Adsorpsi ion logam Mn2+ menggunakan Fe3O4 yang terenkapsulasi alginat kitosan

Sari, Wahyu Fonika (2019) Adsorpsi ion logam Mn2+ menggunakan Fe3O4 yang terenkapsulasi alginat kitosan. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (139kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (403kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (454kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (994kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (120kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (140kB) | Request a copy

Abstract

Ion logam Mn2+ adalah salah satu logam berat yang terdapat dalam air limbah yang dapat menyebabkan pencemaran dan bersifat toksik. Salah satu penanganannya adalah dengan menggunakan metode adsorpsi oleh alginat dan kitosan. Selain ketersediaan yang melimpah di alam, alginat dan kitosan juga memiliki sifat biodegradable dan toksisitas rendah. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi Ion Logam Mn2+ dengan Enkapsulasi Fe3O4 menggunakan Alginat Kitosan. Dengan memanfaatkan sifat magnetik dari Fe3O4 diharapkan dapat meningkatkan daya adsorpsi lebih efektif dan lebih cepat. Metode yang digunakan adalah metode gelasi ion. Hasil adsorben yang didapatkan dikarakterisasi FTIR dengan menunjukan gugus-gugus fungsi yang terkandung pada adsorben yaitu gugus O-H pada bilangan gelombang 3427,51 cm-1, gugus C-H pada bilangan gelombang 2922,16 dan 2854,65 cm-1, gugus N-H pada bilangan gelombang 1616,35 cm-1 dan gugus C=O pada bilangan gelombang 1735,93 cm-1 kemudian dikarakterisasi SEM untuk mengetahui morfologi pada adsorben. Hasil SEM pada pembesaran 2500x dapat dilihat bahwa bentuk permukaan dari adsorben menyerupai lapisan-lapisan tipis. Agar didapatkannya kondisi adsorpsi yang optimum maka dilakukan variasi massa adsorben, konsentrasi ion logam Mn2+, waktu kontak dan pH dengan menggunakan metode batch. Dari hasil optimasi dihasilkan massa optimum yaitu 0,2 gram dengan efesiensi adsorpsi sebesar 35,22%, konsentrasi 80 mg/L dengan efisiensi 42,32%, waktu kontak 150 menit dengan efisiensi 60,27% dan pH 7 dengan efisiensi 43,37%. Dari hasil penelitian, adsorben yang terbentuk dapat menyerap ion logam Mn2+ yang dapat dilihat dari efisiensi dan kapasitan adsorpsi yang dihasilkan. Isoterm adsorpsi yang dominan adalah isotherm Freudlich yang menunjukan penyerapan ion logam Mn2+ terjadi secara fisisorpsi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: adsorpsi; adsorben; enkapsulasi; ion logam Mn2+;
Subjects: Analytical Chemistry
Analytical Chemistry > Qualitative Analysis, Quantitavie Analysis of Chemistry
Ecology > Environmental Chemistry
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Kimia
Depositing User: Wahyu Fonika Sari
Date Deposited: 14 Oct 2019 08:46
Last Modified: 14 Oct 2019 08:46
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/25270

Actions (login required)

View Item View Item