Modal sosial masyarakat petani dalam pengembangan industri batu bata di Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut

Diniah, Risa Nurul (2019) Modal sosial masyarakat petani dalam pengembangan industri batu bata di Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (48kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (185kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (562kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (296kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (30kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini di dasarkan pada modal sosial petani batu bata yang di miliki untuk dapat mengembangkan industri batu bata yaitu dalam memproduksi batu bata dan terdapat persaingan dalam industri batu bata yang mengharuskan pengrajin batu bata dapat lebih mengembangkan industri batu bata dengan meningkatkan kualitas batu bata dan memiliki jaringan yang lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1); Jaringan sosial masyarakat petani dalam mengembangkan industri batu bata. 2); kepecayaan masyaraakat petani dalam pengembangan industri batu bata 3); Nilai sosial yang dimiliki masyarakat petani dalam mengembangkan industri batu bata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modal sosial menurut Robert Putnam yaitu Putnam menunjukan bahwa modal sosial melekat dalam relasi-relasi sosial. Modal sosial dibangun melalui jejaringan sosial, adapun komponen-komponen yang terendap dalam modal sosial tersebut menurut Putnam mencangkup: Trust (kepercayaan) atau nilai-nilai positif yang menghargai perkembangan prestasi, Nilai atau Norma sosial, Jaringan sosial yaitu yang menjadi wadah kegiatan sosial, terutama dalam bentuk asosiasi-asosiasi sukarela. Metode penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode deskriftif dengan jenis kualitatif. Data primer peneliti ini adalah masyarakat petani. Data sekunder diperoleh dari buku dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian yang penulis lakukan. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara observasi,wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Lokasi yang dijadikan tempat penelitian yaitu di Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jaringan sosial masyarakat petani dalam mengembangkan industri batu bata. Jaringan sosial masyarakat petani yaitu menjalin relasi atau hubungan dengan berbagai pihak 1); Relasi antara pengrajin batu bata dengan pemasok batu 2); Relasi antara pengrajin batu bata dengan pemilik tanah 3); Relasi antara pengrajin batu bata dengan agen dan dengan pemilik tanah 4); Terdapat faktor pendorong dan penghambat jaringan sosial pengrajin batu bata yaitu faktor pendorong berupa kadar tanah yang ada di desa Sindangratu subur, pemasaran lancar, lahan yang banyak sedangkan faktor penghambat berupa kekurangan modal dan tidak memiliki asosiasi. Kepercayaan masyarakat petani adalah adanya rasa percaya pengrajin batu bata terhadap agen dalam memasarkan batu bata dan adanya kepercayaan agen dalam meminjamkan modal kepada pengrajin batu bata dan adanya kepercayaan pemasok bata kepada pengrajin batu bata. Nilai sosial pengrajin batu bata dalam mengembangkan industri batu bata. 1); Adanya saling tolong menolong dalam memproduksi batu bata 2); Adanya norma atau aturan yaitu berupa adanya jangka waktu pembayaran utang modal yaitu dalam jangka waktu 3 bulan dan juga adanya aturan untuk agen untuk dapat memasarkan batu bata dalam jangka waktu 5 bulan dan adanya penentuan harga batu bata. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1); Jaringan sosial yang dimiliki petani batu bata cukup luas yang dapt membantu pengrajin batu bata dalam memproduksi dan memasarkan batu bata, adanya perluasan pemasaran ke luar kota yaitu Bandung, Tasikmalaya, Bogor, Jakarta 2); adanya rasa saling percaya diantara petani batu bata yaitu adanya rasa saling percaya antara pengrajin batu bata kepada agen dan sebaliknya 3); Nilai soail yang dimiliki pengrajin batu bata, terdapat etika-etika yang berlaku di dalam pengrajin batu bata yang sudah dipatuhi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Modal Sosial; Masyarakat Petani; Industri Batu Bata;
Subjects: Social Groups
Social Groups > Groups
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Risa Nurul Diniah
Date Deposited: 16 Sep 2019 03:01
Last Modified: 16 Sep 2019 03:01
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/23799

Actions (login required)

View Item View Item