Pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem Ekskresi

Meidawati, Sri (2019) Pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem Ekskresi. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_COVER.pdf

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_DAFTAR ISI.pdf

Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_BAB1.pdf

Download (328kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_BAB2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (421kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_BAB3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (490kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_BAB4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (601kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_BAB5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (102kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (111kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA : Kemampuan pemecahan masalah masih jarang dikembangkan di sekolah, tapi kemampuan ini penting dimiliki oleh siswa. Penggunaan model pembelajaran TAPPS dalam pembelajaran dapat membantu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan proses pembelajaran, menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi sistem ekskresi dengan menggunakan dan tanpa menggunakan model TAPPS, menganalisis pengaruh model TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik, menganalisis respon dari peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan model TAPPS pada materi sistem ekskresi. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain non-equivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII di SMPN 56 Bandung pada 7 april sampai 5 mei 2019. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling sehingga diperoleh dua kelas yang digunakan untuk penelitian, yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah seperangkat tes kemampuan pemecahan masalah, angket, dan lembar observasi. Analisis data penelitian meliputi uji normalitas, dan uji homogenitas, uji hipotesis. Pengumpulan data diperoleh dari test dengan jumlah 11 soal pilihan ganda beralasan untuk pretest dan postest. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran TAPPS memiliki rata-rata keterlaksanaan guru sebesar 91%, dan rata-rata keterlaksanaan siswa sebesar 89%, keduanya masuk dalam kategori sangat baik. Kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen sebesar 0,6 (sedang) dan kelas kontrol sebesar 0,3 (rendah). Hasil uji hipotesis menunjukan adanya pengaruh positif penggunaan model pembelajaran TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi sistem ekskresi dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Kemudian, respon siswa terhadap pembelajaran pada kelas dengan model pembelajaran TAPPS rata-rata sebesar 3,4 dengan kategori sedang. ENGLISH : Problem-solving abilities are still rarely developed in schools, but this ability is very important that students has. The use of the TAPPS learning model in learning can help develop students' problem-solving abilities. This study aims to describe the implementation of the learning process, analyze the improvement of students' problem solving abilities on the excretion system material using and without the TAPPS model, analyzing the effect of the TAPPS model on the problem solving abilities of students, analyzing the responses of students to learning with using the TAPPS model on excretion system material. The research method used was quasi-experimental, with a non-equivalent control group design. The study was conducted in class VIII of SMPN 56 Bandung on 7 April until 5 May 2019. The sampling technique is a purposive sampling with class of VIII B as experiment class and class of VIII A as control class. The research instrument used was a set of problem-solving ability tests, questionnaires, and observation sheets. Analysis of research data includes the normality test, homogeneity test, and hypothesis test. Data collection was obtained from a test with a total of 11 questions multiple choice reasoned for the pretest and posttest. The results showed that the use on TAPPS learning model have 91% teacher performance, and 89% for students performance have a very good category for both. Problem-solving skills at experiment class about 0.6 (moderate) and control class 0.3 (low). The results of the hypothesis test show that there is an influence of the use of the TAPPS learning model on the ability to solve problems in the excretion system material with a significance level of 5%. Then, students' responses to learning in the classroom with the TAPPS learning model with value 3.4 (medium category).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kemampuan Pemecahan Masalah; Model Pembelajaran; Sistem Ekskresi; TAPPS; Keywords: Learning Model; TAPP; Problem Solving Ability; Excretion system;
Subjects: Education, Research
Biology
Biology > Education, Research, Related Topics of Biology
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Biologi
Depositing User: sri Meidawati
Date Deposited: 07 Oct 2019 03:34
Last Modified: 07 Oct 2019 03:34
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/24921

Actions (login required)

View Item View Item