Struktur ilmu sosial berbasis wahyu: Melacak akar aksiomatik ilmu sosial Islam

Haris, Iir Abdul and Budiman, Budi and Hidayat, Ade and Malik, Ibnu (2020) Struktur ilmu sosial berbasis wahyu: Melacak akar aksiomatik ilmu sosial Islam. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (Struktur Ilmu Sosial Berbasis Wahyu: Melacak Akar Aksiomatik Ilmu Sosial Islam)
STRUKTUR ILMU SOSIAL BERBASIS WAHYU.pdf - Other

Download (501kB) | Preview

Abstract

INDONESIA : Paradigma wahyu memandu ilmu yang ditawarkan oleh UIN Sunan Gunung Djati menarik dicermati karena ketegasan dan kejelasannya dalam menempatkan wahyu sebagai dasar yang memandu bagaimana seharusnya ilmu diteliti, dipelajari, diajarkan, dan diterapkan. Meskipun telah ‘kokoh’ secara paradigmatik akan tetapi ambiguitas dalam penterapan masih ditemukan. Ambiguitas tersebut ditemukan dalam varian-varian pemilihan pendekatan bagaimana posisi kepemanduan wahyu ditempatkan. Artikel ini ditulis karena terdapat kebutuhan untuk menemukan dan menetapkan struktur keilmuan sosial yang berbasis wahyu. Artikel ini ditulis dalam pendekatan analisis kritis isi dalam corak penalaran filosofis dengan data-data deskriptif. Hasil akhir tulisan ini menghasilkan beberapa catatan: (1) Dilihat dari persfektif epistemologi Islam ilmu sosial Barat memiliki cacat paradigmatik pada asumsi sekularistik yang berimplikasi kepada pilihan metodologi yang mengabsenkan data yang bersumber dari informasi ketuhanan (wahyu), (2) Membentuk struktur ilmu sosial Islam berbasis wahyu meniscayakan menempatkan Al-Quran sebagai landasan aksiomatik dalam menyusun dalil postulatif yang menentukan arah, materi, serta tujuan dari suatu penyelidikan ilmiah, (3) Dalil postulatif yang diperoleh dari dalil otoritatif Al-Qur`an didapatkan dari suatu mekanisme ta`wil atas ayat-ayat mutasyabihat dalam pola yang relevan sesuai konteks kejelasan dalil dan (4) Mekanisme Ta’wil atas ayat-ayat mutasyabihat membutuhkan tajdid terhadap ulum al-Qur`an klasik yang lebih didominasi oleh pendekatan normatif. ENGLISH : The State Islamic University Bandung offered the paradigm of guiding knowledge revelation. It is interested to be analyzed because of its clarity and firmness. The revelation considered as a basis how science should be reasearched, studied, taught, and applied. Indeed, it has been congested paradigmatically, ambiguity in the application is still found. In the choice varians of approach to the position of revelation, there’s still ambiguity. This article is written to find and establish the social science structure based on revelation. This article used a critical analysis approach to content in the style of philosophical reasoning with descriptive data. The final results of this paper produce several notes; (1) Judging from the perspective of the epistemology of Islam, Western social science has paradigmatic flaws in secularistic assumptions that have implications for the choice of methodologies. It leaves data sourced from divine information (revelation), (2) Establishing the structure of Islamic social science based on revelation requires placing the Koran as an axiomatic basis in compiling postulative propositions that determine the direction, material, and objectives of a scientific inquiry, (3) The postulative postulate obtained from the authoritative proposition of the Qur'an is obtained from a Ta’wil mechanism for mutasyabihat verses in a relevant pattern in the context of the clarity of the proposition and, (4) Ta’wil mechanism for mutasyabihat verses requires tajdid to the classical ulum al-Qur`an which is more dominated by normative approach

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: ilmu sosial; wahyu; aksiomatik; islam
Subjects: Islam > Islam and Philosophy
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Manajemen
Depositing User: Budiman Budi
Date Deposited: 04 May 2020 09:05
Last Modified: 04 May 2020 09:05
URI: http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/30718

Actions (login required)

View Item View Item