Penafsiran kata Istawa dalam Al-Qur'an: Studi komparatif Zamakhsyari dalam tafsir al-Kasysyaf dan Fakhruddin ar-Razi dalam tafsir Mafatih al-Ghaib

Hermawan, Uhep (2019) Penafsiran kata Istawa dalam Al-Qur'an: Studi komparatif Zamakhsyari dalam tafsir al-Kasysyaf dan Fakhruddin ar-Razi dalam tafsir Mafatih al-Ghaib. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi(4).pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (504kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (376kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (460kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (629kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (245kB) | Request a copy

Abstract

Allah SWT memberitahu bahwa tidak ada pertentangan, kekacauan dan kontradiksi dalam al-Qur’an, karena ia turun dari sisi Allah. Pada kenyataannya ada diantara Mufasir dalam menafsirkan ayat al-Qur’an dengan melakukan pemutarbalikan logika dan pengabaian makna literal. Hal seperti ini sering dilakukan oleh kelompok Mu’tazilah dan sebagian filosof muslim. Ada juga diantara para Mufasir dalam menafsirkan ayat al-Qur’an secara kaku dalam penggunaan makna literal dan mengabaikan terhadp logika. Hal seperti ini sering dilakukan oleh kelompok Musyabbihah dan Mujassimah. Oleh sebab itu makna Istawa merupakan salah satu kata dalam al-Qur’an yang maknanya masih kontradiktif diantara para mufassir terutama dalam pemahaman teologinya. Adapun Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk Mengetahui Penafsiran Zamakhsyari dalam Tafsir Al-Kasysyaf dan Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir Mafatihul Gaib mengenai ayat-ayat Istawa. Metoda penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber data penelitian dilakukan dengan dua jenis sumber data yaitu, primer dan sekunder. Sumber data primer yaitu dari kitab Zamakhsyari dan Fakhruddin ar-Razi, dan sumber data sekunder dari buku-buku yang berkaitan dengan istawa seperti buku Kholil Abu Fateh “ Tafsir Istawa, Allah ada tanpa tempat”, dan banyak lagi. Studi kepustakaan (library Research) sebagai tekhnik pengumpulan data, dan metode deskriptif-analitif sebagai tekhnik dalam menganalisa data. Penelitian ini berhasil mendapatkan maksud Istawa menurut Zamakhsyari dan Fakhruddin ar-Razi, menurut Zamakhsyari dalam kitab nya al-Kasysyaf beliau menjelaskan Istawa ialah Yuroddifu al-Mulk (duduk dengan menguasai). beliau menta’wilnya kemudian mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya terutama akal dalam memahami ayat al-Qur’an terutama ayat-ayat mutasyabih, Zamakhsyari menafsirkan demikian karena ia dipengaruhi oleh aliran Mu’tazilah yang beliau anut yaitu lebih mengedepankan akal ketimbang yang lainnya. Sedangkan menurut Fakhruddin ar-Razi dalam kitab nya Mafatih al-Ghaib beliau menjelaskan maksud Istawa ialah al-Qohr (menundukan) wa al-Qudroh (menguasai). beliau juga sama seperti Zamakhsyari menta’wil ayat istawa tetapi ia tidak dipengaruhi oleh aliran Mu’tazilah karena Fakhruddin ar-Razi memegang aliran Ahlusunnah wal Jama’ah sehingga beliau tidak terlalu menomer satukan akal akan tetapi apabila ia dihadapkan dengan ayat-ayat mutasyabih beliau menta’wilnya untuk menngungkap maksud al-Qur’an yang sebenarnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: istawa; zamakhsyari; al-Razi;
Subjects: Applied Linguistics
Architectural Structure
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Uhep Hermawan
Date Deposited: 22 Nov 2019 03:31
Last Modified: 22 Nov 2019 03:31
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/27716

Actions (login required)

View Item View Item