui sikap yang mendukung (pro) maupun kontra. Keanekaragaman pandangan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan lingkungan. Secara turun temurun masyarakat setempat telah melaksanakan dan memegang teguh ritual dan pemahaman keagamaan secara tradisional, yakni mengkolaborasikan antara ajaran agama Islam dengan beberapa kegiatan atau adat istiadat. Desa Pamulihan Kecamatan Pamulihan-Sumedang merupakan sebuah wilayah pedesaan yang jauh dari pusat kota yang masih kental dengan adat istiadat dan tetap dipegang teguh oleh masyarakat, sehingga sebagian besar masyarakatnya sulit untuk menerima informasi atau hal-hal baru terutama mengenai pemahaman agama. Namun realitas lain membuktikan bahwa Majelis Taklim Al-Kaafuur yang memiliki pandangan berbeda dalam memahami ajaran agama Islam ternyata dapat mempengaruhi masyarakat setempat dalam karakteristik pengetahuan, pandangan dan sikap hidup komunitas serta implikasinya terhadap lingkungan. Dengan menggunakan teori Joachim Wach, tentang pengalaman keagamaan yang dapat diaktualisasikan melalui pemikiran, Apa-apa yang terkandung dalam simbol ditetapkan sebagai norma dan dipertahankan dari penyimpangan. Ada sejumlah faktor penyebab perkembangan ini, pertama, keinginan untuk bertautan, suatu dorongan yang sifatnya sistematis, kedua, keinginan untuk memelihara kemurnian pandangan; ketiga, keinginan untuk mengetahui; keempat, tantangan keadaan, yang melahirkan kondisi-kondisi sosial. Selain menggunakan teori tentang Joachim Wach, penelitian ini juga menggunakan beberapa teori tentang fundamentalisme yang diungkapkan oleh para ahli. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dan wawancara secara mendalam. Masyrakat pedesaan yang pada umumnya telah memegang erat adat dan tradisi setempat, secara logika akan sulit menerima hal-hal atau pemahaman yang baru, karena hal ini dianggap sebagai sebuah ancaman terhadap stabilitas dan tradisi setempat. Akan tetapi Majelis Taklim Al-kaafuur di tengah kehadirannya yang kontroversial ternyata mampu bahkan berkembang pesat, hal itu terlihat dari banyaknya jama’ah yang mengikuti pengajian yang diselenggarakan Majelis Taklim Al-Kaafuur Hasil penelitian mengindikasikan bahwa para jama’ah Majelis Taklim Al-kaafuur yang telah mengikuti pengajian minimal satu tahun menunjukkan keragaman tata cara beribadah. Yakni pertama, ada jama’ah yang meninggalkan sama sekali adat dan kebiasaan lama yang menurut pandangan Majelis Taklim Al-Kaafuur bukan berasal dari ajaran Islam. kedua, kadang-kadang yakni belum meninggalkan tradisi dan kebiasaan lamanya sama sekali artinya masih sesekali mengerjakan pekerjaan lamanya. Keragamaan pemahaman dan praktek ritual keagamaan yang terjadi pada jama’ah Majelis Taklim Al-Kaafuur salah satunya dipengaruhi oleh lamanya seseorang mengikuti pengajian tersebut dan keaktifannya dalam mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Al-Kaafuur.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Majlis taklim, pemahaman keagamaan, gerakan fundamentalisme
Subjects: Islam > Islamic Religious Education
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Religious Studies
Depositing User: Nailah Hanany
Date Deposited: 28 Sep 2016 01:41
Last Modified: 05 Apr 2017 06:47
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/2334

Actions (login required)

View Item View Item