Pengaruh sosialisasi politik yang dilakukan KPUD Kabupaten Bekasi terhadap partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Bupati: Studi kasus pada kecamatan Babelan, kecamatan Cikarang Selatan, dan kecamatan Tambun Selatan di kabupaten bekasi

Susilawati, Asmeri (2017) Pengaruh sosialisasi politik yang dilakukan KPUD Kabupaten Bekasi terhadap partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Bupati: Studi kasus pada kecamatan Babelan, kecamatan Cikarang Selatan, dan kecamatan Tambun Selatan di kabupaten bekasi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (197kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (340kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (356kB)
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (380kB)
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (491kB)
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB)

Abstract

Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah disebut Pemilukada adalah pemilu untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh penduduk daerah setempat yang memenuhi syarat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. kegiatan sosialisasi yaitu dengan penyampaian pengetahuan mengenai tahapan dan program penyelenggaraan pemilukada kepada masyarakat, melakukan Pendidikan Pemilih untuk meningkatkan pemahaman pemilih serta menyebarluaskan informasi tentang mengapa, untuk apa, dan bagaimana Pemilukada diselenggarakan. Metode lain dilakukan melalui media massa baik media elektronik, media cetak, tradisional, dan media khusus seperti website/internet. Selain itu KPU kabupaten Bekasi juga merumuskan strategi sosialisasi yang disesuaikan dengan potensi dan kondisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dimensi dalam sosialisasi yaitu imitasi, intruksi, dan motivasi, terhadap partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan bupati di kabupaten Bekasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel X menggunakan teori Rush dan Althoff (1997:40) dalam Handoyo (2013:215).yaitu imitasi, intruksi, dan motivasi. sedangkan variabel Y menggunakan teori Huntington dan Nelson (1998:241), dalam Gitara (2009:314), yaitu Kegiatan pemilihan (electoral activity), Kegiatan lobbiying, Kegiatan organisasi (organization activity), Mencari koneksi (contacting), Tindakan kekerasan (violence). Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif, karena merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan maupun pengaruh antara dua variabel atau lebih mayarkata dalam tiga kecamatan di kabupaten Bekasi. dengan tekhnik yang digunakan tekhnik yakni tekhnik probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling probability. Sampling probability dilakukan dengan cara memilih sample dari satu informasi yang tersedia serta sesuai dengan penelitian yang sedang berjalan sehingga perwakilannya terhadap populasi dpaat dipertanggung jawabkan. Tekhnik pegembilan dta melalui study perpustakaan, observasi dan kuesioner dan kuesioner yang disebar kepada 100 responden dengan teknik proportionate strafied random sampling. Metode yang digunakan penulis adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosaitif, karena merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan maupun pengaruh antara dua variabel atau lebih. Teknik pegambilan data melalui studi kepustakaan, observasi, dan kuesioner yang disebar kepada 100 responden dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil analisis pengujian dimensi imitasi terhadap partisipasi politik koefisien regresi variabel imitasi ( X1 ) sebesar -0,040 artinya bahwa setiap peningkatan atau penambahan pelaksanaan imitasi sosialisasi politik sebesar satuan skala interval akan menurunkan partisipasi politik. Koefisien dalam regresi variabel imitasi ( X1 ) bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara imitasi dengan partisipasi politik. kemudian pengujian secara parsial imitasi terhadap partisipasi politik memperoleh nilai t hitung -0,306 < t tabel 1,986 dengan taraf signifikansi 0,761 > 0,5 maka Ho diterima, hal ini berarti imitasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap partisipasi politik masyarakat, kemudian Hasil analisis pengujian intruksi terhadap partisipasi politik koefisien regresi variabel intruksi ( X2 ) sebesar -0,048 artinya bahwa setiap peningkatan intruksi sebesar satuan skala interval akan menurunkan partisipasi politik masyarakat. Koefisien dalam regresi variabel imitasi ( X2 ) bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara intruksi dengan partisipasi politik masyarakat. Kemudian pengujian secara parsial imitasi terhadap partisipasi politik masyarakat memperoleh nilai t hitung -0,382 < t tabel 1,986 dengan taraf signifikansi 0,703> 0,05 maka H0 diterima, hal ini berarti intruksi tidak berpengaruh secara parsial terhadap partisipasi politik masyarakat Kabupaten Bekasi dan hasil analisis pengujian motivasi terhadap partisipasi politik koefisien regresi variabel motivasi ( X3 ) sebesar 0,871 artinya bahwa setiap peningkatan atau penambahan pelaksanaan motivasi sosialisasi politik sebesar satuan skala interval akan meningkatkan partisipasi politik. Koefisien dalam regresi variabel motivasi ( X3 ) bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara motivasi dengan partisipasi politik. kemudian pengujian secara parsial imitasi terhadap partisipasi politik memperoleh nilai t hitung 14.485 > t tabel 1,986 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,5 maka Ho ditolak, hal ini berarti motivasi berpengaruh secara parsial terhadap partisipasi politik masyarakat. Sedangkan Hasil analisis pengujian pengaruh sosialisasi politik terhadap partisipasi politik hasil analisis pengujian regresi secara simultan dengn uji-F, menunjukan bahwa nilai Fhitung (70,278) > Ftabel (2,701) dengan taraf signifikansi 5% maka Ho ditolak, hal ini berarti sosialisasi politik berpengaruh secara simultan terhadap partisipasi politik masyarakat. Nilai koefisien determinasi yaitu R2 ( R Square ) sebesar 0,829 atau 68,7%. Hal ini menunjukan bahwa presentase pengaruh variabel independen (sosialisasi politik) terhadap variabel dependen (partisipasi politik masyarakat) sebesar 68,7% sedangkan 31,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ditliti oleh peneliti.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: sosialisasi politik; partisipasi politik; KPUD
Subjects: Culture and Institutions > Political Institutions
Political dan Government Science > Research and Statistical Methods
Civil Rights > Asylum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik
Depositing User: Ilham Nurfauzi
Date Deposited: 06 Mar 2020 07:43
Last Modified: 06 Mar 2020 07:43
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/30114

Actions (login required)

View Item View Item