Pola interaksi keluarga broken home: Kajian pada keluarga di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon

Fauzi, Ikhwan Abror (2016) Pola interaksi keluarga broken home: Kajian pada keluarga di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_COVER.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2.ABSTRAK.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB I s.pdf

Download (424kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB II s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (363kB)
[img] Text (BAB III)
6_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (226kB)
[img] Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (707kB)
[img] Text (BAB V)
8_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB)

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang interaksi internal keluarga dalam keluarga yang bercerai. Perceraian tentunya disebabkan oleh faktor interaksi didalam keluarga yang terjalin kurang dikarenakan faktor-faktor tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana proses interaksi di dalam keluarga yang bercerai baik antara suami dan istri, maupun orang tua dengan anak. Penelitian ini peneliti lakukan di Komplek Kejaksan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Karena tingkat perceraian yang cukup tinggi di Kota Cirebon sehingga peneliti memilih tempat untuk melakukan penelitian di Kecamatan Kejaksan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor penyebab perceraian di dalam keluarga. (2) Untuk mengetahui interaksi antara suami dan istri setelah perceraian terjadi di dalam rumah tangga. (3) Untuk mengetahui pola interaksi anak dengan kedua orang tua setelah bercerai, baik itu dengan pihak ayah maupun ibu jika anak memang ikut kepada salah satu pihak orang tua ataupun ikut dengan saudara dari pihak kedua orang tua. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori pertukatan mikro yang dikemukakan oleh George C. Homans. Teori pertukaran mikro merupakan teori tentang dinamika kelompok kecil di dalam masyarakat dalam hal ini adalah keluarga. Kemudian teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer dimana interaksionisme simbolik mengandalkan perasaan dan makna agar keduanya saling memahami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari beberapa informan yaitu aparat pemerintah serta narasumber-narasumber yang memiliki masalah dalam perceraian keluarga. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang diperoleh adalah melalui hasil wawancara mendalam dan studi dokumentasi berupa foto-foto dan rekaman wawancara sebagai alat bukti dalam melakukan penelitian ini. Bedasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan pada keluarga yang bercerai adalah pertama faktor primer penyebab perceraian di komplek kejaksan kecamatan kejaksan ini adalah ekonomi dan perselingkuhan sedangkan faktor sekunder adalah mabuk-mabukakan dan zina. Kedua interaksi di dalam keluarga yang bercerai terlihat ada yang kerjasama dalam arti masih saling memahami dan ada juga yang mebngalami konflik sesuai dengan sikap dan kebijakan yang diambil oleh masing-masing anggota keluarga. Ketiga interaksi antara orang tua dengan anak terlihat baik dan kerjasama walaupun ada sebagian yang melakukannya sangat jarang dikarenakan anak yang ikut dengan salah satu orang tua.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Interaksi Keluarga; Broken Home; Zina;
Subjects: Communities > Community Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: rofita fita robi'in
Date Deposited: 01 Oct 2019 01:49
Last Modified: 01 Oct 2019 01:49
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/23706

Actions (login required)

View Item View Item