Penerapan Ujrah pada Produk Gadai Emas (Rahn) di BPRS PNM Al-Ma’soem Rancaekek Bandung

Niky Utami Herdiani, Niky (1210302125) (2014) Penerapan Ujrah pada Produk Gadai Emas (Rahn) di BPRS PNM Al-Ma’soem Rancaekek Bandung. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (285kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (489kB) | Preview
[img] Text (BAB III)
5_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (482kB)
[img] Text (BAB IV)
6_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
7_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (301kB)

Abstract

Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS) sebagai salah satu lembaga keuangan syari’ah, merupakan solusi pemerintah dalam membangun dan memperkuat posisi perekonomian yang semakin hari semakin terasa manfaatnya. Adapun salah satu kegiatan usahanya adalah mengkoordinasikan kegiatan pembiayaan gadai emas (rahn), dimana pihak bank BPRS PNM Al-Ma’soem mengambil keuntungan melalui penyewaan atau ijarah yang di simpan di dalam safe deposit box sesuai fatwa DSN No. 26/DSN-MUI/III/2002. Penerapan ujrah (uang sewa) safe deposit box pada dasarnya dihitung dari besaran nilai barang gadai yang dititipkan, bukan berdasarkan kepada barang pinjaman. Karena halnya keuntungan yang didapat dari pinjaman atau didasari dari nilai pinjaman merupakan hal yang ditentang oleh syariat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ijarah pada produk gadai emas (rahn) di BPRS Al-Ma’soem, mengetahui bagaimana perhitungan ujrah pada produk gadai emas (rahn) di BPRS Al-Ma’soem, mengetahui bagaimana tinjauan fatwa DSN No. 26/DSN-MUI/III/2002 terhadap produk gadai emas (rahn) di BPRS Al-Ma’soem. Penelitian ini bertolak belakang dari kerangka pemikiran, bahwa penerpan ujrah (uang sewa) safe deposit box pada dasarnya dihitung dari besaran nilai barang gadai yang dititipkan, buka berdasarkan kepada barang pinjaman. Apabila dua nasabah menggadaikan emas dengan timbangan dan karat yang sama, akan tetapi pinjaman yang berbeda maka biaya (rahn) yang dikeluarkan nasabah harus sama. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Adapun sumber data primer diperoleh secara langsung dari pihak BPRS dalam bentuk dokumen dan sebagainya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai referensi sebagai penguat antara lain bersumber dari buku, jurnal/makalah, skripsi, artikel, catatan perkuliahan, internet, dan sebagainya. Kesimpulan dari skripsi ini adalah penelitian menunjukkan bahwa penerapan ijarah pada produk gadai emas (rahn) di BPRS dilakukan dengan dua akad yaitu akad rahn dan ijarah, hal ini pun diperbolehkan. Perhitungan ujrah pada produk gadai emas (rahn) dalam pelaksanaanya pihak BPRS memberikan kebijakan diskon ujrah berlaku bagi nasabah yang pinjamannya lebih sedikit, sesuai dengan fatwa DSN No. 26/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn pada poin keempat yang berbunyi “Penyimpanan barang (marhun) dilakukan berdasarkan akad ijarah (sesuai nilai taksir barang gadai)”.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: ujrah, gadai emas (rahn)
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam
Accounting > Fiduciary Accounting
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah
Depositing User: Users 11 not found.
Date Deposited: 12 Jan 2017 08:10
Last Modified: 13 Feb 2017 04:25
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/2629

Actions (login required)

View Item View Item