Pandangan Ibnu Bajjah tentang Ma'rifat: Kajian Epistemologi dalam Kitab Tadbir al-Mutawahhid

Mustari, Sri Rizki (2019) Pandangan Ibnu Bajjah tentang Ma'rifat: Kajian Epistemologi dalam Kitab Tadbir al-Mutawahhid. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (458kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (352kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (543kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (140kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (211kB) | Request a copy

Abstract

Skripsi ini membahas tentang “Pemahaman Ibnu Bajjah tentang Ma’rifat (Kajian Epistemologi dalam Kitab Tadbir al-Mutawahhid)”. Pemikiran Ibnu Bajjah tidak sering untuk diperbincangkan, selain memang karya-karyanya yang memang tidak tuntas dalam menjelaskan sesuatu namun pemikiran Ibnu Bajjah sangatlah menarik perhatian. Mengenai teori Al-Mutawahhid dalam ma’rifatnya Ibnu Bajjah, sangat berbeda dengan Al-Ghazali karena dalam pemikiran Ibnu Bajjah untuk mencapai ma’rifat haruslah menggunakan akal fa’al dan menyendiri menurut Ibnu Bajjah ialah mengindari berinteraksi dengan masyarakat namun tidak melupakan kodratnya sebagai makhluk sosial, maksudnya memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Ma’rifat pengetahuan Ibnu Bajjah ini berkaitan dengan teori al-mutawahhid, yang mebicarakan tindakan-tindakan dalam berinteraksi dan tindakan-tindakan spirituannya, yaitu bentuk spiritual korporeal, bentuk spiritual parrtikular, dan bentuk spiritual universal. Untuk bisa mencapai tingkatan tertinggi bagi manusia yang mulia atau sempurna yaitu ma’rifat. Pada tindakan Ini Ibnu Bajjah mempertegas bahwa akalah yang berperan aktif dalam mencapainya, akal yang bisa untuk memahami apa yang sudah diterima bukan dengan alat indra saja namun semua yang dirasakan baik oleh hati dan pengalaman batinnya untuk keindahan atau kebahagiaan yang sejati. Proses yang dilakukan al-mutawahhid memang berbeda dengan dengan teori-teori ahli sufi. Dengan uzlah para sufi, Ibnu Bajjah menggunakan “uzlah falsafi” yang tidak jauh dari uzlah biasanya namun memang dalam hal ini uzlah falsafi lebih pendekatan dengan hati dan akal. Semua dilakukan dengan memilah-milih apa yang baik untuk dilakukan dan didapatkan, mulai dari tindakan spiritualnya yang tak jauh dengan masyarakat dan tindakan yang dikaitkan dengan teori Negara tak sempurnanya yang menggambarkan keadaan diri di dalam lingkungan masyarakat. Setiap Negara yang sempurna tidak lagi membutuhkan hukum-hukum dan doktersekalipun, karena itu dapat dipahami bahwa setiap kesempurnaan diri berada pada tingkatan kemuliaaan (ma’rifat) maka tidak ada lagi tindakan-tindakan yang buruk atau tidak baik dalam dirinya. This thesis discusses "Ibn Bajjah's understanding of Ma'rifat (Epistemology Study in the Book of Tadbir al-Mutawahhid)". Ibn Bajjah's thoughts are not often discussed, in addition to his works that are indeed incomplete in explaining something but Ibn Bajjah's thoughts are very interesting. Regarding the theory of Al-Mutawahhid in Ibn Bajjah's ma'rifat, it is very different from Al-Ghazali because in Ibn Bajjah's thought to achieve ma'rifat, he must use fa'al reason and be alone according to Ibn Bajjah is to avoid interacting with society but not to forget his nature as a creature social, that is to choose what is good and what is bad. Ibn Bajjah's knowledge ma'rifat is related to al-mutawahhid theory, which talks about actions in interacting and spiritual actions, namely corporeal spiritual forms, paricular particular forms, and universal spiritual forms. To be able to reach the highest level for a noble or perfect human being, ma'rifat. In this action Ibn Bajjah emphasized that it was I who played an active role in achieving it, a mind that could understand what had been received was not only by means of the senses but all that was felt both by the heart and inner experience for true beauty or happiness. The process carried out by al-mutawahhid is different from the theories of Sufi experts. With the Sufi uzlah, Ibn Bajjah used the "philosophical uzlah" which was not far from the usual uzlah but indeed in this case the philosophical uzlah approached more with the heart and mind. All is done by selecting what is good to do and get, starting from his spiritual actions that are not far from the community and actions that are associated with the imperfect state theory that describes the state of self in the community. Every perfect state no longer needs laws and doctrines, because it can be understood that every perfection of the self is at the level of glory (ma'rifat), so there are no more bad or bad actions in itself.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Ibnu Bajjah, ma’rifat, al-mutawahhid, uzlah, spiritual,
Subjects: Religious Leaders Biography
Religious Leaders Biography > Islam Religious Leaders Biography
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Filsafat Agama
Depositing User: Sri Rizki Mustari
Date Deposited: 04 Nov 2019 08:16
Last Modified: 04 Nov 2019 08:16
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/26686

Actions (login required)

View Item View Item