Tradisi ziarah di makam Aria Wangsa Goparana dan Eyang Dalem Ranggadipa di Kabupaten Subang

Kadarusman, Hendra (2011) Tradisi ziarah di makam Aria Wangsa Goparana dan Eyang Dalem Ranggadipa di Kabupaten Subang. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (266kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (884kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (242kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (396kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)

Abstract

Ziarah merupakan ritual yang sangat tua, barangkali setua kebudayaan manusia itu sendiri. Ritual ini umumnya berhubungan erat dengan unsur kepercayaan atau keagamaan yang memiliki makna moral yang penting. Melihat tempatnya, ziarah yang dilakukan oleh kalangan umat Islam di Indonesia yang menjadi tujuan ziarah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makam keluarga dan makam keramat. Pada makam keluarga, misalnya makam orang tua, orang yang berziarah umumnya bertujuan untuk mendoakan arwah yang dikubur agar mendapat keselamatan atau tempat yang baik di sisi Tuhan. Ziarah ke makam keluarga ini biasanya di lakukan sebelum melakukan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, atau sesudahnya yang bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Fitri. Sedangkan pada makam keramat, aktivitas berziarah ke sana tampaknya memiliki tujuan atau motivasi yang beragam. Hal ini mengingat bahwa orang-orang yang berziarah ke makam keramat berasal dari berbagai daerah dan kalangan serta status sosial yang bermacam-macam. Bahkan untuk makam keramat yang besar, penziarah bisa berasal dari daerah yang sangat jauh, luar pulau, sampai luar negara. Tardisi ziarah ini masih terjadi perdebatan yang sengit antara yang membolehkan dengan yang mengharamkan, Akan tetapi penelitian ini tidak akan membahas pertentangan teologis tersebut tetapi bagaimana ziarah ke makam keramat ini di teliti sebagai sebuah fakta sosial, bahkan merupakan suatu tradisi atau bentuk kebudayaan yang menarik untuk diteliti. Kajian terhadap tradisi tertentu dalam hal ini tradisi ziarah ke makam keramat memiliki daya tarik karena akan memberikan gambaran bagaimana Islam berdialektika dengan realitas masyarakat yang telah tersosialisasikan oleh pelbagai tradisi dan kepercayaan pra Islam dan lain sebagainya. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, Bagaimana sejarah makam keramat itu sehingga dianggap sebagai tempat suci sehingga harus di ziarahi?, kedua, Apa fungsi dan makna ziarah? Adapun Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif dipandang sebagai prosedur penelitian yang dapat menghasilkan data deskriftif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Pendekatan kulitatif berkaitan erat dengan sifat unik dan realitas sosial dan dunia tingkah laku manusia itu sendiri. Keunikannya bersumber dari hakikat manusia sebagai makhluk pisikis, sosial dan budaya yang mengaitkan makna dan interpretasi dalam bersikap dan bertingkah laku. Makna dan interpretasi itu sendiri dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya. Kompleks sistem makna tersebut secara konstan digunakan oleh seseorang dalam mengorganisasikan segenap sikap dan tingkah lakunya sehari-hari. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa peran praktik ziarah memiliki funsi dan pemaknaan bagi setiap elemen yang terlibat didalamnya diantaranya: Pertama. Ziarah sebagi penghormatan atas leluhur atau nenek moyang, kedua. Ziarah sebagai media dialogis dengan tuhan, ketiga. Ziarah sebagai perantara antara peziarah dengan tuhan, keempat. Makam sebagai objek wisata spiritual, dan kelima. Ziarah sebagai penghidupan bagi masyarakat sekitar dan PAD bagi pemerintah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tradisi Ziarah; Makam; Aria Wangsa Goparana; Eyang Dalem Ranggadipa; ritual; kepercayaan;
Subjects: Aqaid (Aqidah, Akidah) dan Ilmu Kalam > Kepercayaan Mengenai Hal-hal Tertentu
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Religious Studies
Depositing User: Users 11 not found.
Date Deposited: 28 Sep 2016 02:17
Last Modified: 28 Nov 2018 04:04
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/2337

Actions (login required)

View Item View Item