Metode ilmu hadis dalam mengidentifikasi berita bohong

Aulia, Rizka Putri (2019) Metode ilmu hadis dalam mengidentifikasi berita bohong. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover[1].pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak[1].pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi[1].pdf

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1[1].pdf

Download (206kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2[1].pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3[1].pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4[1].pdf
Restricted to Registered users only

Download (384kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5[1].pdf
Restricted to Registered users only

Download (115kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka[1].pdf
Restricted to Registered users only

Download (176kB) | Request a copy

Abstract

Pada zaman modern ini, kejujuran sangat sulit sekali kita temui terutama pada era digital. Hal ini sangat berdampak pada masyarakat yang mengkonsumsi berita. Meski demikian, informasi yang tersebar melalui media jangan dinafikan begitu saja, karena yang bersalah bukan medianya, melainkan oknum yang menyalahgunakan media tersebut. Dalam tulisan ini penulis memakai metode kualitatif deskrtiptif, yakni proses suatu pemahan melalui fenomena yang terjadi sehari-hari, dengan berlatar belakang data deskriptif yang disediakan untuk diteliti seperti skripsi, disertasi, buku, tesis, majalah dan sebagainya. Sehingga muncul pemahaman yang sama dengan responden. Berita bohong tidak hanya marak pada zaman modern, tetapi sudah marak pada masa sahabat dan tabi’in. Seseorang membuat hadis yang seakan dari Rasulullah saw dengan alasan dan tujuan masing-masing. Dan disebut dengan hadis mawdhu’ (palsu). Upaya pendusta membuat hadis palsu, karena hadis adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw, baik itu berupa perkataan, perbuatan dan taqrir (ketetapan) yang menjadi pedoman kedua bagi umat muslim setelah Al-Quran. Dengan demikian untuk mengantisipasi adanya pembuatan hadis mawdhu’, para ulama menetapkan metode ilmu hadis dalam mengidentifikasi hadis mawdhu’ yang berkaitan dengan sanad dan matan. oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode ilmu hadis dalam mengidentifikasi berita bohong. Dengan demikian, seseorang tidak akan terjebak dalam kebohongan. Melalui metode ilmu hadis seseorang dapat menyeleksi berita bohong, untuk menentukan apakah sebuah berita dikategorikan benar atau bohong.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Berita Bohong;Hadis Palsu
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Dirayah/Ilmu tentang Keotentikan Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kritik terhadap Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Rizka Putri Aulia
Date Deposited: 21 Nov 2019 03:32
Last Modified: 21 Nov 2019 03:32
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/27618

Actions (login required)

View Item View Item