Hubungan kepribadian Narsistik dengan sikap Tawaḍu’: Penelitian terhadap mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2015 Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bilwa, opi (2019) Hubungan kepribadian Narsistik dengan sikap Tawaḍu’: Penelitian terhadap mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2015 Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (509kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
4_bab1.pdf

Download (554kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (764kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (756kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (413kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB) | Request a copy

Abstract

Kemajuan telekomunikasi yang sangat pesat membuat alat telekomunikasi bukan sekedar untuk berbagi informasi saja, tetapi sudah menjadi kebutuhan hidup masyarakat modern yang cenderung mendewakan popularitas. Begitupun dengan mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2015 Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menampilkan diri sebagai individu yang pantas untuk dikagumi semua orang, hal ini terlihat dari seringnya mengambil poto, baik sendiri maupun bersama dan bergabung dengan beberapa organisasi dalam maupun luar untuk mendapatkan jati diri dan pengakuan dari teman, dosen, maupun masyarakat.Hal tersebut bertentangan dengan ajaran tasawuf yang telah dipelajari di bangku yaitu sikap tawaḍu’. Kepribadian narsistik adalah cinta yang berlebihan terhadap ekspektasi diri sendiri akibatdari tidak menemukan seseorang atau sesuatu yang menjadi objek cintanya, sehingga orang narsistik melabuhkan cintanya pada ekspektasi yang dibuat oleh sendiri. Narsistik dikatakan personality disorder karena tidak mampu beradaptasi dengan orang lain. Tawaḍu’ yaitu merasa diri sama dengan ciptaan Tuhan yang lainnya, baik itu manusia ataupun hewan. Tawaḍu’ berada di pertengahan antara sombong dengan rendah diri, dan tawaḍu’ bukan untuk dinilai oleh diri sendiri melainkan orang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasi, yaitu metode yang digunakan dalam menganalisis hubungan antara beberapa variabel menggunakan uji statistik. Hasil pengujian koefisien regresi secara simultan diperoleh 0,839 dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,704, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (Trust) terhadap variabel terkait (Partisipasi) adalah sebesar 70,5%. Hasil analisis hubungan, koefisien korelasi sebesar -0,829 menunjukkan bahwa hubungan (korelasi) antara kepribadian narsistik dengan sikap tawaḍu’ erat negatif, yaitu semakin tinggi kepribadian narsistik, maka semakin rendah sikap tawaḍu’. Begitu juga sebaliknya. Mayoritas mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2015 Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung berada dalam klasifikasi kepribadian narsistik yang rendah sekali yaitu sebanyak 38 orang atau 55 % dan tingkat sikap tawaḍu’ yang tinggi yaitu sebanyak 36 orang atau 52 %. Terdapat hubungan yang signifikan dan berbanding terbalik antara kepribadian narsistik dan sikap tawaḍu’.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: telekomunikasi;tawadu;modern;narsistik
Subjects: Psychology
Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: opi bilwa
Date Deposited: 15 Oct 2019 08:02
Last Modified: 15 Oct 2019 08:02
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/25518

Actions (login required)

View Item View Item