Tasawuf sebagai inti Islam: Telaah pemikiran tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi

Maulani, Maulani (2019) Tasawuf sebagai inti Islam: Telaah pemikiran tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (48kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (266kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (407kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (467kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (110kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB) | Request a copy

Abstract

Tasawuf merupakan alat umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Akan tetapi, akhir-akhir ini tasawuf dipandang sebagai suatu hal yang baru dalam Islam dan para sufi juga menjelaskan tasawuf dengan sangat ekstrem. Sehingga, tasawuf tidak dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat. Alhasil, banyak orang yang mengatakan bahwa tasawuf tidak bersumber dari ajaran agama Islam. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dijelaskan bahwa ber-tasawuf adalah ber-islam itu sendiri. Sehingga, tidak ada kontradiksi antara Islam dan Tasawuf. Adapun tokoh yang relevan untuk membedah tema penelitian ini adalah Imam Junaid Al-Baghdadi. Tujuan dalam penelitian ini adalah memahami perkembangan tasawuf dalam Islam, memahami pemikiran tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi, dan memahami urgensi pemikiran tasawuf Imam Junaid terhadap pemikiran Islam. Adapun teori dalam penulisan tesis ini adalah hadis Rasulullah SAW tentang inti ajaran agama Islam, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Karena objek penelitian ini adalah literatur, maka penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dan data primer dalam penelitian ini adalah kitab Rasail Junaid yang merupakan karya Abu Al-Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi. Berdasarkan hasil penelitian ini. Penulis menemukan bahwa tasawuf telah dimulai pada masa Rasulullah SAW baik sebelum maupun setelah pengangkatan Muhammad sebagai Rasulullah SAW. Meskipun istilah tasawuf itu sendiri baru muncul atau baru terdefenisikan secara ilmu pengetahuan pada abad ketiga Hijriah. Pemikiran tasawuf Imam Junaid terdiri dari tiga unsur, yaitu mitsaq (perjanjian), fana (peleburan), dan tauhid (penyatuan). Teori Mitsaq dan Fana, keduanya menunjukkan tujuan yang sama yakni tauhid. Mitsaq ialah kembali kepada masa eksistensi manusia sebelum diciptakan di dunia, Imam Junaid berkeyakinan bahwa sebelum bertempat dalam raga jasmaniahnya seorang hamba sudah memiliki eksistensiya sendiri. Fana ialah lenyapya individualitas manusia walaupun wujud jasmaniahnya masih ada. Sedangkan tauhid adalah menetapnya seorang hamba dalam keabadian Tuhan, hal ini bisa terjadi karena sirnanya individualitas manusia. Berdasarkan ketiga unsur pemikiran tasawuf Imam Junaid tersebut, Imam Junaid berhasil mendamaikan antara ahli tasawuf dan fiqh, serta meruntuhkan stigma buruk yang selama ini tasawuf dianggap sesat, dan bahkan pemikiran tasawuf Imam Junaid merupakan redifinisi tasawuf yang lebih sederhana dan mudah diterima oleh seluruh kalangan umat muslim. Oleh karenanya, pemikiran tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi sangat mempengaruhi pemikiran Islam khususnya dalam kajian tasawuf.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tasawuf; Islam; Imam Junaid Al-Baghdadi;
Subjects: Islam > Sufi Orders
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Religious Studies
Depositing User: Maulani Maulani
Date Deposited: 31 Jan 2020 03:35
Last Modified: 31 Jan 2020 03:35
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/29115

Actions (login required)

View Item View Item