Polemik Seni Tari Jaipongan di Jawa Barat pada Tahun 1980-2009

Dudi Hermawan, Dudi (1210501025) (2014) Polemik Seni Tari Jaipongan di Jawa Barat pada Tahun 1980-2009. Diploma thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (471kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (463kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (520kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (292kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB)

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai keberadaan seni tari Jaipongan di Jawa Barat yang ditinjau dari sisi historis dan perkembangnya, juga polemik-polemik yang selalu muncul mewarnai eksistensi seni tari Jaipongan di Jawa Barat pada tahun 1980-2009. Selanjutnya penulis juga meminta pandangan dari para Ulama khususnya Ulama di Jawa Barat (Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Ketua Fatwa MUI Jawa Barat) untuk memandang kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan perkembangan seni Tari Jaipongan di Jawa Barat. Di samping itu juga, untuk mengetahui Polemik yang terjadi pada seni tari Jaipongan di Jawa Barat secara lebih mendalam. Metode yang digunakan dalam skripsi ini, yaitu dengan menggunakan metode sejarah seperti Heuristik (pengumpulan sumber) Kritik (Ferivikasi Sumber, yang terbagi menjadi dua tahapan: Krtik Interen dan Kritik Eksteren), Interpretasi (penafsiran sumber) dan yang terakhir Historiografi (gaya penulisan). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seni tari Jaipongan dalam sejarah dan perkembanagannya tidak luput dari kemajuan beberapa gendre tari sebelumnya. Jaipongan pada dasarnya merupakan Gendre tari ketiga yang diciptakan oleh Gugum Gumbira pada tahun 1980-an dan masih berkembang sampai saat ini. Adapun tarian sebelumnya yaitu Gendre tari Keureseus (1920-1950-an) oleh R.d. Sambas Wirakusumah dan selanjutnya Gendre tari Kreasi Baru (1950-1980-an) oleh R.d. Tjetje Somantri. Perbedaan seni tari Jaipongan dan seni tari sebelumnya yaitu terletak pada pola gerak dan juga penyajian seni tari itu sendiri. Jaipongan hadir lebih dinamis dan juga atraktif. Beda dengan tari sebelumnya yang memanag sangat menjaga etika dan juga selalu menjadi sarana hiburan kalangan menak dan priayi. Pada awal kreasinya Gugum gumbira menciptakan pola gerak seni tari Jaipongan yang diambil dari pola gerak Ketuk Tilu Seperti gerakan bukaan, pencugan, nibakeun, dan mincid. Polemik yang terjadi pada seni tari Jaipongan disebabkan adanya perbedaan pendapat dari Pemerintah, Seniman dan ulama dalam memandang “erotisme” pada seni tari Jaipongan. Polemik seni tari Jaipongan sendiri muncul tahun 1980, dengan munculnya kritikan Gubernur Aang Khunaefi yang menggap Jaipongan terlalu erotis dan juga mengandung unsur 3G (Geol, Goyang, Gitek). Bukan hanya itu Aang Khunaefi sempat melarang Jaipongan muncul di forom-forum resmi (Gubernuran dan Pakuan). Polemik selanjutnya yaitu tahun 2009 yaitu dengan adanya Imbaun dari Gubernur Ahmad Heryawan terhadap seni tari Jaipongan. Imbaun Ahmad Heryawan lebih kepada Busana Jaipongan yang dianggapnya kurang sopan dan bisa menimbulkan “Syahwat”. Yang jelas dibalik semua kritikan terhadap Jaipong, Jaipongan tetap eksis dan berkembang sampai saat ini dan menjadi sumber perkerjaan bagi banyak orang khusnya pelaku seni.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Polemik, Seni Tari Jaipongan, Jawa Barat, Tahun 1980-2009.
Subjects: Islam > Islamic History
Indoor Game and Amusements > Folk Dancing of Indonesia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Users 11 not found.
Date Deposited: 07 Feb 2017 02:43
Last Modified: 17 Mar 2017 09:21
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/2865

Actions (login required)

View Item View Item